METROMETRO

Akademika : Jurnal Pemikiran IslamAkademika : Jurnal Pemikiran Islam

Artikel ini bertujuan untuk menganalisis konsep Insan Kamil Abdurrauf Singkel untuk menjawab masalah izin seks, childfree, dan alam serta asuhan yang sering muncul dalam masyarakat urban. Masalah-masalah ini merupakan fenomena umum dalam masyarakat urban kontemporer akibat gaya hidup materialistis dan pengejaran tujuan duniawi dengan menolak fitrah sejati mereka. Konsep Sufisme tentang Insan Kamil menggambarkan manusia ideal dari setiap perspektif—yaitu, manusia ideal sebagaimana adanya menurut kodratnya. Konsep manusia sempurna ini akan menjadi penawar bagi ketiga masalah di atas, yang masing-masing merupakan penyimpangan dari esensi kodrat manusia. Penelitian ini merupakan penelitian pustaka kualitatif yang menganalisis data menggunakan metode deskriptif analitis. Studi ini menyimpulkan bahwa, pertama dan terutama, semua masalah ini berasal dari akar penyebab yang sama yaitu penolakan terhadap kodrat manusia. Sebagai konsep manusia sempurna, Insan Kamil adalah manifestasi pencapaian puncak kemanusiaan berdasarkan kodrat manusia yang sejati. Insan Kamil juga merupakan kondisi perbudakan dalam derajat tertinggi atau ihsan. Oleh karena itu, konsep ini relevan untuk mengatasi akar masalah izin seks, childfree, dan alam serta asuhan yang berasal dari penolakan terhadap kodrat seseorang.

Dari pembahasan di atas, dapat disimpulkan bahwa Abdurrauf Singkel telah mendalami isu Insan Kamil.Ia mengeksplorasi mulai dari definisi, hierarki, esensi, dan jalan menuju manusia sempurna.Dari empat sub-diskusi ini, dapat dipahami bahwa Insan Kamil adalah bentuk manusia terbaik karena memanifestasikan asma dan sifat Allah.Selain itu, manusia dalam kondisi terbaik akan menjadi manusia yang adil, atau seseorang yang menempatkan segala sesuatu pada tempatnya.Dengan demikian, masalah izin seks, childfree, dan alam serta asuhan yang dihadapi masyarakat urban kontemporer dapat dikurangi bahkan diatasi dengan mengimplementasikan konsep dan filosofi Insan Kamil.

Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi bagaimana konsep Insan Kamil dapat diimplementasikan dalam konteks pendidikan karakter untuk membentuk generasi muda yang memiliki moralitas tinggi dan menjunjung tinggi nilai-nilai luhur. Hal ini penting mengingat tantangan moral yang semakin kompleks di era globalisasi. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada analisis komparatif antara konsep Insan Kamil dengan konsep-konsep serupa dalam tradisi kebudayaan lain, seperti konsep perfect human dalam agama Buddha atau konsep arete dalam filsafat Yunani. Tujuannya adalah untuk menemukan persamaan dan perbedaan, serta mengidentifikasi potensi sinergi untuk membangun nilai-nilai universal yang dapat diterima oleh berbagai budaya. Ketiga, penelitian dapat mengkaji bagaimana konsep Insan Kamil dapat menjadi landasan pengembangan model kepemimpinan yang beretika dan bertanggung jawab, khususnya dalam konteks pemerintahan dan organisasi sosial. Dengan demikian, diharapkan dapat terwujud kepemimpinan yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian tujuan, tetapi juga memperhatikan kesejahteraan masyarakat dan kelestarian lingkungan.

  1. jurnalptiq.com. jurnalptiq click enter doi.org/10.36671/mumtaz.v3i1jurnalptiq jurnalptiq click enter doi 10 36671 mumtaz v3i1
  2. Epistemé: Jurnal Pengembangan Ilmu Keislaman. islamic theology seventeenth century aceh epistem... ejournal.uinsatu.ac.id/index.php/epis/article/view/2690Epistemy Jurnal Pengembangan Ilmu Keislaman islamic theology seventeenth century aceh epistem ejournal uinsatu ac index php epis article view 2690
  3. Wahdat Al-Syuhud : Ahmad Sirhindi's Criticism on The Concept of Wahdat Al-Wujud Ibn 'Arabi... doi.org/10.18326/mlt.v6i2.5962Wahdat Al Syuhud Ahmad Sirhindis Criticism on The Concept of Wahdat Al Wujud Ibn Arabi doi 10 18326 mlt v6i2 5962
Read online
File size352.06 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test