HAMJAHDIHAHAMJAHDIHA

REFORM : Jurnal Pendidikan, Sosial, dan BudayaREFORM : Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya

Dalam perkembangan selanjutnya, konsep ruang kota tidak hanya dikaitkan dengan permasalahan utama perkotaan yang akan dicari solusinya, tetapi juga dengan pencapaian tujuan akhir dari penataan ruang, yaitu kesejahteraan, kenyamanan, serta kesehatan warga dan kotanya. Berdasarkan latar belakang tersebut, tulisan ini membahas definisi serta peran Ruang Terbuka Hijau (RTH) dalam perencanaan kota. RTH memiliki berbagai fungsi terkait keberadaannya, seperti fungsi ekologis, sosial, ekonomi, dan arsitektural, serta nilai estetika yang dimilikinya, sehingga tidak hanya meningkatkan kualitas lingkungan dan kelangsungan hidup perkotaan, tetapi juga dapat menjadi nilai kebanggaan dan identitas kota. Untuk mendapatkan RTH yang fungsional dan estetik dalam sistem perkotaan, luas minimal, pola dan struktur, serta bentuk dan distribusinya harus menjadi pertimbangan dalam pembangunan dan pengembangannya.

Permintaan terhadap pemanfaatan lahan kota yang terus meningkat untuk pembangunan fasilitas perkotaan berdampak negatif pada keberadaan Ruang Terbuka Hijau (RTH), yang kerap dianggap sebagai lahan cadangan dan tidak ekonomis.RTH memiliki manfaat tinggi bagi kehidupan perkotaan melalui fungsi ekologis, sosial, ekonomi, dan arsitektural, serta dapat menjadi identitas dan kebanggaan kota.Agar RTH berfungsi secara optimal, perlu pertimbangan terhadap luas minimal, pola, struktur, bentuk, dan distribusi dalam perencanaan serta pengembangannya.

Pertama, perlu dikaji bagaimana integrasi konsep Ruang Terbuka Hijau dengan sistem transportasi umum perkotaan dapat meningkatkan aksesibilitas dan kualitas lingkungan secara bersamaan, sebagai bentuk perencanaan spasial yang terpadu. Kedua, perlu dikembangkan penelitian tentang efektivitas berbagai jenis tanaman lokal dalam menyerap polusi udara dan mengurangi suhu mikroklimat di kawasan padat perkotaan, untuk menentukan komposisi vegetasi terbaik berdasarkan kondisi ekologis setempat. Ketiga, perlu diteliti dampak sosial ekonomi dari keberadaan RTH mikro (seperti taman lingkungan atau taman bermain) terhadap kohesi sosial dan nilai ekonomi properti di permukiman padat, guna mengukur nilai non-fisik dari ruang hijau skala kecil dalam pembangunan kota berkelanjutan. Penelitian-penelitian ini dapat melengkapi arahan kebijakan dengan bukti empiris yang mendukung perencanaan RTH yang lebih adaptif, inklusif, dan berbasis lokal.

Read online
File size720.48 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test