UBYUBY

Tropical Animal ScienceTropical Animal Science

Peningkatan permintaan protein hewani asal daging sapi tidak diimbangi dengan peningkatan populasi ternak di Indonesia, sehingga diperlukan strategi seperti inseminasi buatan (IB) untuk mempercepat reproduksi. Penelitian bertujuan mengevaluasi keberhasilan program IB dalam meningkatkan populasi sapi di Kecamatan IV Nagari, Kabupaten Sijunjung, melalui analisis Non-Return Rate (NRR), Service per Conception (S/C), dan Conception Rate (CR). Metode survei digunakan dengan data primer (wawancara peternak) dan sekunder (rekam medis Puskeswan tahun 2019–2023). Hasil menunjukkan bahwa NRR berkisar 69,80–77,91%, menunjukkan tingkat kebuntingan tinggi setelah IB pertama. S/C sapi Bali dan PO rata-rata 1,13–1,30, mengindikasikan efisiensi IB yang baik, dan CR mencapai 77,7% melebihi standar nasional (60–70%). Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa program IB di Kecamatan IV Nagari berhasil meningkatkan populasi sapi, ditunjukkan oleh parameter NRR, S/C, dan CR yang optimal. Keberhasilan ini dipengaruhi oleh pelatihan inseminator, kesadaran peternak, dan dukungan sarana IB.

Hasil penelitian terhadap peran inseminasi buatan dalam meningkatkan populasi ternak sapi di Kecamatan IV Nagari Kabupaten Sijunjung menunjukkan bahwa nilai Non Return Rate (NRR) berada dalam rentang 69,80% hingga 77,91% yang menunjukkan keberhasilan kebuntingan yang cukup tinggi.Nilai Service per Conception (S/C) berkisar antara 1,13-1,30 untuk sapi Bali dan sapi PO, lebih rendah dari rata-rata nilai S/C Kabupaten Sijunjung yakni.Tingkat kebuntingan atau Conception Rate (CR) tergolong baik, dengan nilai mencapai hingga 77,7%.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan efektivitas program inseminasi buatan dan mendukung peningkatan populasi ternak sapi. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh faktor-faktor lingkungan, seperti kualitas pakan dan manajemen kandang, terhadap tingkat kebuntingan pada sapi yang menjalani IB. Hal ini penting untuk mengidentifikasi praktik-praktik terbaik dalam pemeliharaan sapi yang dapat mengoptimalkan keberhasilan reproduksi. Kedua, penelitian tentang efektivitas berbagai jenis semen beku terhadap tingkat kebuntingan pada berbagai jenis sapi lokal di Kecamatan IV Nagari dapat memberikan informasi penting bagi peternak dalam memilih semen yang paling sesuai dengan kondisi ternak mereka. Ketiga, pengembangan sistem monitoring dan evaluasi program IB yang lebih komprehensif, termasuk pemantauan kesehatan reproduksi sapi secara berkala dan analisis data secara lebih mendalam, dapat membantu mengidentifikasi masalah-masalah yang muncul dan merumuskan solusi yang tepat untuk meningkatkan efisiensi program IB secara keseluruhan. Dengan demikian, program inseminasi buatan dapat memberikan kontribusi yang lebih signifikan terhadap peningkatan populasi ternak sapi dan kesejahteraan peternak di Kecamatan IV Nagari.

  1. PERAN INSEMINASI BUATAN (IB) TERHADAP PENINGKATAN POPULASI TERNAK SAPI DI KECAMATAN IV NAGARI KABUPATEN... ejournal.uby.ac.id/index.php/tas/article/view/1816PERAN INSEMINASI BUATAN IB TERHADAP PENINGKATAN POPULASI TERNAK SAPI DI KECAMATAN IV NAGARI KABUPATEN ejournal uby ac index php tas article view 1816
Read online
File size455.83 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test