UIN BANTENUIN BANTEN
Al AhkamAl AhkamPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis pemberdayaan zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF) di masjid-masjid Banjarmasin. Data penelitian diklasifikasikan berdasarkan kategorisasi masjid, di mana satu masjid dengan masjid lainnya memiliki fungsi dan komunitas pengguna (jamaah) yang berbeda, sehingga menghasilkan perbedaan dalam hal pendapatan dan pengelolaan ZISWAF. Masjid-masjid yang menjadi objek penelitian meliputi (a) Masjid Sultan Suriansyah; (b) Masjid Jami Sungai Jingah; dan (c) Masjid Raya Sabilal Muhtadin. Dengan pendekatan deskriptif, secara umum, pengumpulan ZISWAF di setiap masjid bervariasi dalam cara dan strategi, namun pemberdayaan ZISWAF secara umum lebih dominan untuk kepentingan ibadah daripada pemberdayaan ekonomi dan kesalehan sosial.
Model pengelolaan ZISWAF di masjid-masjid Banjarmasin cenderung mengutamakan aspek spiritual dan kesalehan pribadi, dengan pemanfaatan ekonomi lebih bersifat internal dan masih terikat pada pandangan tradisional masjid sebagai ruang sakral yang membatasi transaksi ekonomi.masjid raya dan sektoral menerapkan manajemen top-down dengan pendanaan yang relatif cukup, sementara masjid bersejarah seperti Sultan Suriansyah dan Jami Sungai Jingah menggunakan pendekatan bottom-up dan mengandalkan bantuan non-pemerintah.Oleh karena itu, diperlukan sosialisasi intensif dari pemerintah mengenai wakaf produktif untuk membangun persepsi bahwa aset ZISWAF dapat dialokasikan untuk pemberdayaan sosial-ekonomi yang lebih luas, sehingga masjid dapat menjadi pelopor dalam inisiatif tersebut.
Melihat adanya variasi model pengelolaan ZISWAF serta tantangan dan peluang yang dihadapi masjid di Banjarmasin, penelitian selanjutnya dapat difokuskan pada beberapa arah. Pertama, sangat penting untuk melakukan studi komparatif yang lebih mendalam mengenai efektivitas berbagai model pengelolaan ZISWAF yang ada, baik yang berorientasi spiritual maupun yang telah merambah pemberdayaan sosial-ekonomi. Penelitian ini bisa mengukur dampak riil dari setiap model terhadap kesejahteraan jamaah dan komunitas sekitar, serta mengidentifikasi faktor-faktor kunci yang membuat suatu model lebih berkelanjutan dan berdampak luas, terutama pada masjid-masjid bersejarah yang memiliki potensi namun belum teroptimalkan. Kedua, perlu diteliti secara khusus faktor-faktor budaya, sosial, dan manajerial yang menghambat atau justru mendorong pengurus masjid untuk beralih dari fokus ibadah semata menuju inisiatif pemberdayaan sosial-ekonomi yang lebih produktif. Hal ini dapat dilakukan melalui survei persepsi atau wawancara mendalam dengan berbagai pemangku kepentingan, untuk memahami resistensi terhadap perubahan atau faktor-faktor yang memotivasi inovasi dalam pengelolaan aset wakaf. Terakhir, eksplorasi potensi aset masjid, seperti lahan kosong atau fasilitas yang kurang dimanfaatkan, untuk dikembangkan menjadi unit bisnis sosial yang berkelanjutan juga menjadi area penelitian yang menjanjikan. Studi kelayakan dan model bisnis inovatif berbasis wakaf produktif dapat dikembangkan, dengan mempertimbangkan kemitraan strategis dengan pihak eksternal, untuk memastikan masjid tidak hanya berfungsi sebagai pusat ibadah tetapi juga sebagai penggerak ekonomi dan sosial yang signifikan bagi masyarakat luas.
| File size | 496.01 KB |
| Pages | 27 |
| DMCA | Report |
Related /
UNRIKAUNRIKA Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan hasil uji F diperoleh 9. 724, dengan nilai F (sign) adalah sebesar 0,000 (sign 0,000 < 0,05). Hal ini membuktikanHasil penelitian menunjukkan bahwa dengan hasil uji F diperoleh 9. 724, dengan nilai F (sign) adalah sebesar 0,000 (sign 0,000 < 0,05). Hal ini membuktikan
UIN BANTENUIN BANTEN Penelitian ini memeriksa bagaimana tradisi Maccera Manurung di Desa Labuku menggabungkan praktik budaya dengan prinsip Islam, menyoroti nilai-nilai spiritual,Penelitian ini memeriksa bagaimana tradisi Maccera Manurung di Desa Labuku menggabungkan praktik budaya dengan prinsip Islam, menyoroti nilai-nilai spiritual,
STIKESPANTIRAPIHSTIKESPANTIRAPIH Penelitian dilakukan terhadap 71 responden. Instrumen penelitian berupa kuesioner. Hasil: Gambaran responden 70,4% pernah berpacaran, 66,2% melakukan sextingPenelitian dilakukan terhadap 71 responden. Instrumen penelitian berupa kuesioner. Hasil: Gambaran responden 70,4% pernah berpacaran, 66,2% melakukan sexting
PUSDIKRA PUBLISHINGPUSDIKRA PUBLISHING Dengan membangun komunikasi yang terbuka, mengunjungi rumah siswa, memberikan nasihat, bimbingan, serta mengembangkan keterampilan sosial dan emosional,Dengan membangun komunikasi yang terbuka, mengunjungi rumah siswa, memberikan nasihat, bimbingan, serta mengembangkan keterampilan sosial dan emosional,
IAIN PONOROGOIAIN PONOROGO Bonus dalam bisnis Herbalife yang berupa royalty dan bonus sudah sesuai dengan ketentuan dalam Fatwa DSN MUI No. Karena bonus yang didapat tersebut berdasarkanBonus dalam bisnis Herbalife yang berupa royalty dan bonus sudah sesuai dengan ketentuan dalam Fatwa DSN MUI No. Karena bonus yang didapat tersebut berdasarkan
IAIN PONOROGOIAIN PONOROGO Pendidikan bagi anak tersebut menjadi rentan dan tidak dapat diselesaikan oleh satu instansi saja. BAZNAS sudah menyalurkan zakat untuk pendidikan, namunPendidikan bagi anak tersebut menjadi rentan dan tidak dapat diselesaikan oleh satu instansi saja. BAZNAS sudah menyalurkan zakat untuk pendidikan, namun
IAIN PONOROGOIAIN PONOROGO Tulisan ini bertujuan untuk, mengidentifikasi budaya sekolah, pengembangan karakter keagamaan melalui budaya sekolah dan dampaknya pada perkembangan karakterTulisan ini bertujuan untuk, mengidentifikasi budaya sekolah, pengembangan karakter keagamaan melalui budaya sekolah dan dampaknya pada perkembangan karakter
IAIN PONOROGOIAIN PONOROGO Apitan, a longstanding tradition in Grobogan, Central Java, has its roots in the Hindu-Buddhist era. This cultural practice has significantly shaped andApitan, a longstanding tradition in Grobogan, Central Java, has its roots in the Hindu-Buddhist era. This cultural practice has significantly shaped and
Useful /
DHARMAWANGSADHARMAWANGSA Sesuai dengan permasalahan dan tujuan penelitian, penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data menggunakan metode wawancaraSesuai dengan permasalahan dan tujuan penelitian, penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data menggunakan metode wawancara
UNRIKAUNRIKA Dalam penelitian ini, metode deskriptif kualitatif digunakan bersamaan dengan metode pengumpulan data wawancara. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwaDalam penelitian ini, metode deskriptif kualitatif digunakan bersamaan dengan metode pengumpulan data wawancara. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa
UNRIKAUNRIKA Baruna Cakrawala Group di Batam yang berjumlah 50 orang, dengan teknik pengambilan sampel sensus. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif denganBaruna Cakrawala Group di Batam yang berjumlah 50 orang, dengan teknik pengambilan sampel sensus. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan
RADEN FATAHRADEN FATAH Major risks include malware, network attacks, and system failures. Although the National University (UNAS) Cyber Library has developed a Disaster RecoveryMajor risks include malware, network attacks, and system failures. Although the National University (UNAS) Cyber Library has developed a Disaster Recovery