UTUUTU
International Conference of Public HealthInternational Conference of Public HealthSumber daya kesehatan memainkan peran penting dalam memastikan keberhasilan penyampaian layanan kesehatan masyarakat. Akibatnya, pemerintah terus berupaya untuk memenuhi dan mendistribusikan tenaga kesehatan secara adil untuk memenuhi harapan masyarakat akan perawatan berkualitas. Studi ini bertujuan untuk menguji hubungan antara perencanaan sumber daya manusia, pemanfaatan, dan pengembangan profesional terkait dengan motivasi kerja personel kesehatan di Provinsi Sumatera Utara. Studi ini menggunakan metode kuantitatif yang melibatkan 116 responden yang dipilih secara acak dari dua kabupaten di Provinsi Sumatera Utara, khususnya Karo dan Labuhanbatu Selatan. Temuan penelitian diproses melalui tiga tahap analisis, yaitu analisis univariat, bivariat, dan multivariat. Dalam hal variabel perencanaan, uji chi-kuadrat menghasilkan nilai p sebesar 0,063, yang menunjukkan hasil yang tidak signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa tidak ada hubungan langsung antara perencanaan dan motivasi kerja. Di sisi lain, variabel pemanfaatan dan variabel pengembangan keduanya menghasilkan nilai p sebesar 0,000. Hasil signifikan ini mengimplikasikan bahwa pemanfaatan dan pengembangan profesional sangat terkait dengan motivasi kerja sumber daya kesehatan. Selain itu, analisis regresi logistik mengungkapkan bahwa variabel pengembangan personel mempertahankan nilai p sebesar 0,000 dan nilai Exp(B) sebesar 0,551. Ini menunjukkan bahwa pengembangan sumber daya kesehatan memberikan peluang 0,55 kali untuk memengaruhi motivasi kerja. Perlu dicatat, di antara ketiga faktor yang dipelajari, pengembangan personel menonjol sebagai penentu motivasi kerja yang paling berpengaruh dibandingkan dengan pemanfaatan dan perencanaan. Sebagai poin terakhir, pemerintah daerah, pusat kesehatan masyarakat, dan kantor kesehatan harus menunjukkan komitmen yang tinggi terhadap alokasi anggaran. Pendanaan ini diperlukan untuk mensosialisasikan indikator kinerja dan melakukan pelatihan profesional yang berfokus pada perencanaan, implementasi, pemantauan, dan evaluasi.
Berdasarkan analisis data, perencanaan tidak secara langsung memengaruhi motivasi kerja personel kesehatan.Namun, pemanfaatan dan pengembangan profesional memiliki hubungan yang signifikan dengan motivasi kerja.Pengembangan personel merupakan faktor paling berpengaruh dalam meningkatkan motivasi kerja dibandingkan pemanfaatan dan perencanaan.Oleh karena itu, pemerintah daerah, pusat kesehatan masyarakat, dan kantor kesehatan perlu meningkatkan alokasi anggaran untuk mensosialisasikan indikator kinerja dan melaksanakan pelatihan profesional yang berfokus pada perencanaan, implementasi, pemantauan, dan evaluasi.
Berdasarkan temuan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi dampak faktor-faktor kualitatif, seperti kepemimpinan dan budaya organisasi, terhadap motivasi kerja personel kesehatan. Hal ini penting karena faktor-faktor tersebut seringkali diabaikan dalam penelitian kuantitatif. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model perencanaan sumber daya manusia yang lebih komprehensif, yang tidak hanya mempertimbangkan aspek kuantitatif, tetapi juga aspek kualitatif, seperti kompetensi dan kebutuhan pelatihan. Model ini dapat membantu pemerintah daerah dalam merencanakan dan mengelola sumber daya kesehatan secara lebih efektif. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk menguji efektivitas berbagai intervensi, seperti program mentoring dan pelatihan kepemimpinan, dalam meningkatkan motivasi kerja personel kesehatan. Hasil penelitian ini dapat memberikan informasi yang berharga bagi pemerintah daerah dalam merancang program-program pengembangan sumber daya manusia yang tepat sasaran.
| File size | 341.01 KB |
| Pages | 12 |
| DMCA | Report |
Related /
NURSCIENCEINSTITUTENURSCIENCEINSTITUTE Demikian pula dengan loyalitas merek yang memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap niat membeli kembali produk Fore Coffee di Indonesia. HasilDemikian pula dengan loyalitas merek yang memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap niat membeli kembali produk Fore Coffee di Indonesia. Hasil
STTAASTTAA Konselor perlu memberikan dukungan penuh dan semangat yang terus terpancar, serta melibatkan keluarga, gereja, dan masyarakat dalam proses pendampingan.Konselor perlu memberikan dukungan penuh dan semangat yang terus terpancar, serta melibatkan keluarga, gereja, dan masyarakat dalam proses pendampingan.
BMABERSAMABMABERSAMA Job description yang well-designed berfungsi sebagai performance roadmap yang membantu karyawan fokus pada aktivitas-aktivitas yang value-adding dan menghindariJob description yang well-designed berfungsi sebagai performance roadmap yang membantu karyawan fokus pada aktivitas-aktivitas yang value-adding dan menghindari
EJURNALILMIAHEJURNALILMIAH Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemasaran syariah digital yang diterapkan oleh PT Auva Eqtena Nahdha (Auva Tour) dalam menarik minatPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemasaran syariah digital yang diterapkan oleh PT Auva Eqtena Nahdha (Auva Tour) dalam menarik minat
MANDALANURSAMANDALANURSA Kerangka konseptual mengidentifikasi pemasaran kewirausahaan yang mencakup proaktif, inovasi, pengambilan risiko terukur, orientasi peluang, dan fokusKerangka konseptual mengidentifikasi pemasaran kewirausahaan yang mencakup proaktif, inovasi, pengambilan risiko terukur, orientasi peluang, dan fokus
UADUAD Hasil menunjukkan banyaknya faktor yang mempengaruhi kesadaran akan merek itu sendiri dari coffee shop lokal yang berada di Bandung faktor yang mempengaruhiHasil menunjukkan banyaknya faktor yang mempengaruhi kesadaran akan merek itu sendiri dari coffee shop lokal yang berada di Bandung faktor yang mempengaruhi
APPISIAPPISI Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan tiga aspek utama dari pengalaman menikmati kudapan tradisional Surabi di sejumlah tempat di sepanjang JalanPenelitian ini bertujuan untuk membandingkan tiga aspek utama dari pengalaman menikmati kudapan tradisional Surabi di sejumlah tempat di sepanjang Jalan
UMUM Procrastination at Work Scale (PAWS) adalah sebuah instrumen yang dapat digunakan untuk mengukur tingkat prokrastinasi yang terjadi pada karyawan. ProkrastinasiProcrastination at Work Scale (PAWS) adalah sebuah instrumen yang dapat digunakan untuk mengukur tingkat prokrastinasi yang terjadi pada karyawan. Prokrastinasi
Useful /
UNIGOUNIGO Metode yang digunakan adalah Spatial Autoregressive Combined (SAC) dengan pendekatan Fixed Effects Model (FEM). Hasil uji Morans I menunjukkan adanya autokorelasiMetode yang digunakan adalah Spatial Autoregressive Combined (SAC) dengan pendekatan Fixed Effects Model (FEM). Hasil uji Morans I menunjukkan adanya autokorelasi
UMUM Melalui metode confirmatory factor analysis (CFA), instrumen tersebut mengalami modifikasi, sehingga menghasilkan instrumen akhir yang terdiri dari delapanMelalui metode confirmatory factor analysis (CFA), instrumen tersebut mengalami modifikasi, sehingga menghasilkan instrumen akhir yang terdiri dari delapan
UMUM Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh grit dan dukungan orangtua terhadap pengambilan keputusan karier. Sebanyak 187 siswa berpartisipasiPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh grit dan dukungan orangtua terhadap pengambilan keputusan karier. Sebanyak 187 siswa berpartisipasi
UMUM Penelitian ini menyimpulkan bahwa work-family conflict dan workplace well-being secara signifikan memengaruhi kinerja karyawan.meskipun work-family conflictPenelitian ini menyimpulkan bahwa work-family conflict dan workplace well-being secara signifikan memengaruhi kinerja karyawan.meskipun work-family conflict