UBTUBT

Jurnal Harpodon BorneoJurnal Harpodon Borneo

Kota Tarakan memiliki potensi sumberdaya hayati laut yang melimpah seperti ikan, udang, rumput laut, bahkan ubur-ubur. Ubur-ubur merupakan salah satu komoditas perairan yang ditemukan hampir di seluruh Perairan Indonesia. Ubur-ubur berpotensi sebagai sumber pangan kaya gizi yang bernilai ekonomi tinggi, tetapi minimnya informasi tentang kandungan nutrisi ubur-ubur sehingga pemanfaatannya kurang optimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan proksimat ubur-ubur Rhizostoma pulmo segar dan kering. Metode penelitian ini menggunakan purposive sampling yaitu pengambilan sampel ubur-ubur (R. pulmo) di Perairan Pantai Amal Lama Tarakan. Tahapan yang dilakukan adalah preparasi sampel, perhitungan rendeman, dan analisis proksimat. Pengujian protein menggunakan metode semi kjeldahl, pengujian lemak menggunakan metode soxhlet, pengujian kadar air menggunakan metode gravimetri, pengukuran karbohidrat menggunakan metode by difference. Berdasarkan penelitian ini kandungan proksimat yang terdapat pada ubur-ubur segar dan kering terdiri dari kadar air 96,2%, kadar abu 1%, kadar protein 34,5%, kadar lemak 12,5%, kadar karbohidrat 47,9%. Kadar terdekat ubur-ubur kering 58,78% kadar air, kadar abu 11%, kadar protein 46,3%, kadar lemak 1,5% dan kadar karbohidrat 39,9%.

Komposisi kimia yang terdapat pada ubur-ubur segar meliputi air 96,2% bb, kadar abu 1% bk, kadar lemak 12,5% bk, kadar protein 34,5% bk dan kadar karbohidrat 47,9% bk.Sedangkan untuk komposisi kimia yang terdapat pada ubur-ubur kering meliputi air 58,78% bb, kadar abu 11 % bk, kadar protein 46,3% bk, kadar lemak 1,5% bk dan kadar karbohidrat 39,9% bk.

Penelitian lanjutan dapat berfokus pada eksplorasi lebih mendalam mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi variasi komposisi proksimat ubur-ubur. Misalnya, bagaimana perbedaan lokasi penangkapan, musim, dan fase pertumbuhan ubur-ubur Rhizostoma pulmo atau spesies ubur-ubur lainnya memengaruhi kandungan gizi spesifik seperti profil asam amino atau asam lemak, yang dapat menjadi landasan untuk pemanfaatan lebih optimal. Selain itu, mengingat proses pengeringan yang ada menggunakan tawas dan garam, menarik untuk meneliti sejauh mana metode pengolahan alternatif, seperti pengeringan beku atau pengeringan dengan suhu yang lebih terkontrol, dapat mempertahankan atau bahkan meningkatkan kandungan nutrisi dan sifat fungsional ubur-ubur kering. Hal ini penting untuk mengevaluasi dampak metode pengolahan terhadap nilai gizi akhir produk, termasuk bioavailabilitas komponen aktif. Terakhir, berdasarkan pemahaman komprehensif tentang komposisi gizi dan sifat fisik ubur-ubur, perlu dikembangkan ide-ide produk olahan pangan inovatif yang memiliki nilai tambah tinggi. Penelitian dapat menyelidiki formulasi produk baru, seperti snack sehat, bahan tambahan pangan, atau hidangan siap saji, yang tidak hanya meningkatkan pemanfaatan ubur-ubur di pasar domestik tetapi juga membuka peluang ekspor lebih luas, sekaligus memperkaya informasi gizi yang selama ini masih minim.

Read online
File size262.02 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test