UBYUBY

Tropical Animal ScienceTropical Animal Science

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat penerapan biosekuriti pada peternakan ayam broiler di Kecamatan Maiwa, Kabupaten Enrekang. Biosekuriti merupakan komponen penting dalam sistem manajemen kesehatan ternak yang bertujuan untuk mencegah masuk dan menyebarnya penyakit, serta menjaga produktivitas usaha peternakan. Penelitian dilakukan secara deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei terhadap seluruh populasi peternak ayam broiler di wilayah tersebut, yaitu sebanyak 27 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, wawancara, dan penyebaran kuesioner. Aspek yang dikaji meliputi tiga komponen utama biosekuriti, yaitu pengendalian lalu lintas, sanitasi, dan isolasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan biosekuriti oleh peternak secara umum berada pada kategori cukup. Aspek sanitasi menjadi yang paling dominan diterapkan, ditandai dengan pengelolaan limbah yang telah dilakukan dengan sangat baik oleh seluruh responden (100%). Aspek isolasi juga menunjukkan penerapan yang cukup baik, dengan sebagian besar peternak telah memisahkan ayam sakit dan mati serta memiliki kandang isolasi. Namun, penerapan biosekuriti dalam aspek pengendalian lalu lintas masih belum optimal, terutama terkait prosedur pemasukan tamu dan penyemprotan disinfektan kendaraan. Karakteristik peternak seperti tingkat pendidikan, pengalaman beternak, dan jenis kelamin diketahui turut memengaruhi variasi dalam penerapan biosekuriti. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran nyata di lapangan dan menjadi bahan pertimbangan bagi peternak, pemerintah, dan pihak terkait dalam meningkatkan penerapan biosekuriti secara menyeluruh.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa sebagian besar peternak ayam broiler di Kecamatan Maiwa, Kabupaten Enrekang telah menerapkan biosekuriti dengan cukup baik.Tiga aspek utama biosekuriti, yaitu transportasi, isolasi, dan sanitasi, umumnya sudah dijalankan oleh para peternak, meskipun masih ada beberapa hal yang perlu diperbaiki.Aspek sanitasi menjadi yang paling sering diterapkan, seperti kebersihan kandang dan peralatan yang cukup rutin dilakukan.Karakteristik peternak seperti umur, pendidikan, dan pengalaman juga berpengaruh terhadap tingkat penerapan biosekuriti.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, perlu dilakukan studi lebih mendalam mengenai faktor-faktor sosio-ekonomi yang memengaruhi penerapan biosekuriti oleh peternak, termasuk peran dukungan pemerintah dan akses terhadap informasi. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model biosekuriti yang lebih adaptif dan terjangkau bagi peternak skala kecil, dengan mempertimbangkan kondisi lokal dan sumber daya yang tersedia. Ketiga, penting untuk dilakukan evaluasi efektivitas berbagai intervensi peningkatan biosekuriti, seperti pelatihan, pendampingan, dan penyediaan fasilitas sanitasi, untuk mengidentifikasi praktik terbaik dan memastikan keberlanjutan program. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan kesehatan ternak, produktivitas peternakan, dan keamanan pangan di wilayah tersebut, serta memberikan informasi yang berguna bagi perumusan kebijakan dan program yang lebih efektif.

  1. E-Journal UBY | Electronic Journal Universitas Boyolali. journal uby electronic universitas boyolali... ejournal.uby.ac.id/index.php/tas/article/view/873E Journal UBY Electronic Journal Universitas Boyolali journal uby electronic universitas boyolali ejournal uby ac index php tas article view 873
  2. E-Journal UBY | Electronic Journal Universitas Boyolali. journal uby electronic universitas boyolali... doi.org/10.36596/tas.v7i1.1844E Journal UBY Electronic Journal Universitas Boyolali journal uby electronic universitas boyolali doi 10 36596 tas v7i1 1844
Read online
File size415.12 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test