UP45UP45

Jurnal Teknik Industri Manajemen dan ManufakturJurnal Teknik Industri Manajemen dan Manufaktur

Kopi merupakan salah satu komoditas unggulan Indonesia yang berperan penting dalam sektor pertanian, perdagangan maupun ekspor. Perubahan produksi kopi antarprovinsi setiap tahun menjadi indikator kinerja perkebunan serta dasar pengambilan kebijakan. Penelitian ini menganalisis perbandingan produksi kopi Indonesia tahun 2022–2023 menggunakan uji statistik non-parametrik dan memetakan pola kesamaan produksi melalui Hierarchical Cluster Analysis (HCA). Data penelitian menggunakan data sekunder dari Badan Pusat Statistik (BPS) terkait produksi kopi dari 34 provinsi. Analisis dilakukan dengan Sign Test dan Wilcoxon Signed-Rank Test untuk menguji perbedaan signifikan. Selanjutnya HCA dengan metode agglomerative, Wards method dengan pendekatan squared Euclidean distance digunakan untuk mengelompokkan provinsi berdasarkan kesamaan pola produksi. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan produksi kopi antara tahun 2022 dan 2023. Namun, HCA berhasil membagi 34 provinsi menjadi enam kluster dengan karakteristik produksi berbeda sehingga temuan ini menegaskan bahwa meskipun produksi kopi Indonesia relatif stabil secara nasional, penerapan kebijakan berbasis kluster menjadi penting agar strategi pengembangan dapat lebih terarah sesuai karakteristik tiap wilayah sehingga mampu meningkatkan produktivitas, keberlanjutan, dan daya saing kopi Indonesia di pasar global.

Tidak terdapat perbedaan signifikan dalam produksi kopi Indonesia antara tahun 2022 dan 2023 menurut hasil Sign Test dan Wilcoxon Signed-Rank Test.Hierarchical Cluster Analysis (HCA) berhasil mengelompokkan 34 provinsi ke dalam enam kluster dengan karakteristik produksi yang berbeda, menunjukkan adanya heterogenitas pola produksi meskipun secara nasional stabil.Temuan ini menunjukkan perlunya pendekatan kebijakan yang disesuaikan dengan karakteristik masing-masing kluster untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing kopi Indonesia, khususnya di sektor perkebunan rakyat.

Pertama, perlu diteliti faktor-faktor spesifik yang menyebabkan keunikan pola produksi pada provinsi-provinsi yang menjadi kluster tersendiri (seperti DI Yogyakarta, Kalimantan Selatan, dan Maluku), dengan fokus pada variabel lokal seperti akses teknologi, luas lahan, dan kondisi iklim mikro. Kedua, perlu dikembangkan studi komparatif antar kluster utama (misalnya kluster produksi tinggi vs menengah-rendah) untuk mengidentifikasi praktik terbaik dalam pengelolaan perkebunan rakyat yang dapat direplikasi secara nasional. Ketiga, perlu dilakukan penelitian longitudinal untuk melihat dinamika perpindahan provinsi antar kluster dari waktu ke waktu dan pengaruhnya terhadap kebijakan sektoral, sehingga dapat dirancang sistem pemantauan berbasis klaster yang adaptif dan responsif terhadap perubahan kondisi produksi kopi di tingkat daerah.

  1. PREFERENSI KONSUMEN TERHADAP PRODUK MINUMAN KOPI DI KOPI JANJI JIWA JILID 324 SURABAYA | Rohmah | AGRISCIENCE.... journal.trunojoyo.ac.id/agriscience/article/view/9129PREFERENSI KONSUMEN TERHADAP PRODUK MINUMAN KOPI DI KOPI JANJI JIWA JILID 324 SURABAYA Rohmah AGRISCIENCE journal trunojoyo ac agriscience article view 9129
  2. Pengklasteran Daerah di Jawa Timur Berdasarkan Curah Hujan | MATHunesa: Jurnal Ilmiah Matematika. daerah... doi.org/10.26740/mathunesa.v9n2.p431-436Pengklasteran Daerah di Jawa Timur Berdasarkan Curah Hujan MATHunesa Jurnal Ilmiah Matematika daerah doi 10 26740 mathunesa v9n2 p431 436
  3. Struktur Tata Kelola Global Value Chains Produk Kopi dalam Perdagangan Kopi Global: Studi Komparatif... doi.org/10.36418/jiss.v2i5.299Struktur Tata Kelola Global Value Chains Produk Kopi dalam Perdagangan Kopi Global Studi Komparatif doi 10 36418 jiss v2i5 299
Read online
File size436.42 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test