UNSURYAUNSURYA

JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRIJURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI

Dalam proses distribusi energi listrik dari pembangkit listrik sampai ke pelanggan, ada perbedaan antara energi yang dihasilkan dan energi yang diterima oleh pengguna selama distribusi energi listrik dari pembangkit listrik ke konsumen. Ketidaksesuaian ini disebut sebagai susut energi (losses). Energi listrik yang hilang selama proses transmisi dari pembangkit listrik ke konsumen disebut sebagai susut energi. Susut energi dibagi menjadi dua kategori: susut teknis dan susut non-teknis. Susut teknis adalah energi listrik yang hilang akibat faktor teknis seperti trafo, alat ukur, dan resistansi jaringan.. . Panjang jaringan tegangan rendah adalah salah satu dari banyak variabel yang berkontribusi terhadap kehilangan energi ini. Jaringan tegangan rendah adalah sistem listrik yang menyuplai konsumen dengan listrik dari gardu distribusi. Semakin panjang jaringan tegangan rendah, semakin besar kerugian teknis yang terjadi karena resistansi meningkat seiring bertambahnya panjang jaringan.. . Penelitian ini menganalisis pengaruh panjang jaringan tegangan rendah terhadap susut teknis di PT PLN (Persero) daerah Cawang. Ditemukan bahwa jaringan dengan panjang 452 meter memiliki jatuh tegangan sebesar 179,78 volt pada tegangan ujungnya. Jatuh tegangan yang signifikan ini disebabkan oleh tidak adanya perhitungan beban yang tepat pada tahap perencanaan awal. Untuk mengurangi susut teknis, perencanaan yang cermat dan estimasi beban yang akurat sangat penting. Dengan demikian, dapat ditentukan panjang jaringan tegangan rendah yang optimal guna meminimalkan susut teknis.

Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa nilai tegangan berbanding terbalik dengan panjang jaringan, dimana semakin panjang jaringan tegangan rendah maka akan semakin besar resistansinya dan semakin besar resistansinya maka akan semakin besar susut teknis (losses) yang terjadi.Standar mutu tegangan adalah ( 5%,-10%) yaitu minimal adalah 342 V untuk phase phase, atau 198 V untuk phase netral.Salah satu penyebab jaringan tegangan rendah (JTR) yang terlalu panjang adalah karena pada saat perencanaan dan pembangunan awal jaringan, pengaruh panjang jaringan terhadap susut teknis kurang diperhatikan.

Berdasarkan temuan penelitian ini, beberapa arah penelitian lanjutan dapat dieksplorasi untuk meningkatkan efisiensi dan keandalan jaringan distribusi listrik. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengembangkan model prediktif yang lebih akurat untuk memperkirakan susut teknis berdasarkan berbagai parameter jaringan, termasuk panjang jaringan, penampang kabel, dan beban puncak. Model ini dapat membantu PLN dalam perencanaan jaringan yang lebih optimal dan mengurangi kerugian energi. Kedua, studi komparatif dapat dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas berbagai teknologi mitigasi kerugian, seperti penggunaan kabel konduktor suhu tinggi atau pemasangan kapasitor untuk kompensasi daya reaktif. Penelitian ini dapat memberikan wawasan tentang solusi yang paling hemat biaya dan efektif untuk mengurangi susut teknis. Ketiga, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan strategi manajemen beban yang cerdas untuk mengurangi beban puncak dan meningkatkan pemanfaatan kapasitas jaringan. Hal ini dapat melibatkan penerapan teknologi smart grid dan insentif bagi pelanggan untuk menggeser konsumsi energi mereka ke periode di luar jam sibuk, sehingga mengurangi tekanan pada jaringan dan meminimalkan kerugian energi.

Read online
File size432.25 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test