UNIMUSUNIMUS
Med-Com Empowerment JournalMed-Com Empowerment JournalLatar belakang: Demensia berdasarkan data dari Kemenkes di Indonesia mencapai lebih 4,2 juta orang. Diperkirakan jumlah ini akan meningkat dua kali lipat tiap tahunnya. Prinsip holistik merupakan prinsip utama dalam memberikan pelayanan kesehatan pada lansia agar tidak terjadi demensia. Sebagai upaya pencegahan faktor resiko demensia dan dilakukannya pelayanan holistik untuk lansia upaya pemahaman tiap individu lansia perlu dilakukan. Metode: Pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan penyuluhan di rumah pelayanan sosial pucang gading semarang dengan jumlah peserta 50 orang lansia. Tahapan edukasi diawali dengan pretest pemabahan peserta, pemaparan materi penyuluhan dan postest untuk mengevaluasi hasil pemahanan peserta. Hasil: Pengabdian masyrakat ini dirasa sudah efektif dilihat dengan banyaknya antusias peserta dan peningkatan pemahaman peserta. Hal tersebut dibuktikan dengan hasil pretest dan posttest yang signifikan. Kesimpulan: Kegiatan pengabdian masyarakat melalui memberikan peningkatan secara signifikan pengetahuan peserta penyuluhan.
Perlu diadakan kegiatan serupa untuk komunitas lansia yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup lansia.Dengan demikian, kesadaran akan pentingnya deteksi dini dan pencegahan demensia dapat meningkat di kalangan lansia.
Berdasarkan hasil pengabdian masyarakat ini, beberapa arah penelitian lanjutan dapat dieksplorasi. Pertama, perlu dilakukan studi lebih mendalam mengenai efektivitas berbagai metode edukasi demensia, seperti penggunaan media visual, simulasi, atau pendekatan kelompok sebaya, untuk memaksimalkan pemahaman dan retensi informasi pada lansia. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan dan implementasi program pencegahan demensia yang terintegrasi dan berkelanjutan di tingkat komunitas, melibatkan kerjasama lintas sektor seperti puskesmas, rumah pelayanan sosial, dan organisasi masyarakat. Ketiga, penting untuk mengkaji faktor-faktor sosial, ekonomi, dan budaya yang memengaruhi akses dan partisipasi lansia dalam program edukasi dan pencegahan demensia, sehingga intervensi yang dilakukan dapat lebih tepat sasaran dan inklusif. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam upaya meningkatkan kualitas hidup lansia dan mengurangi beban demensia di Indonesia.
| File size | 577.45 KB |
| Pages | 4 |
| DMCA | Report |
Related /
MITRAHUSADAMITRAHUSADA Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan pemasaran sangat dipengaruhi oleh kualitas produk, pemilihan strategi distribusi, serta optimalisasiKesimpulan penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan pemasaran sangat dipengaruhi oleh kualitas produk, pemilihan strategi distribusi, serta optimalisasi
MERCUBAKTIJAYAMERCUBAKTIJAYA Lansia merupakan seseorang yang telah mencapai usia 60 tahun ke atas dan memasuki tahap akhir dari fase kehidupannya. Seiring bertambahnya usia, tubuhLansia merupakan seseorang yang telah mencapai usia 60 tahun ke atas dan memasuki tahap akhir dari fase kehidupannya. Seiring bertambahnya usia, tubuh
MITRAHUSADAMITRAHUSADA Data dikumpulkan melalui survei awal dan kuesioner kepada pasien di Poliklinik Ortopedi. Hasil awal menunjukkan sebagian besar pasien merasa tidak puasData dikumpulkan melalui survei awal dan kuesioner kepada pasien di Poliklinik Ortopedi. Hasil awal menunjukkan sebagian besar pasien merasa tidak puas
MITRAHUSADAMITRAHUSADA Faktor yang diduga berhubungan dengan pencegahan kekambuhan penyakit hipertensi yaitu peran perawat. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan peran perawat sebagaiFaktor yang diduga berhubungan dengan pencegahan kekambuhan penyakit hipertensi yaitu peran perawat. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan peran perawat sebagai
MERCUBAKTIJAYAMERCUBAKTIJAYA Setelah dilakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat, didapatkan hasil 83,3% lansia memiliki pengetahuan yang baik tentang keseimbangan dan risiko jatuhSetelah dilakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat, didapatkan hasil 83,3% lansia memiliki pengetahuan yang baik tentang keseimbangan dan risiko jatuh
STIKESLHOKSEUMAWESTIKESLHOKSEUMAWE Hasil penelitian menunjukkan bahwa 71,4% responden berjenis kelamin laki-laki dengan usia rata-rata 69,29 tahun dan SD 7,163. Mayoritas penyebab cederaHasil penelitian menunjukkan bahwa 71,4% responden berjenis kelamin laki-laki dengan usia rata-rata 69,29 tahun dan SD 7,163. Mayoritas penyebab cedera
UNMUHUNMUH Artinya lansia yang mandiri dalam pelaksanaan IADL akan memiliki status nutrisi lebih baik 45,879 kali dibanding lansia yang tidak mandiri dalam pelaksanaanArtinya lansia yang mandiri dalam pelaksanaan IADL akan memiliki status nutrisi lebih baik 45,879 kali dibanding lansia yang tidak mandiri dalam pelaksanaan
UNMUHUNMUH Metode: Desain studi menggunakan eksplanative survey dengan pendekatan cross sectional. Sampel lansia dari desa Dukuh Mencek kecamatan Sukorambi. SampelMetode: Desain studi menggunakan eksplanative survey dengan pendekatan cross sectional. Sampel lansia dari desa Dukuh Mencek kecamatan Sukorambi. Sampel
Useful /
MITRAHUSADAMITRAHUSADA 4%), sedangkan responden dengan lama HD 4-12 bulan sebanyak 3 responden (10. Selain itu, mayoritas responden mengalami anemia sedang sebanyak 27 responden4%), sedangkan responden dengan lama HD 4-12 bulan sebanyak 3 responden (10. Selain itu, mayoritas responden mengalami anemia sedang sebanyak 27 responden
YCNYCN Kajian literatur ini bertujuan untuk menelaah , dengan meninjau teori, model, serta hasil penelitian terkini yang relevan. Metode yang digunakan adalahKajian literatur ini bertujuan untuk menelaah , dengan meninjau teori, model, serta hasil penelitian terkini yang relevan. Metode yang digunakan adalah
MITRAHUSADAMITRAHUSADA Uji Wilcoxon menunjukkan hasil signifikan dengan nilai p=0,005 lebih kecil dari 0,05. Kesimpulan: Terdapat pengaruh sebelum dan sesudah edukasi kesehatanUji Wilcoxon menunjukkan hasil signifikan dengan nilai p=0,005 lebih kecil dari 0,05. Kesimpulan: Terdapat pengaruh sebelum dan sesudah edukasi kesehatan
UNIMUSUNIMUS Nilai tertinggi diperoleh dari masalah kurangnya pemahaman terhadap penggunaan alat kontrasepsi (KB), dengan bobot 100 mendapatkan skor 4 kategori M3.Nilai tertinggi diperoleh dari masalah kurangnya pemahaman terhadap penggunaan alat kontrasepsi (KB), dengan bobot 100 mendapatkan skor 4 kategori M3.