UNSURYAUNSURYA

JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRIJURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI

Akuaponik merupakan sistem budidaya terpadu yang menggabungkan akuakultur dan hidroponik dalam satu siklus resirkulasi air tertutup. Keberhasilan sistem ini sangat bergantung pada kualitas dan kestabilan air, terutama tingkat kekeruhan dan volume air. Air yang keruh dapat membahayakan ikan, sedangkan penurunan volume air berisiko merusak pompa. Penelitian ini bertujuan merancang Sistem Smart Aquaponics berbasis ESP32 dengan fitur otomasi pengurasan air dan pengisian ulang otomatis. Sistem menggunakan sensor turbidity untuk mendeteksi tingkat kekeruhan air dalam satuan NTU dan sensor ultrasonik HC‑SR04 untuk memantau ketinggian air. Nilai kekeruhan dihitung dari selisih tegangan sensor dengan ambang batas NTU > 50 sebagai pemicu pengurasan air otomatis. Sensor ultrasonik bekerja dengan mengukur jarak permukaan air, dengan batas aman ≤ 25 cm sebagai batas kuras air apabila jarak melebihi nilai tersebut, pompa pengisian akan aktif secara otomatis. Metode penelitian menggunakan perancangan prototipe dengan logika kontrol berbasis threshold tanpa algoritma kecerdasan buatan. Hasil pengujian menunjukkan sistem mampu mendeteksi kekeruhan dan level air secara akurat, serta menjaga kestabilan air secara mandiri. Sistem monitoring berbasis IoT melalui Telegram memungkinkan pemantauan kondisi akuaponik secara real‑time.

Prototipe sistem akuaponik cerdas berbasis ESP32 berhasil dikembangkan dan dapat menjalankan otomasi pergantian air secara efektif.Sistem menggabungkan sensor turbidity dan ultrasonik untuk memicu pengurasan dan pengisian ulang berdasarkan threshold 50 NTU dan 25 cm, menjaga kestabilan ekosistem tanpa intervensi manual.Fitur IoT melalui Telegram memfasilitasi pemantauan real‑time dan kontrol jarak jauh, menunjukkan bahwa logika kontrol sederhana cukup praktis bagi pengguna non‑teknis.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi penerapan algoritma pembelajaran mesin untuk menyesuaikan ambang batas kekeruhan secara dinamis, sehingga sistem dapat menanggapi perubahan kondisi secara lebih akurat tanpa intervensi manual. Selain itu, studi tentang skalabilitas sistem pada aplikasi akuaponik rumah tangga atau skala menengah menyediakan wawasan tentang kebutuhan daya, biaya, dan pemeliharaan dalam konteks yang lebih luas. Penambahan sensor tambahan seperti CO2 dan pH dapat meningkatkan pemantauan kualitas air secara holistik, memungkinkan penyesuaian nutrisi tanaman secara otomatis. Memadukan data sensor ini ke dalam platform Telegram atau aplikasi mobile dapat memberikan visualisasi real‑time yang lebih kaya bagi pengguna non‑teknis. Dengan tiga arah penelitian di atas, pengembangan sistem akan menjadi lebih adaptif, efisien, dan mudah diadopsi di berbagai lingkungan pertanian. Penelitian juga dapat membandingkan performa sistem ini dengan solusi berbasis mikrokontroler lain seperti NodeMCU atau Raspberry Pi untuk menentukan platform paling efisien secara biaya dan energi. Hasil perbandingan ini akan membantu petani memilih teknologi yang sesuai dengan kapasitas ekonomi dan infrastruktur lokal.

  1. [2601.08484] An IoT-Enabled Smart Aquarium System for Real-Time Water Quality Monitoring and Automated... doi.org/10.48550/arXiv.2601.084842601 08484 An IoT Enabled Smart Aquarium System for Real Time Water Quality Monitoring and Automated doi 10 48550 arXiv 2601 08484
  2. Design of a Real-Time Monitored Aquaponics System for Sustainable Agriculture and Enhanced Food Security... doi.org/10.47772/IJRISS.2025.910000499Design of a Real Time Monitored Aquaponics System for Sustainable Agriculture and Enhanced Food Security doi 10 47772 IJRISS 2025 910000499
Read online
File size538.71 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test