UMNUUMNU

Jurnal Sains Peternakan NusantaraJurnal Sains Peternakan Nusantara

Kalsium memegang peran penting dalam menjaga fungsi fisiologis sapi perah pada awal laktasi ketika kebutuhan mineral meningkat tajam untuk pembentukan kolostrum dan produksi susu. Ketidakseimbangan kalsium pada fase ini sering menyebabkan hipokalsemia yang berdampak pada kesehatan dan performa produksi. Kajian literatur menunjukkan bahwa kadar kalsium darah memiliki hubungan yang erat dengan kadar kalsium susu, dimana perubahan konsentrasi kalsium darah cenderung diikuti oleh perubahan kalsium yang diekskresikan ke dalam susu. Penelitian sebelumnya melaporkan nilai korelasi yang tinggi, yaitu 0,905, yang menggambarkan hubungan positif yang kuat antara kedua parameter tersebut. Mekanisme fisiologis seperti regulasi hormon PTH, vitamin D, dan mobilisasi tulang berperan besar dalam menjaga keseimbangan kalsium tubuh selama masa laktasi awal. Pemantauan kalsium darah dan susu dapat dijadikan indikator penting untuk menilai status metabolik sapi perah dan membantu menentukan strategi suplementasi mineral yang tepat pada periode transisi.

Berdasarkan review jurnal yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa kalsium berperan penting dalam menjaga keseimbangan fisiologis sapi perah selama awal laktasi ketika kebutuhan kalsium meningkat tajam untuk pembentukan kolostrum dan produksi susu.Hipokalsemia subklinis yang umum terjadi pada sapi multipara dapat menurunkan produksi susu dan meningkatkan risiko gangguan metabolik.Stabilitas kadar kalsium darah berkaitan dengan tingginya produksi serta kualitas susu.

Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk menginvestigasi pengaruh berbagai jenis suplemen kalsium, seperti kalsium propionat, terhadap kadar kalsium darah dan susu serta performa produksi sapi perah laktasi awal. Selain itu, studi yang lebih mendalam diperlukan untuk memahami mekanisme regulasi hormon dan faktor-faktor lain yang memengaruhi mobilisasi kalsium dari tulang dan absorpsi kalsium dari pakan pada sapi perah selama masa transisi. Terakhir, penelitian yang berfokus pada pengembangan teknologi sensor otomatis untuk pemantauan kadar kalsium darah dan susu secara real-time dapat membantu dalam deteksi dini hipokalsemia dan optimasi strategi manajemen nutrisi pada sapi perah, sehingga meningkatkan efisiensi produksi dan kesejahteraan hewan. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang lebih komprehensif mengenai dinamika kalsium pada sapi perah laktasi awal dan mendukung pengembangan praktik manajemen yang lebih efektif untuk mencegah gangguan metabolik serta meningkatkan produktivitas.

Read online
File size260.29 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test