SMARTPUBLISHERSMARTPUBLISHER

Jurnal Padamu NegeriJurnal Padamu Negeri

Pengelolaan sampah adalah isu global dan bukan topik yang glamour. Dalam tataran global tentang iklim dan pembangunan untuk penanganan sampah belum menjadi prioritas utama. Walaupun secara global dihadapkan pada krisis iklim global, polusi, dan hilangnya keanekaragaman hayati, masalah pengelolaan sampah masih diabaikan baik pada tataran tingkat rumah tangga sekalipun. Di Indonesia untuk tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) masih didominasi oleh sistem operasional berupa control land fill, open dumping, dan sanitary land fill yang menciptakan gunung sampah beracun yang mencemari udara, menyebabkan kontaminasi bagi air, membahayakan kesehatan masyarakat, dan mempercepat degradasi lingkungan. 54,43% sampah di Indonesia berasal dari rumah tangga dengan jumlah di tahun 2024 mencapai 19.502.650,23 ton dengan jumlah sampah rumah tangga yang tidak terkelola sebanyak 8.046.428,49 ton (41,26%). Efek dari pandemi COVID 19 menyebabkan banyak rumah tangga menjadi berkurang penghasilannya sehingga dilakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang menyelasaikan dua masalah sekaligus yaitu masalah sampah dan upaya meningkatkan pendapatan keluarga untuk itulah dilakukan introduksi teknologi usaha maggot (larva Hermetia illucens) dalam upaya meningkatkan pendapatan rumah tangga. Pengadian masyarakat dilakukan di Posbindu Dahlia RW 001 Petukangan Selatan karena wilayah tersebut adalah daerah pemukiman dan masih tersedia lahan kosong yang masih belum digunakan oleh pengelola jalan tol lingkar luar Jakarta. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berjalan dengan lancar dan seluruh target dapat tercapai serta memberikan perubahan pada pengetahuan dan perilaku mitra, serta dapat memanfaatkan lahan minim, memaksimalkan budidaya maggot dan menambah penghasilan keluarga.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat berjalan dengan lancar dan seluruh target dapat tercapai serta memberikan perubahan pada pengetahuan dan perilaku mitra, seperti pengetahuan mengenai teknologi budidaya maggot dan dapat menambah penghasilan rumah tangga.Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diharapkan anggota ibu-ibu Pos Binaan Terpadu Dahlia RW 01 Petukangan Selatan dapat memanfaatkan lahan minim, memaksimalkan budidaya maggot dan menambah penghasilan keluarga.

Pertama, melakukan penelitian longitudinal untuk menilai dampak jangka panjang budidaya maggot terhadap stabilitas ekonomi keluarga dan perilaku pengelolaan sampah di komunitas sejenis. Kedua, mengembangkan protokol skala besar yang memanfaatkan lahan terowongan transportasi atau area marginal lainnya, sehingga dapat menjangkau wilayah yang belum mendapat penerapan maggot. Ketiga, meneliti integrasi budidaya maggot dengan sistem pengolahan air limbah rumah tangga, guna mengoptimalkan nilai tambah dan mengurangi dampak lingkungan dari limbah organik. Semua studi ini akan memperkuat basis ilmiah dan kebijakan bagi implementasi usaha maggot sebagai solusi pengelolaan sampah dan peningkatan pendapatan keluarga di Indonesia.

  1. PENGUATAN KETAHANAN PANGAN MELALUI BUDIDAYA AKUAPONIK DI DESA RIMBO PANJANG KABUPATEN KAMPAR | Sidiq... jurnal.dharmawangsa.ac.id/index.php/reswara/article/view/2476PENGUATAN KETAHANAN PANGAN MELALUI BUDIDAYA AKUAPONIK DI DESA RIMBO PANJANG KABUPATEN KAMPAR Sidiq jurnal dharmawangsa ac index php reswara article view 2476
  2. USAHA MAGGOT (LARVA HERMETIA ILLUCENS) OLEH IBU RUMAH TANGGA DALAM UPAYA MENINGKATKAN PENDAPATAN KELUARGA... doi.org/10.69714/xeymws02USAHA MAGGOT LARVA HERMETIA ILLUCENS OLEH IBU RUMAH TANGGA DALAM UPAYA MENINGKATKAN PENDAPATAN KELUARGA doi 10 69714 xeymws02
Read online
File size800.84 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test