JRTTJRTT

Journal of Railway Transportation and TechnologyJournal of Railway Transportation and Technology

Kualitas tegangan adalah salah satu parameter penting untuk kualitas daya dalam parameter elektrifikasi. Parameter tegangan dikatakan baik jika tingkat tegangan tidak melebihi atau kurang dari tegangan standar. Dalam operasi kereta listrik, beberapa kondisi dapat menyebabkan over dan under tegangan. Seperti saat kereta mempercepat atau memperlambat, hal ini akan mempengaruhi tegangan sistem. Penelitian ini berfokus pada kualitas tegangan pada elektrifikasi kereta AC jalur tunggal. Penelitian sebelumnya telah membahas tentang regulasi tegangan, harmonik pada stasiun traksi, dan umpan balik energi dalam elektrifikasi kereta. Penelitian ini menggunakan simulasi model elektrifikasi kereta mulai dari stasiun traksi, sistem catenary overhead, konduktor hingga rel infrastruktur. Jalur infrastruktur yang diteliti adalah jalur tunggal dengan panjang 85.400 m. Ada 3 stasiun di jalur ini, yaitu Stasiun A, Stasiun B, dan Stasiun C. Pada jalur ini terdapat penambahan jalur kedua di kilometer 9.750 hingga 10.250 yang berada di lokasi Stasiun B. Posisi penempatan konduktor seperti kawat bumi, kawat pengikat, kawat kontak, serta rel kanan dan kiri ditunjukkan pada gambar 2. Dalam model ini, untuk menyediakan pasokan listrik sepanjang jalur, ditempatkan 2 stasiun traksi pada posisi 5 km dan 80 km dengan spesifikasi teknis yang ditunjukkan pada tabel 3.

Kualitas tegangan pada jalur tunggal kereta AC dapat dilihat dari hasil simulasi menggunakan perangkat lunak open power net.Dari hasil dan pembahasan, tingkat tegangan OCS sama dengan tingkat tegangan pantograf.Nilai tegangan masih sesuai dengan standar Supply voltage of traction systems standard parameters (EN 50163).Untuk sistem 25 kV AC 50 Hz, tegangan tertinggi nonpermanen sekitar 27.5 kV AC, sedangkan tegangan terendah nonpermanen sekitar 17.Selain itu, dapat dilihat bahwa tingkat tegangan OCS juga dipengaruhi oleh jumlah kerugian di saluran.Kerugian pada saluran selain tergantung pada nilai hambatan saluran juga tergantung pada penggunaan daya kereta selama akselerasi dan decelerasi.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi tentang pengaruh konfigurasi transformer yang berbeda terhadap kualitas tegangan pada sistem kereta AC. Selain itu, dapat juga dilakukan analisis tentang pengaruh penggunaan beban khusus untuk memperkirakan arus Negative-Sequence pada setiap generator. Studi ini dapat membantu dalam mengurangi arus tidak seimbang yang disebabkan oleh beban yang tidak merata pada kedua sisi fase dan dalam transformasi. Selain itu, penelitian tentang pengaruh penggunaan sistem traksi yang seimbang juga dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas tegangan pada sistem kereta AC.

Read online
File size498.66 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test