UNESAUNESA
Lex Favor ReoLex Favor ReoArtikel ini meneliti kontradiksi antara peraturan sertifikasi tanah dan prinsip-prinsip hukum adat Minangkabau, khususnya dalam pengakuan dan perlindungan tanah ulayat sebagai properti bersama. Penelitian ini mengevaluasi seberapa jauh kerangka hukum nasional dan regional selaras dengan mandat konstitusional dan undang-undang untuk menjamin hak-hak masyarakat adat. Analisis ini didasarkan pada prinsip-prinsip pluralisme hukum dan pengakuan konstitusional hak ulayat (Pasal 3 Undang-Undang Pokok Agraria 1960 dan Pasal 18B(2) Undang-Undang Dasar 1945), yang memberikan lensa konseptual untuk menilai harmoni antara hukum negara dan norma adat. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif, dengan mengandalkan ketentuan undang-undang, peraturan regional, keputusan yudisial, dan karya doktrinal. Temuan menunjukkan inkonsistensi struktural: peraturan nasional, terutama melalui Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL), mengutamakan sertifikasi individu, sedangkan Peraturan Daerah (Perda) No. 18 Tahun 2019 Sumatera Barat bertujuan untuk melestarikan hak-hak bersama. Persyaratan prosedural seperti identifikasi pendaftar, tanda tangan anggota klan, dan penentuan batas formal cenderung melemahkan esensi kolektif tanah ulayat. Ketidaksesuaian ini telah menimbulkan ketidakpastian hukum, ambiguitas normatif, dan risiko konflik yang meningkat. Penelitian ini menyarankan harmonisasi yang memerlukan pengembangan mekanisme teknis untuk pendaftaran bersama, pengakuan sertifikat kolektif, dan keterlibatan partisipatif otoritas adat.
Studi ini menyimpulkan bahwa kontradiksi antara kebijakan sertifikasi tanah nasional dan peraturan regional tentang tanah ulayat mencerminkan inkonsistensi struktural yang lebih dalam dalam hukum agraria Indonesia.Meskipun Undang-Undang Pokok Agraria 1960 dan Undang-Undang Dasar 1945 secara resmi mengakui hak ulayat, kerangka teknis dan prosedural seperti program PTSL terutama mengakomodasi kepemilikan individu, sehingga melemahkan esensi kolektif kepemilikan tanah Minangkabau.18 Tahun 2019 Sumatera Barat, berusaha melestarikan hak-hak bersama tetapi tetap rapuh secara normatif karena kurangnya kejelasan operasional dan harmonisasi dengan hukum nasional.Untuk memperkuat kepastian hukum dan keadilan sosial, reformasi kebijakan harus berfokus pada harmonisasi regulasi negara dengan prinsip-prinsip adat.Hal ini termasuk menetapkan mekanisme hukum yang jelas untuk pendaftaran kolektif, mengeluarkan sertifikat tanah komunal, dan memberdayakan institusi adat untuk berpartisipasi dalam proses verifikasi dan pengambilan keputusan.Tanpa langkah-langkah ini, legitimasi tanah ulayat sebagai properti bersama akan tetap rentan, memperpanjang konflik dan mengikis identitas adat.Pengakuan hak tanah komunal secara substansial adalah kunci untuk memenuhi mandat konstitusional Indonesia dan menjamin keadilan antargenerasi bagi masyarakat adat.
Untuk mengatasi kontradiksi antara peraturan sertifikasi tanah dan prinsip-prinsip hukum adat Minangkabau, penelitian lanjutan dapat mengusulkan pengembangan mekanisme teknis yang jelas untuk pendaftaran tanah ulayat secara kolektif. Selain itu, penelitian dapat mengeksplorasi potensi penerbitan sertifikat tanah komunal sebagai instrumen hukum untuk melindungi tanah ulayat dari fragmentasi menjadi hak kepemilikan individu. Harmonisasi antara hukum nasional dan adat juga dapat dicapai melalui inovasi institusional, seperti pembentukan badan verifikasi independen yang terdiri dari perwakilan adat untuk memperkuat akuntabilitas dan legitimasi dalam pengakuan hak ulayat. Selain itu, perluasan pendidikan hukum dan pembuatan undang-undang partisipatif dapat memastikan masyarakat adat secara aktif mempengaruhi regulasi tanah. Studi tentang proses pembuatan undang-undang partisipatif menegaskan bahwa inklusivitas dalam pembuatan undang-undang meningkatkan kepastian hukum dan keadilan sosial dalam tata kelola tanah.
- Kajian Hak Ulayat Di Kabupaten Kampar Dalam Perspektif Peraturan Perundang-Undangan Dan Hukum Adat |... doi.org/10.20885/iustum.vol28.iss1.art5Kajian Hak Ulayat Di Kabupaten Kampar Dalam Perspektif Peraturan Perundang Undangan Dan Hukum Adat doi 10 20885 iustum vol28 iss1 art5
- One moment, please.... moment please wait request verified doi.org/10.55324/josr.v2i6.903One moment please moment please wait request verified doi 10 55324 josr v2i6 903
- Integrasi Hukum Adat dalam Sistem Hukum Agraria Nasional: Tantangan dan Solusi dalam Pengakuan Hak Ulayat... doi.org/10.31292/jta.v8i2.401Integrasi Hukum Adat dalam Sistem Hukum Agraria Nasional Tantangan dan Solusi dalam Pengakuan Hak Ulayat doi 10 31292 jta v8i2 401
- HRMARS - Customary Land Disputes in Indonesia. hrmars customary land disputes journal academic research... doi.org/10.6007/ijarbss/v13-i10/19103HRMARS Customary Land Disputes in Indonesia hrmars customary land disputes journal academic research doi 10 6007 ijarbss v13 i10 19103
| File size | 601.73 KB |
| Pages | 17 |
| DMCA | Report |
Related /
UNESAUNESA Penelitian ini didasarkan pada teori tindak pidana pencurian dalam KUHP, doktrin penyertaan (medeplegen), teori kesalahan dan pertanggungjawaban pidana,Penelitian ini didasarkan pada teori tindak pidana pencurian dalam KUHP, doktrin penyertaan (medeplegen), teori kesalahan dan pertanggungjawaban pidana,
UNESAUNESA Persons with disabilities in Indonesia continue to face numerous obstacles in accessing decent employment, despite the enactment of legal protections suchPersons with disabilities in Indonesia continue to face numerous obstacles in accessing decent employment, despite the enactment of legal protections such
UNUGHAUNUGHA Program kesadaran regulasi wakaf dapat diterapkan secara efektif dengan melibatkan masyarakat secara aktif dalam pendidikan dan pengelolaan aset. PelatihanProgram kesadaran regulasi wakaf dapat diterapkan secara efektif dengan melibatkan masyarakat secara aktif dalam pendidikan dan pengelolaan aset. Pelatihan
AMSIRAMSIR Melalui pendekatan hukum normatif dengan analisis konstitusi, peraturan agraria, kebijakan pendaftaran tanah ulayat, peraturan daerah, dan literatur terkait,Melalui pendekatan hukum normatif dengan analisis konstitusi, peraturan agraria, kebijakan pendaftaran tanah ulayat, peraturan daerah, dan literatur terkait,
UNESAUNESA Ketidakjelasan parameter kerugian - baik dalam hal definisi, bentuk, dan tingkat - telah menciptakan ruang untuk interpretasi ganda yang dapat disalahgunakanKetidakjelasan parameter kerugian - baik dalam hal definisi, bentuk, dan tingkat - telah menciptakan ruang untuk interpretasi ganda yang dapat disalahgunakan
OJS INDONESIAOJS INDONESIA The methods used in this research are normative and empirical juridical. Normative juridical refers to an approach that refers to laws, literature, writtenThe methods used in this research are normative and empirical juridical. Normative juridical refers to an approach that refers to laws, literature, written
UNESAUNESA Meskipun dianggap kurang nasionalis, banyak yang melihatnya sebagai strategi mendapatkan keterampilan untuk nantinya berkontribusi kembali bagi Indonesia.Meskipun dianggap kurang nasionalis, banyak yang melihatnya sebagai strategi mendapatkan keterampilan untuk nantinya berkontribusi kembali bagi Indonesia.
UNESAUNESA Teknik merias yang dimulai dari Kompleks juga mencapai skor dalam kategori baik, tetapi secara rata-rata skor-skornya sedikit lebih rendah daripada metodeTeknik merias yang dimulai dari Kompleks juga mencapai skor dalam kategori baik, tetapi secara rata-rata skor-skornya sedikit lebih rendah daripada metode
Useful /
AMSIRAMSIR Perubahan dalam Perma Nomor 7 Tahun 2022 terkait persetujuan tergugat dalam E-Court merupakan langkah progresif untuk menciptakan peradilan yang lebihPerubahan dalam Perma Nomor 7 Tahun 2022 terkait persetujuan tergugat dalam E-Court merupakan langkah progresif untuk menciptakan peradilan yang lebih
UINGUSDURUINGUSDUR Salah satu isu perempuan yang telah diperjuangkan adalah kesetaraan di setiap sektor, termasuk sektor keagamaan, yaitu shalat. Dalam konteks ini, beberapaSalah satu isu perempuan yang telah diperjuangkan adalah kesetaraan di setiap sektor, termasuk sektor keagamaan, yaitu shalat. Dalam konteks ini, beberapa
UINGUSDURUINGUSDUR Hukum dan masyarakat senantiasa mengalami perubahan, keduanya memiliki hubungan timbal balik dan saling memengaruhi. Hukum di satu sisi harus dapat beradaptasiHukum dan masyarakat senantiasa mengalami perubahan, keduanya memiliki hubungan timbal balik dan saling memengaruhi. Hukum di satu sisi harus dapat beradaptasi
UNDIPUNDIP , terdapat tiga Gas Turbine Generator yang berfungsi sebagai pembangkit listrik. Tiga Motor Sales Gas Compressor 4,7 KW akan ditambahkan ke dalamnya untuk, terdapat tiga Gas Turbine Generator yang berfungsi sebagai pembangkit listrik. Tiga Motor Sales Gas Compressor 4,7 KW akan ditambahkan ke dalamnya untuk