UNISMUHUNISMUH

Kolaborasi : Jurnal Administrasi PublikKolaborasi : Jurnal Administrasi Publik

Urbanisasi dan pertumbuhan penduduk di Indonesia memperparah masalah mobilitas, khususnya kemacetan lalu lintas dan ketidakefisienan transportasi publik. Konsep mobilitas cerdas, yang tertanam di dalam kerangka kota pintar, muncul sebagai strategi berbasis teknologi dan kebijakan. Penelitian ini meneliti dampak sosial transformasi digital pada mobilitas perkotaan di kota besar Indonesia dengan memanfaatkan indikator mobilitas cerdas yang diajukan oleh Giffinger, meliputi aksesibilitas lokal, aksesibilitas (inter)nasional, ketersediaan infrastruktur ICT, serta sistem transportasi yang berkelanjutan, inovatif, dan aman. Metode penelitian kualitatif digunakan, menganalisis 179 artikel berita online dan publikasi akademik yang relevan. Temuan menunjukkan bahwa transformasi mobilitas digital secara signifikan memengaruhi perilaku sosial, meningkatkan inklusivitas layanan transportasi, dan memperbaiki kualitas hidup warga kota. Kota-kota seperti Jakarta, Surabaya, dan Semarang memperlihatkan implementasi pintar yang lebih maju, sementara daerah lain masih menghadapi hambatan infrastruktur, literasi digital, dan kurangnya kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta. Meskipun terdapat kemajuan, tantangan ketimpangan digital dan integrasi kelembagaan tetap menjadi hambatan utama. Penelitian ini menekankan bahwa kesuksesan inisiatif mobilitas cerdas bergantung pada kesiapan teknologi, kapasitas kelembagaan, akses yang adil, dan partisipasi aktif masyarakat.

Transformasi digital dalam mobilitas perkotaan menghasilkan pergeseran signifikan dalam sistem transportasi, mempercepat aksesibilitas, mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi, dan meningkatkan kualitas hidup.Namun, kemajuan tersebut tidak merata karena keterbatasan infrastruktur, keterjangkauan teknologi, dan kesiapan kelembagaan.Selain itu, mobilitas cerdas mengubah interaksi sosial, namun juga menimbulkan ketimpangan digital yang perlu diatasi melalui partisipasi publik dan kebijakan inklusif.

Kaji dampak jangka panjang penggunaan kendaraan listrik di kota-kota kecil setelah penerapan sistem charging point; ungkap seberapa banyak pelanggan memanfaatkan aplikasi transportasi digital melalui survei pemahaman dan literasi digital di daerah pinggiran; analisis faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi masyarakat dalam pengembangan kebijakan mobilitas cerdas melalui studi kasus kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan komunitas di kota-tengah.

  1. Penerapan Manajemen Fasilitas dan Smart Mobility di PT. Kereta Api Indonesia (Persero) | Midiyanti |... doi.org/10.12962/j26151847.v4i1.6834Penerapan Manajemen Fasilitas dan Smart Mobility di PT Kereta Api Indonesia Persero Midiyanti doi 10 12962 j26151847 v4i1 6834
  2. Pengembangan Transportasi Publik Berbasis Smart Mobility Di Kota Makassar | FisiPublik: Jurnal Ilmu Sosial... ojs.uwgms.ac.id/index.php/fisipublik/article/view/AWRPengembangan Transportasi Publik Berbasis Smart Mobility Di Kota Makassar FisiPublik Jurnal Ilmu Sosial ojs uwgms ac index php fisipublik article view AWR
  3. EFEKTIVITAS PENERAPAN SMART MOBILITY DI KOTA BOGOR BERDASARKAN PERSEPSI MASYARAKAT | Jurnal Perencanaan... doi.org/10.35472/jppk.v4i2.1724EFEKTIVITAS PENERAPAN SMART MOBILITY DI KOTA BOGOR BERDASARKAN PERSEPSI MASYARAKAT Jurnal Perencanaan doi 10 35472 jppk v4i2 1724
  4. DOI Name 10.3390 Values. name values index type timestamp data serv crossref desc prefix mdpi email admin... doi.org/10.3390DOI Name 10 3390 Values name values index type timestamp data serv crossref desc prefix mdpi email admin doi 10 3390
Read online
File size543.92 KB
Pages19
DMCAReport

Related /

ads-block-test