STIKESPAMENANGSTIKESPAMENANG

Jurnal Ilmiah PamenangJurnal Ilmiah Pamenang

Kematian bayi baru lahir merupakan peristiwa traumatis yang berdampak besar terhadap kondisi emosional dan psikologis ibu, khususnya pada masa nifas. Ibu dapat mengalami kesedihan mendalam, kecemasan, bahkan depresi apabila tidak mendapatkan dukungan yang tepat. Sayangnya, aspek psikososial ini masih kurang mendapat perhatian dalam praktik kebidanan. Penelitian ini bertujuan untuk memahami respons emosional ibu yang mengalami kehilangan bayi serta mengeksplorasi efektivitas pendekatan asuhan kebidanan berkelanjutan melalui intervensi psikososial dalam mendukung pemulihan emosional dan fisik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus terhadap Ny. T, seorang ibu yang kehilangan bayinya pada masa nifas. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan pemantauan selama proses pendampingan. Hasil menunjukkan bahwa Ny. T mengalami kesedihan, tekanan psikologis, dan kecemasan yang signifikan. Pendekatan psikososial—meliputi pendampingan emosional, mendengarkan aktif tanpa menghakimi, serta pemberian ruang untuk mengekspresikan perasaan—terbukti membantu ibu dalam proses penerimaan dan adaptasi. Perubahan positif terlihat dari kembalinya aktivitas harian dan nafsu makan ibu. Asuhan kebidanan berkelanjutan dengan pendekatan psikososial terbukti efektif dalam mendukung pemulihan fisik dan emosional ibu pascakehilangan.

Pendekatan psikososial berperan penting dalam mendampingi ibu yang mengalami kehilangan bayi baru lahir.T terbukti mampu mendukung proses pemulihan emosional.Dukungan sosial dari suami dan keluarga menjadi faktor utama dalam memperkuat daya tahan mental ibu.Studi ini menegaskan bahwa proses psikodinamika kehilangan tidak dapat dipisahkan dari konteks dukungan psikososial yang menyeluruh.

1. Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi dampak jangka panjang intervensi psikososial pada ibu yang mengalami kehilangan bayi, dengan fokus pada perubahan psikologis dalam periode 6 bulan hingga 1 tahun pasca-kehilangan. 2. Penelitian perlu menggali faktor budaya yang memengaruhi respons emosional ibu dalam konteks kehilangan, terutama di daerah dengan norma sosial yang ketat terkait kematian bayi. 3. Evaluasi efektivitas program layanan kesehatan mental melalui telehealth untuk ibu yang mengalami duka perinatal, terutama di daerah terpencil dengan akses terbatas ke layanan psikososial.

Read online
File size401.52 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test