UMUM
Jurnal Pendidikan Geografi: Kajian, Teori, dan Praktek dalam Bidang Pendidikan dan Ilmu GeografiJurnal Pendidikan Geografi: Kajian, Teori, dan Praktek dalam Bidang Pendidikan dan Ilmu GeografiTujuan penelitian ini adalah untuk memberikan informasi menyeluruh kepada masyarakat di Kecamatan Cendana mengenai potensi lahan setempat untuk perkebunan kelapa sawit. Masyarakat diharapkan mampu mengidentifikasi wilayah-wilayah yang cocok dijadikan perkebunan sawit berdasarkan interpretasi peta jenis tanah. Langkah yang ditempuh dalam memecahkan masalah pada kegiatan ini adalah melakukan kerjasama dengan Instansi terkait di Kecamatan Cendana Kabupaten Enrekang, yakni Kepala Kecamatan serta tokoh masyarakat dan para warga setempat dalam pengenalan penggunaan lahan yang ada di Kecamatan Cendana, melakukan kegiatan pendataan dan pengenalan dalam mengidentifikasi beberapa permasalahan penggunaan lahan yang terdapat di sekitar wilayah penelitian, agar mampu disinergiskan dengan tujuan atau sasaran dari pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat, dan melakukan praktik aplikasi peta tematik, dalam hal ini peta jenis tanah, untuk keperluan identifikasi wilayah berpotensi untuk perkebunan kelapa sawit. Hasil yang diperoleh dalam kegiatan ini menunjukkan bahwa ada sebagian besar lahan berpotensi cocok untuk budidaya kelapa sawit di Kecamatan Cendana Kabupaten Enrekang. Lanjut pada beberapa data yang menunjukkan bahwa pengetahuan masyarakat masih sangat kurang mengenai potensi lahan terhadap perkebunan kelapa sawit. Hal tersebut ditunjukkan dengan jumlah dan luasan lahan perkebunan kelapa sawit yang sedikit terdapat di Kecamatan Cendana, kondisi lahan yang tidak terawat baik meskipun sudah ditanami kelapa sawit. Masyarakat melalui pemerintah setempat, diberikan pengetahuan melalui aplikasi peta tematik jenis tanah dalam mengidentifikasi lahan berpotensi untuk perkebunan kelapa sawit.
Tahap ini mencakup pelaksanaan dan analisis survei lapangan dari lokasi prioritas yang diidentifikasi dalam tahap I, untuk memastikan atau mengeliminasi lokasi yang berpotensi cocok.Dalam tahap II, keseluruhan aspek yang digunakan dalam menganalisis serta mengidentifikasi, seperti aspek topografi, jenis tanah, geologi dan iklim turut mendukung lahan berpotensi cocok di Kecamatan Cendana sebagai lahan perkebunan sawit.Di setiap lokasi, tim lapangan mengumpulkan foto-foto arah penunjuk dengan koordinat GPS dan melakukan survei berdasarkan informasi yang dikumpulkan melalui observasi langsung di lapangan dan wawancara dengan warga setempat, termasuk Kepala Kecamatan Cendana Kabupaten Enrekang bernama Bapak Drs., bertempat di Kantor Kecamatan Cendana Kabupaten Enrekang.Analisis dan identifikasi tersebut kemudian diinformasikan pejabat pemerintah dalam menilai pilihan kebijakan untuk penggunaan lahan berkelanjutan.Langkah pertama dari proses ini, mengklasifikasikan luas total sekitar 100 hektar lahan berpotensi cocok di Kecamatan Cendana Kabupaten Enrekang.Sebagai perbandingan, para ahli telah memperkirakan antara 3 sampai 7 juta hektar lahan akan digunakan untuk ekspansi perkebunan kelapa sawit di seluruh Indonesia pada tahun 2020.Penilaian lapangan diperlukan untuk memastikan menerima atau menolak potensi kecocokan tiap lokasi.
Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi lebih mendalam mengenai parameter fisik, kimia, dan biologi lahan di Kecamatan Cendana Kabupaten Enrekang. Selain itu, perlu juga dilakukan analisis lebih lanjut mengenai potensi lahan untuk perkebunan kelapa sawit di wilayah lain di Indonesia, terutama di daerah-daerah yang memiliki karakteristik tanah dan iklim yang serupa dengan Kecamatan Cendana. Dengan demikian, dapat diperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai potensi lahan untuk perkebunan kelapa sawit di seluruh Indonesia. Selain itu, penelitian lanjutan juga dapat fokus pada aspek sosial dan ekonomi, seperti mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi pengetahuan dan partisipasi masyarakat dalam pengembangan perkebunan kelapa sawit, serta strategi-strategi yang dapat diterapkan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sumber daya lahan secara berkelanjutan.
| File size | 277.03 KB |
| Pages | 10 |
| DMCA | Report |
Related /
CEREDINDONESIACEREDINDONESIA Temuan ini menekankan peran penting manajemen lahan berkelanjutan dan perencanaan spasial dalam mengurangi dampak negatif perubahan tutupan lahan. StudiTemuan ini menekankan peran penting manajemen lahan berkelanjutan dan perencanaan spasial dalam mengurangi dampak negatif perubahan tutupan lahan. Studi
UNJUNJ Secara umum, redistribusi tanah mendukung penghidupan berkelanjutan, meski penguatan pelatihan, permodalan, dan kelembagaan lokal masih dibutuhkan. ProgramSecara umum, redistribusi tanah mendukung penghidupan berkelanjutan, meski penguatan pelatihan, permodalan, dan kelembagaan lokal masih dibutuhkan. Program
UNNARUNNAR Sebagai tanggapan terhadap tantangan ini, Praktik Pengelolaan Lahan Berkelanjutan (SLM) telah muncul sebagai alat penting dalam memerangi desertifikasiSebagai tanggapan terhadap tantangan ini, Praktik Pengelolaan Lahan Berkelanjutan (SLM) telah muncul sebagai alat penting dalam memerangi desertifikasi
IPBIPB Bobot kriteria dihitung menggunakan analytic network process (ANP), menghasilkan peta risiko banjir dan kelas kesesuaian lahan untuk pangan lokal. PertimbanganBobot kriteria dihitung menggunakan analytic network process (ANP), menghasilkan peta risiko banjir dan kelas kesesuaian lahan untuk pangan lokal. Pertimbangan
STAIYASBALAMSELSTAIYASBALAMSEL Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif yang dipadukan dengan analisis kuantitatif sederhana melalui regresi linier, melibatkan 120 respondenPenelitian dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif yang dipadukan dengan analisis kuantitatif sederhana melalui regresi linier, melibatkan 120 responden
UMSUMS Peta tutupan lahan menggunakan hamburan balik gamma menghasilkan akurasi keseluruhan dan koefisien kappa sebesar 87,69231% dan 0,846154. Sementara denganPeta tutupan lahan menggunakan hamburan balik gamma menghasilkan akurasi keseluruhan dan koefisien kappa sebesar 87,69231% dan 0,846154. Sementara dengan
UNHASUNHAS Ini ditandai dengan transformasi teknologi dan interkoneksi yang luas. Dalam konteks ini, penerapan nilai-nilai kearifan lokal dalam konservasi sumberIni ditandai dengan transformasi teknologi dan interkoneksi yang luas. Dalam konteks ini, penerapan nilai-nilai kearifan lokal dalam konservasi sumber
UNILAUNILA Penelitian ini menyimpulkan bahwa proporsi hutan negara, hutan rakyat, sawah, lahan terbuka, kemiskinan, keluarga prasejahtera, dan pertumbuhan ekonomiPenelitian ini menyimpulkan bahwa proporsi hutan negara, hutan rakyat, sawah, lahan terbuka, kemiskinan, keluarga prasejahtera, dan pertumbuhan ekonomi
Useful /
IPBIPB Serangan hama serta wabah penyakit merupakan faktor ancaman yang berdampak pada hilangnya nilai ekonomi. Aspek sosial penting dalam keberlanjutan adalahSerangan hama serta wabah penyakit merupakan faktor ancaman yang berdampak pada hilangnya nilai ekonomi. Aspek sosial penting dalam keberlanjutan adalah
IPBIPB Penelitian ini mengeksplorasi potensi produksi Mocaf di Desa Sindangsuka, Garut, untuk memperkuat ketahanan pangan, mengurangi stunting pada anak, danPenelitian ini mengeksplorasi potensi produksi Mocaf di Desa Sindangsuka, Garut, untuk memperkuat ketahanan pangan, mengurangi stunting pada anak, dan
IPBIPB Studi ini menunjukkan bahwa teknologi e-learning mampu meningkatkan kualitas proses belajar-mengajar di institusi pendidikan. Hasil penelitian menunjukkanStudi ini menunjukkan bahwa teknologi e-learning mampu meningkatkan kualitas proses belajar-mengajar di institusi pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan
UGMUGM 8946C>T dan g. 8956G>A. Tiga genotip ditemukan pada SNP g. 8946C>T yaitu CC, CT, dan TT, sementara SNP g. 8956G>A yang baru ditemukan dua genotip (GG dan8946C>T dan g. 8956G>A. Tiga genotip ditemukan pada SNP g. 8946C>T yaitu CC, CT, dan TT, sementara SNP g. 8956G>A yang baru ditemukan dua genotip (GG dan