ITNITN

JURNAL FLYWHEELJURNAL FLYWHEEL

Koperasi Agro Niaga Jabung Syariah pada unit Sarana Produksi Pakan Ternak (SAPRONAK) adalah perusahaan manufaktur yang memproduksi pakan ternak sapi perah dan sapi potong. Mesin produksi yang digunakan adalah mesin horizontal mixer tipe pengaduk paddle mixer dengan kapasitas 2.000 kg per batch dan 6 paddle. Perusahaan mengalami downtime selama 1 tahun terakhir (Januari 2022 – Januari 2023) sebesar 3.420 menit. Penelitian ini bertujuan menganalisis penyebab downtime menggunakan diagram fishbone. Hasil analisis menunjukkan faktor dominan penyebab patahnya paddle mixer adalah faktor mesin. Perhitungan Overall Equipment Effectiveness (OEE) menghasilkan nilai 72.39% dengan availability 96.40%, performance 74.90%, dan quality rate 99.98%. Perhitungan Six Big Losses menunjukkan Reduced Speed Losses (23.90%) dan Idling and Minor Stoppages Losses (5.27%) sebagai faktor losses tertinggi. Identifikasi failure mode dilakukan menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Hasil FMEA diperoleh 4 failure mode, yaitu patah pada paddle mixer, kerusakan tombol panel listrik dan kabel, terbakar rotor coil, pecah motor housing, rusak roller bearing dan kipas/fan rotor, pecah rumah gear box, macet bearing, habis oli dan aus roda gigi. Kebijakan preventive maintenance yang efektif untuk setiap mesin ditentukan berdasarkan klasifikasi LTA.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa nilai Overall Equipment Effectiveness (OEE) mesin horizontal mixer tipe pengaduk paddle mixer adalah 72.39%, yang termasuk dalam kategori sedang dan memerlukan perbaikan.Analisis Six Big Losses menunjukkan bahwa Reduced Speed Losses dan Idling and Minor Stoppages Losses merupakan kontributor losses terbesar.Identifikasi risiko kegagalan menggunakan FMEA menyoroti paddle mixer, panel listrik, motor listrik, dan gear box sebagai komponen dengan prioritas perbaikan tertinggi.Berdasarkan analisis LTA, failure mode dikategorikan menjadi safety problem, outage problem, dan economic problem, yang memerlukan tindakan perbaikan yang sesuai.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan untuk meningkatkan efisiensi dan keandalan mesin mixer pakan ternak. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengembangkan model prediktif perawatan berbasis data sensor yang terpasang pada mesin mixer, sehingga memungkinkan deteksi dini potensi kerusakan dan penjadwalan perawatan yang lebih akurat. Kedua, studi komparatif dapat dilakukan dengan membandingkan efektivitas metode perawatan yang berbeda, seperti Total Productive Maintenance (TPM) dan Reliability Centered Maintenance (RCM), untuk mengidentifikasi pendekatan terbaik yang sesuai dengan kondisi operasional Koperasi Agro Niaga Jabung Syariah. Ketiga, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan desain paddle mixer yang lebih kuat dan tahan lama, dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti material, geometri, dan proses manufaktur, untuk mengurangi frekuensi kerusakan dan downtime. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan produktivitas, mengurangi biaya perawatan, dan memperpanjang umur pakai mesin mixer pakan ternak, sehingga mendukung keberlanjutan operasional Koperasi Agro Niaga Jabung Syariah.

Read online
File size299.86 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test