UNITY ACADEMYUNITY ACADEMY

Jurnal Ilmu Komputer dan Sistem InformasiJurnal Ilmu Komputer dan Sistem Informasi

Penggunaan aplikasi pada anak tingkat sekolah dasar sudah berdampak buruk dikarenakan kecanduan dalam bermain game online, sosial media dan menghabiskan waktunya hanya dengan bermain aplikasi pada smartphone tersebut. Permasalahan pada penelitian ini adalah akibat buruk dari suatu aplikasi pada smartphone untuk anak tingkat sekolah dasar. Masa pandemi sekarang ini smartphone adalah alat yang digunakan oleh anak dalam proses belajar, kebanyakan anak jaman sekarang banyak anak di bawah umur yang menyalahgunakan sebuah aplikasi yang ada pada smartphone tersebut, yang mengakibatkan mereka tidak lagi fokus dalam belajar melainkan kecanduan dalam menggunakan smartphone yaitu karena aplikasi yang disenangi mereka, akibatnya mereka malas belajar. Maka dari itu penulis merancang sebuah sistem pendukung keputusan tentang analisis perbandingan menggunakan dua metode yaitu metode WASPAS dan AHP dengan kriteria yang ditentukan. Kedua metode dibandingkan untuk mengetahui metode yang mana yang lebih efektif, mudah dan cepat dalam proses perhitungan yang dapat membantu dalam menentukan aplikasi pada smartphone yang baik digunakan untuk anak di tingkat SD.

Metode WASPAS dan AHP memiliki perbedaan dalam pendekatan perhitungan, di mana WASPAS menggunakan pembobotan dan AHP menggunakan perbandingan berpasangan berdasarkan nilai prioritas.Dalam proses perhitungan manual, metode WASPAS lebih cepat, efisien, dan memiliki langkah yang lebih singkat dibandingkan AHP.Meskipun prosesnya berbeda, kedua metode menghasilkan perangkingan alternatif aplikasi yang sama, yaitu aplikasi permainan dengan nilai tertinggi dipilih sebagai yang terbaik untuk anak SD.

Pertama, perlu dilakukan penelitian komparasi metode sistem pendukung keputusan seperti WASPAS dan AHP pada konteks lain di luar pemilihan aplikasi smartphone untuk anak SD, misalnya dalam pemilihan media pembelajaran digital atau platform edukasi, agar dapat dievaluasi konsistensi dan fleksibilitas kedua metode dalam ranah pendidikan yang lebih luas. Kedua, peneliti dapat mengembangkan studi dengan menambahkan kriteria yang lebih kompleks dan spesifik, seperti aspek psikologis anak, durasi penggunaan harian, konten berbasis kurikulum, atau faktor keamanan privasi, untuk melihat sejauh mana penambahan kriteria ini memengaruhi akurasi dan keandalan hasil perangkingan dari kedua metode. Ketiga, diperlukan penelitian yang merancang aplikasi yang tidak hanya menarik secara tampilan namun juga dirancang berdasarkan prinsip pengambilan keputusan sistematis, di mana proses WASPAS atau AHP diintegrasikan langsung ke dalam aplikasi sebagai alat rekomendasi, sehingga orang tua atau pendidik dapat memilih aplikasi edukatif secara real-time dan objektif sesuai kebutuhan perkembangan anak.

Read online
File size360.89 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test