IAIN PONOROGOIAIN PONOROGO

MA'ALIM: Jurnal Pendidikan IslamMA'ALIM: Jurnal Pendidikan Islam

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi antara pendidikan Islam dan neurosains sebagai sebuah paradigma hibridisasi dalam dunia pendidikan kontemporer. Pendidikan Islam secara ontologis menekankan kesatuan ruhani, akal, dan jasmani dalam proses pendidikan, sementara neurosains memberikan dasar ilmiah terkait fungsi otak, emosi, dan perilaku dalam pembelajaran. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif berbasis studi pustaka, penelitian ini menemukan bahwa terdapat titik temu yang signifikan antara keduanya dalam membentuk paradigma pendidikan yang holistik. Hibridisasi ini diwujudkan melalui penyusunan model pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada intelektualitas, tetapi juga pada pembentukan karakter dan kesadaran spiritual peserta didik. Implementasi integrasi tersebut dapat dilakukan melalui desain kurikulum, strategi pembelajaran berbasis neuroeducation Islami, dan penguatan nilai-nilai keimanan dalam praktik pedagogis. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan lebih lanjut dalam ranah praktik pendidikan, agar integrasi nilai wahyu dan akal dapat menjadi landasan transformasi pendidikan Islam yang adaptif dan transformatif di era modern.

Penelitian ini menunjukkan bahwa pendidikan Islam dan neurosains memiliki titik temu yang kuat secara ontologis dan epistemologis.Pendidikan Islam mengedepankan potensi ruhani, akal, dan jasmani sebagai satu kesatuan yang utuh, sementara neurosains menyediakan landasan ilmiah mengenai bagaimana sistem otak bekerja dalam mendukung proses belajar, membentuk perilaku, serta menanamkan nilai dan moralitas.Implementasi paradigma integratif ini dapat diterapkan melalui berbagai model pembelajaran dan pengembangan kurikulum, seperti penerapan neuroeducation yang mendukung pembentukan karakter Islami.Pendidikan Islam tidak perlu berjalan dalam jalur eksklusif, melainkan terbuka untuk dikembangkan melalui pendekatan keilmuan modern seperti neurosains, selama tetap berada dalam bingkai nilai-nilai Ilahiyah.

Berdasarkan temuan penelitian, pengembangan model pendidikan Islam yang mengintegrasikan neurosains perlu diperluas melalui penelitian lapangan untuk menguji efektivitasnya dalam berbagai konteks pendidikan. Selain itu, penelitian lanjutan dapat difokuskan pada pengembangan instrumen evaluasi yang komprehensif untuk mengukur dampak integrasi neurosains terhadap perkembangan kognitif, afektif, dan spiritual peserta didik. Penting juga untuk meneliti bagaimana prinsip-prinsip neuroplastisitas dapat dimanfaatkan untuk merancang strategi pembelajaran yang lebih adaptif dan responsif terhadap kebutuhan individu peserta didik, sehingga pendidikan Islam dapat menghasilkan lulusan yang tidak hanya berpengetahuan luas, tetapi juga memiliki karakter yang kuat dan kesadaran spiritual yang tinggi.

  1. Hybridization of Islamic Education and Neuroscience: Transdisciplinary Studies of 'Aql in the Quran... Doi.Org/10.21093/Di.V19i2.1601Hybridization of Islamic Education and Neuroscience Transdisciplinary Studies of Aql in the Quran Doi Org 10 21093 Di V19i2 1601
  2. Konsep Hierarki Akal Al-Farabi dalam Perspektif Neurosains: Relevansinya dalam Pendidikan Islam | Jurnal... jurnal.radenfatah.ac.id/index.php/intelektualita/article/view/16173Konsep Hierarki Akal Al Farabi dalam Perspektif Neurosains Relevansinya dalam Pendidikan Islam Jurnal jurnal radenfatah ac index php intelektualita article view 16173
Read online
File size293.59 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test