UNIMUSUNIMUS

Med-Com Empowerment JournalMed-Com Empowerment Journal

Penyakit degeneratif, terutama penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes melitus, hiperkolesterolemia, dan hiperurisemia, menjadi salah satu penyebab utama kematian di dunia, termasuk Indonesia. Salah satu upaya untuk mengurangi angka morbiditas dan mortalitas akibat penyakit tersebut adalah melalui skrining kesehatan yang dapat mendeteksi penyakit sejak dini. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengevaluasi kesehatan komunitas masyarakat di Kelurahan Sendangmulyo, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang melalui kegiatan skrining dan pemeriksaan kesehatan. Metode yang digunakan adalah pendekatan preventif-promotif melalui pemeriksaan kesehatan gratis, termasuk pemeriksaan tekanan darah, gula darah, kolesterol, dan asam urat, serta edukasi kesehatan langsung kepada masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 47% peserta mengalami hipertensi, 68% memiliki kadar kolesterol tinggi, dan 44% mengalami hiperurisemia. Mayoritas peserta menyatakan kepuasan tinggi terhadap pelayanan yang diberikan, dengan 70,7% sangat puas dan 29,3% puas. Skrining kesehatan berbasis komunitas memiliki peran yang sangat penting dalam mendeteksi dini penyakit degeneratif pada dewasa akhir dan lansia serta dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pemeriksaan kesehatan berkala.

Kegiatan pengabdian masyarakat berupa skrining kesehatan pada lansia di Kelurahan Sendangmulyo telah memberikan manfaat nyata, baik dalam deteksi dini masalah kesehatan maupun peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemeriksaan berkala.Skrining kesehatan sebaiknya dilakukan secara rutin dan terjadwal, terutama di wilayah dengan keterbatasan akses terhadap fasilitas kesehatan.Kolaborasi dengan kader kesehatan dan tokoh masyarakat dapat memperkuat keberlanjutan program ini.

Berdasarkan hasil skrining kesehatan ini, beberapa ide penelitian lanjutan dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan studi lebih mendalam mengenai faktor-faktor risiko yang berkontribusi terhadap tingginya prevalensi hipertensi, hiperkolesterolemia, dan hiperurisemia di Kelurahan Sendangmulyo, seperti pola makan, aktivitas fisik, dan faktor genetik. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan dan implementasi program intervensi berbasis komunitas yang terintegrasi, meliputi edukasi kesehatan, pendampingan pola hidup sehat, serta pemantauan berkala terhadap kondisi kesehatan peserta. Program ini dapat melibatkan peran aktif kader kesehatan, tokoh masyarakat, dan keluarga dalam memberikan dukungan dan motivasi kepada peserta. Ketiga, penting untuk mengeksplorasi efektivitas penggunaan teknologi digital, seperti aplikasi seluler atau platform telemedicine, dalam meningkatkan akses masyarakat terhadap informasi kesehatan, konsultasi medis jarak jauh, dan pemantauan mandiri kondisi kesehatan mereka. Dengan demikian, upaya pencegahan dan pengendalian penyakit degeneratif dapat dilakukan secara lebih efektif dan berkelanjutan.

Read online
File size378.53 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test