METROMETRO

Akademika : Jurnal Pemikiran IslamAkademika : Jurnal Pemikiran Islam

Dengan perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat, dunia menjadi semakin terbuka. Hal ini menyebabkan masyarakat dunia terhubung dengan intensitas yang tinggi. Keberagaman budaya, keyakinan, dan praktik keagamaan menjadi semakin terbuka. Jika masyarakat tidak dididik tentang pentingnya kesadaran akan keberagaman, maka konflik dapat terjadi. Penelitian ini membahas pemikiran Moh. Qasim Mathar tentang isu-isu teologis kontemporer dan kontribusinya dalam membangun kesadaran teologis di kota Makassar. Metode pengumpulan data dilakukan melalui studi mendalam terhadap pemikiran-pemikirannya (analisis konten) yang diterbitkan secara berkala di media massa melalui kolom Jendela Langit di Koran Fajar, serta melalui wawancara mendalam dengan sejumlah narasumber. Hasil penelitian mengonfirmasi bahwa Qasim Mathar menawarkan wawasan berharga tentang pentingnya membangun teologi inklusif dan mempertahankan pluralisme di tengah masyarakat perkotaan untuk memastikan kehadiran harmoni dan coexistensi masyarakat perkotaan yang pluralistik, heterogen, dan dinamis. Penelitian ini juga mengungkapkan bagaimana pemikiran Qasim Mathar berkontribusi dalam menyajikan kesadaran teologis di tengah masyarakat perkotaan. Kehadiran ruang dialog keagamaan di beberapa institusi seperti di MUI, Program Pascasarjana, Komunitas Cadar Garis Lucu, Rumah Kajian Filsafat, dan Yayasan Pondok Pesantren Matahari adalah bukti nyata kontribusi Qasim Mathar terhadap masyarakat perkotaan. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa pemikiran Mathar menyediakan kerangka untuk memahami fleksibilitas dan ketahanan teologi dalam menghadapi tantangan modern, serta menekankan pentingnya mengkontekstualisasikan nilai-nilai agama dalam realitas sosio-kultural masyarakat perkotaan.

Qasim Mathar telah menawarkan model pemikiran teologis yang relevan dengan kondisi masyarakat perkotaan yang plural, heterogen, dan dinamis.Melalui tulisan-tulisannya di media massa, terutama dalam kolom Jendela Langit di Koran Fajar, Qasim Mathar secara konsisten menyuarakan pentingnya membangun teologi inklusif dan pluralisme yang mampu memeluk keberagaman.Gagasan-gagasannya tentang pluralisme dan religiositas humanistik tidak hanya normatif, tetapi juga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat perkotaan yang penuh tantangan sosial dan budaya.Pemikiran Mathar menjadi jembatan antara diskursus teologis tradisional dan kebutuhan spiritual masyarakat modern.Dia tidak hanya memprioritaskan doktrin, tetapi juga menghubungkan nilai-nilai agama dengan realitas sosial yang terus berkembang.Dalam konteks ini, kontribusinya tidak hanya dalam bentuk ide, tetapi juga dalam upaya membangun kesadaran teologis yang adaptif dan reflektif di masyarakat perkotaan.Kebangkitan kesadaran terhadap perbedaan dalam agama dan keyakinan, keterlibatan masyarakat dalam isu kemanusiaan dan lingkungan, serta kehadiran etika dalam masyarakat, adalah bentuk nyata kesadaran teologis.Menurutnya, teologi tidak boleh kaku, tetapi harus fleksibel dan terbuka agar dapat menjawab tantangan zaman tanpa kehilangan akar transendensinya.Penelitian ini menunjukkan bahwa media bukan hanya alat komunikasi, tetapi juga ruang teologis potensial untuk menyampaikan ide-ide keagamaan yang kontekstual.

Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, dan keterbatasan penelitian ini, berikut adalah saran-saran penelitian lanjutan:. . 1. Melakukan studi komparatif tentang pemikiran teologis kontemporer di berbagai kota di Indonesia, untuk memahami bagaimana isu-isu teologis ditangani dan diintegrasikan dalam masyarakat perkotaan yang beragam.. . 2. Menganalisis lebih lanjut kontribusi Qasim Mathar dalam membangun kesadaran teologis di Makassar, dengan fokus pada bagaimana pemikiran-pemikirannya diterapkan dalam praktik sehari-hari dan bagaimana hal itu mempengaruhi dinamika sosial di kota tersebut.. . 3. Menjelajahi dampak pendidikan yang dibangun oleh Qasim Mathar, seperti Yayasan Pondok Pesantren Matahari, dalam membentuk generasi muda yang memiliki pemahaman inklusif dan toleran terhadap keberagaman agama. Bagaimana pendidikan ini dapat menjadi model bagi institusi pendidikan lainnya dalam mempromosikan kesadaran teologis yang adaptif dan reflektif di masyarakat perkotaan.

  1. Isu-Isu Kontemporer Keagamaan : Islam dan Globalisasi | Karakter : Jurnal Riset Ilmu Pendidikan Islam.... doi.org/10.61132/karakter.v2i1.411Isu Isu Kontemporer Keagamaan Islam dan Globalisasi Karakter Jurnal Riset Ilmu Pendidikan Islam doi 10 61132 karakter v2i1 411
  2. Makassar City and Public Space Without Siri' and Pacce | Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora. makassar... doi.org/10.57248/jishum.v2i1.285Makassar City and Public Space Without Siri and Pacce Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora makassar doi 10 57248 jishum v2i1 285
  3. Reorientasi Kajian Teologi Islam: Ikhtiar Kontributif Atasi Problem Kekinian | Ulumuna. reorientasi kajian... ulumuna.or.id/index.php/ujis/article/view/204Reorientasi Kajian Teologi Islam Ikhtiar Kontributif Atasi Problem Kekinian Ulumuna reorientasi kajian ulumuna index php ujis article view 204
  4. Merawat Pluralisme dan Pendidikan Demokrasi di Indonesia: Kontribusi Komunitas Gusdurian di Kota Makassar... jurnal.ucm-si.ac.id/index.php/el-fata/article/view/63Merawat Pluralisme dan Pendidikan Demokrasi di Indonesia Kontribusi Komunitas Gusdurian di Kota Makassar jurnal ucm si ac index php el fata article view 63
Read online
File size235.65 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test