UBYUBY
Tropical Animal ScienceTropical Animal SciencePenelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan performa dari pemeliharaan ayam broiler dari 5 periode pemeliharaan ayam dengan variabel rerata bobot badan panen, nilai deplesi, konversi pakan, indeks performa (IP), dan Income Over Feed Cost (IOFC). Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan kuesioner dengan subyek kandang closehouse Suyatno Farm. Penelitian ini menghasilkan rerata dari 5 periode yaitu pemeliharaan 19.800, rerata bobot badan panen 1,98 kg/ekor, nilai deplesi 385 ekor atau 1,94 %, nilai konversi pakan 1,437, indeks performa (IP) 441, dan Income Over Feed Cost (IOFC) Rp 14.005. Dari penelitian ini di temukan bahwa periode 1 performa terbaik dari seluruh periode pada variabel rerata bobot badan panen 2,1 kg/ekor, IP 473, dan IOFC Rp 14.660. Periode 2 mendapatkan hasil terbaik dari seluruh periode pada variabel deplesi dengan nilai 348 ekor dengan persentase 1,65. Sedangkan koversi pakan terbaik terdapat pada periode 3 dengan nilai 1,410.
Penelitian ini menunjukkan bahwa performa pemeliharaan ayam broiler di Suyatno Farm selama lima periode menghasilkan rata-rata bobot badan panen 1,98 kg/ekor, deplesi 1,94%, konversi pakan 1,437, indeks performa 441, dan IOFC sebesar Rp14.Periode 1 memiliki performa terbaik dalam hal bobot badan panen, indeks performa, dan IOFC, sedangkan periode 2 unggul dalam tingkat deplesi terendah dan periode 3 dalam efisiensi konversi pakan.Periode 4 menunjukkan performa terburuk karena berada di bawah rata-rata pada hampir semua parameter, termasuk bobot panen terendah, deplesi tertinggi, konversi pakan tertinggi, indeks performa terendah, dan IOFC terendah.
Pertama, perlu diteliti faktor lingkungan mikro seperti suhu, kelembapan, dan sirkulasi udara di dalam kandang pada setiap periode pemeliharaan untuk mengetahui pengaruhnya terhadap fluktuasi kinerja ayam, terutama pada periode dengan performa buruk seperti periode 4. Kedua, perlu dilakukan penelitian mengenai pengaruh perubahan pola pakan atau formulasi pakan meskipun merek pakan sama, untuk melihat apakah variasi komposisi nutrisi berkontribusi terhadap perbedaan konversi pakan dan bobot panen antar periode. Ketiga, penting untuk mengevaluasi faktor manajerial seperti kepadatan kandang, umur DOC, atau kepatuhan terhadap protokol kesehatan harian yang mungkin berbeda antar periode dan dapat memengaruhi tingkat deplesi serta pertumbuhan ayam, agar dapat diidentifikasi praktik optimal yang dapat direplikasi secara konsisten untuk mempertahankan kinerja tinggi di semua periode pemeliharaan.
| File size | 529.56 KB |
| Pages | 7 |
| DMCA | Report |
Related /
UBYUBY Penambahan sari jahe tidak berpengaruh nyata terhadap perubahan pH. Aktivitas antioksidan dan antimikroba senyawa bioaktif dalam jahe merah berperan pentingPenambahan sari jahe tidak berpengaruh nyata terhadap perubahan pH. Aktivitas antioksidan dan antimikroba senyawa bioaktif dalam jahe merah berperan penting
UBYUBY Penelitian ini dilakukan pada kambing Saburai jantan di Pembibitan Ternak Kambing Saburai Dinas Peternakan Lampung. Pendekatan yang digunakan adalah observasionalPenelitian ini dilakukan pada kambing Saburai jantan di Pembibitan Ternak Kambing Saburai Dinas Peternakan Lampung. Pendekatan yang digunakan adalah observasional
UBYUBY Kambing merupakan salah satu ruminansia kecil yang berkontribusi signifikan dalam sistem peternakan rakyat dan berperan dalam meningkatkan pendapatan masyarakatKambing merupakan salah satu ruminansia kecil yang berkontribusi signifikan dalam sistem peternakan rakyat dan berperan dalam meningkatkan pendapatan masyarakat
UBYUBY S/C sapi Bali dan PO rata-rata 1,13–1,30, mengindikasikan efisiensi IB yang baik, dan CR mencapai 77,7% melebihi standar nasional (60–70%). Hasil penelitianS/C sapi Bali dan PO rata-rata 1,13–1,30, mengindikasikan efisiensi IB yang baik, dan CR mencapai 77,7% melebihi standar nasional (60–70%). Hasil penelitian
UBYUBY Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL), terdiri dari 4 perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuan adalahMetode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL), terdiri dari 4 perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuan adalah
UBYUBY Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh taraf protein ransum pada fase pemeliharaan terhadap penggunaan protein yang diukur melalui kadar asamPenelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh taraf protein ransum pada fase pemeliharaan terhadap penggunaan protein yang diukur melalui kadar asam
UBYUBY Tiga aspek utama biosekuriti, yaitu transportasi, isolasi, dan sanitasi, umumnya sudah dijalankan oleh para peternak, meskipun masih ada beberapa hal yangTiga aspek utama biosekuriti, yaitu transportasi, isolasi, dan sanitasi, umumnya sudah dijalankan oleh para peternak, meskipun masih ada beberapa hal yang
UBYUBY Penelitian lebih lanjut dengan desain yang lebih kuat, jumlah sampel yang lebih ketat dan pengendalian variabel yang lebih diperukan untuk menilai mendalamPenelitian lebih lanjut dengan desain yang lebih kuat, jumlah sampel yang lebih ketat dan pengendalian variabel yang lebih diperukan untuk menilai mendalam
Useful /
UBYUBY Perlakuan yang diterapkan adalah 4 macam lama fermentasi, yaitu 0, 2, 4, dan 6 hari, dengan masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Proses fermentasiPerlakuan yang diterapkan adalah 4 macam lama fermentasi, yaitu 0, 2, 4, dan 6 hari, dengan masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Proses fermentasi
UBYUBY Namun, pupuk kotoran maggot (P1) memiliki kandungan fosfor yang secara signifikan lebih tinggi dibandingkan pupuk komersial (P2), menunjukkan potensi besarNamun, pupuk kotoran maggot (P1) memiliki kandungan fosfor yang secara signifikan lebih tinggi dibandingkan pupuk komersial (P2), menunjukkan potensi besar
UBYUBY Rataan suhu rektal tertinggi terlihat pada perlakuan D yaitu 38,630C dan rataan terendah terdapat pada perlakuan A yaitu 38,530C. Rataan denyut jantungRataan suhu rektal tertinggi terlihat pada perlakuan D yaitu 38,630C dan rataan terendah terdapat pada perlakuan A yaitu 38,530C. Rataan denyut jantung
UBYUBY Hasil menunjukkan bahwa bangsa kambing perah Saneen menghasilkan produksi susu tertinggi, yakni 2,5 liter/hari, diikuti Sapera 2,23 liter/hari dan PeranakanHasil menunjukkan bahwa bangsa kambing perah Saneen menghasilkan produksi susu tertinggi, yakni 2,5 liter/hari, diikuti Sapera 2,23 liter/hari dan Peranakan