UNITY ACADEMYUNITY ACADEMY

Jurnal Ilmu Komputer dan Sistem InformasiJurnal Ilmu Komputer dan Sistem Informasi

Kinerja pegawai yang mendapatkan bonus adalah salah satu syarat yang digunakan untuk perusahaan menunjang kinerja pegawai, serta mengevaluasi hasil kerja, serta memotivasi pegawai lain untuk giat bekerja. Selain untuk menilai hasil kerja pegawai sesuai standar perusahaan, evaluasi kerja pada suatu organisasi atau perusahaan biasanya dijadikan menjadi tolak ukur bagi perusahaan untuk mengeluarkan bonus kepada pegawai. Masalah dipenelitian ini beban kerja yang berlebihan pada beberapa Pegawai mengakibatkan stres yang berujung pada kinerja yang buruk. Proses penelitian ini menggunakan sistem pendukung keputusan untuk menentukan dan memilih kinerja pegawai yang mendapatkan bonus, Proses SPK melalui kriteria dan bobot yg digunakan yaitu kehadiran (25%), sikap/etika (20%), kedisiplinan waktu (25%), kreatifitas (15%), dan hasil kerja (15%). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja pegawai yang diberi reward menggunakan metode direct weighting (SAW) untuk sistem pendukung keputusan kinerja pegawai.

Berdasarkan temuan penelitian ini, dapat ditarik kesimpulan bahwa metode SAW dalam kinerja pegawai perdagangan luar negeri melalui perhitungan bobot kriteria dan alternatif didapatkan bahwa mempunyai nilai terbesar dengan Alternatif pegawai yang direkomendasikan dipilihnya sebagai yang terbaik dan yang dapat bonus di disperindag.Pada metode SAW hasil perangkingan untuk peringkat pertama Pegawai 4 dengan nilai 1 , Dan di peringkat kedua Pegawai 5 dengan nilai 0,95 dan di peringkat ketiga Pegawai 1 dengan nilai 0,86 dan di peringkat Keempat Pegawai 3 dengan Nilai 0,81 dan di peringkat terakhir Pegawai 2 dengan nilai 0,66.

Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat memperluas cakupan variabel yang mempengaruhi kinerja pegawai, seperti faktor lingkungan kerja, kepuasan kerja, dan pelatihan yang relevan. Hal ini bertujuan untuk memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai faktor-faktor yang berkontribusi terhadap kinerja pegawai. Kedua, penelitian dapat mengkaji efektivitas metode SAW dalam konteks yang berbeda, misalnya pada sektor industri lain atau dengan mempertimbangkan kriteria penilaian yang berbeda. Dengan demikian, dapat diketahui sejauh mana metode SAW dapat diadaptasi dan diterapkan dalam berbagai situasi. Ketiga, penelitian dapat mengembangkan model sistem pendukung keputusan yang lebih canggih, misalnya dengan mengintegrasikan teknik machine learning untuk memprediksi kinerja pegawai berdasarkan data historis dan faktor-faktor relevan lainnya. Integrasi ini diharapkan dapat meningkatkan akurasi dan efisiensi dalam proses pengambilan keputusan terkait kinerja pegawai.

  1. OSF. osf osf.io/bupme_v1OSF osf osf io bupme v1
  2. PENGARUH INSENTIF TERHADAP KINERJA KARYAWAN DENGAN MOTIVASI SEBAGAI VARIABEL MODERASI (Studi pada Agen... doi.org/10.22219/jmb.v7i2.7008PENGARUH INSENTIF TERHADAP KINERJA KARYAWAN DENGAN MOTIVASI SEBAGAI VARIABEL MODERASI Studi pada Agen doi 10 22219 jmb v7i2 7008
  3. Sistem Pendukung Keputusan Menentukan Matakuliah Pilihan pada Kurikulum Berbasis KKNI Menggunakan Metode... jurnal.unived.ac.id/index.php/jmi/article/view/435Sistem Pendukung Keputusan Menentukan Matakuliah Pilihan pada Kurikulum Berbasis KKNI Menggunakan Metode jurnal unived ac index php jmi article view 435
Read online
File size736.62 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test