UIGMUIGM

Besaung : Jurnal Seni Desain dan BudayaBesaung : Jurnal Seni Desain dan Budaya

Penelitian ini tentang . Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis media kampanye pasangan Mahyeldi dan Audy Joinaldy pada pilkada Sumatera Barat tahun 2020. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi dan studi pustaka. Data dianalisis menggunakan analisis teori desain komunikasi visual, SWOT dan teori semiotika Roland Barthes. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa; pertama, media kampanye menjadi salah satu faktor penentu dalam upaya mendapatkan raihan suara terbanyak, terutama dalam mengkomunikasikan pesan dan tujuan personal branding kepada para pemilih. Adanya logo khusus (MA) pada media kampanye sebagai personal branding kedua pasang calon menjadi daya tarik tersendiri dalam proses kampanye yang dilakukan. Logo MA (Mahyeldi Audy) selalu muncul dalam setiap media kampanye yang dipublikasikan seperti spanduk, baliho, umbul-umbul dan media kampanye lainnya; Kedua, terdapatnya bentuk media utama dan media pendukung, saling berkaitan serta konsisten bentuk media kampanye yang digunakan. Media utama seperti logo, adanya keunikan simple, sederhana, elegant, identitas minangkabau, serta menarik perhatian sedangkan media pendukung seperti baliho, umbul-umbul, spanduk saling konsisten, keseragaman, unik dari segi figure atau foto, tagine, ikon logo, tipografi, dan warna. Makna media terdapat dari segi beberapa pandangan diantaranya komunikasi politik, antropologi politik, sosiologi politik dan lainnya.

Media kampanye pasangan Mahyeldi dan Audy Joinaldy pada Pilkada Sumatera Barat tahun 2020 memiliki makna tersirat yang dianalisis melalui teori desain komunikasi visual, SWOT, dan semiotika Roland Barthes.Media tersebut konsisten dalam tata letak, warna, tipografi, dan elemen budaya Minangkabau, serta menjadi faktor penentu dalam meraih suara terbanyak.Makna media kampanye dikaitkan dengan aspek komunikasi politik, sosiologi politik, dan antropologi politik yang saling berkaitan dengan persepsi pemilih.

Pertama, perlu diteliti bagaimana pengaruh elemen budaya Minangkabau dalam media kampanye terhadap preferensi pemilih berdasarkan latar belakang etnis dan usia, terutama generasi muda yang mungkin memiliki keterikatan budaya yang berbeda. Kedua, perlu dikaji lebih dalam mengenai efektivitas logo MA dan slogan Basamo Mambangun Sumbar Madani dalam membangun kepercayaan politik melalui media sosial dibanding media konvensional selama masa kampanye. Ketiga, penting untuk mengeksplorasi bagaimana konsistensi visual dan pesan kampanye memengaruhi persepsi integritas pasangan calon di mata pemilih, terutama dalam konteks persaingan politik yang ketat dan maraknya praktik politik uang. Penelitian lanjutan dapat menggabungkan analisis semiotika dengan survei persepsi masyarakat untuk melihat hubungan antara desain media, narasi budaya, dan keputusan memilih. Studi ini dapat dilakukan secara komparatif dengan pasangan calon lain dalam Pilkada yang sama untuk mengidentifikasi keunikan strategi visual Mahyeldi-Audy. Selain itu, pendekatan longitudinal dapat digunakan untuk melihat ketahanan citra pasangan setelah terpilih, apakah branding kampanye berdampak pada kepuasan publik selama masa jabatan. Fokus pada segmentasi pemilih pemula juga penting, mengingat dominasi media digital saat ini. Dengan demikian, penelitian dapat mengungkap sejauh mana desain kampanye berbasis identitas lokal mampu menciptakan kedekatan emosional yang tahan lama. Penelitian juga perlu menyelidiki peran media sosial dalam menyebarluaskan makna simbolik logo dan warna kampanye secara viral. Terakhir, perlu dikaji apakah keberhasilan strategi visual ini dapat direplikasi dalam konteks daerah lain dengan latar budaya berbeda.

Read online
File size417.54 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test