UBYUBY

Tropical Animal ScienceTropical Animal Science

Penelitian ini bertujuan untuk memetakan wilayah potensial peternakan ternak ruminansia di Kabupaten Manggarai berdasarkan hasil perhitungan Location Quotient (LQ). Penelitian menggunakan perhitungan LQ kemudian diinterpretasikan pada peta menggunakan aplikasi ArcGIS. Data populasi ternak di Kabupaten Manggarai didapatkan dari data Dinas Peternakan Kabupaten Manggarai tahun 2024 berdasarkan 12 kecamatan di Kabupaten Manggarai. Berdasarkan hasil perhitungan, kecamatan Satar Mese, Satar Mese Barat, Satar Mese Utara, Ruteng, Cibal Barat, Reok dan Reok Barat mendapatkan hasil LQ>1 untuk komoditi ternak sapi. Sementara di wilayah Kecamatan Satar Mese, Satar Mese Utara, Satar Mese Barat, Rahong Utara, Cibal Barat dan Cibal juga mendapatkan hasil LQ>1 untuk komoditi ternak Kerbau. Dan untuk wilayah Satar Mese Barat, Cibal, Cibal Barat, Reok Barat dan Rahong Utara mendapatkan hasil LQ>1 untuk ternak kambing. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemerintah daerah harus menunjang upaya peningkatan produksi ternak berdasarkan dengan hasil perhitungan LQ<1 seperti kecamatan Langke Rembong, Wae Rii dan Lelak.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa kecamatan Satar Mese, Satar Mese Barat, Satar Mese Utara, Ruteng, Cibal Barat, Reok, dan Reok Barat memiliki potensi unggulan dalam komoditas ternak sapi.Selain itu, kecamatan Satar Mese, Satar Mese Utara, Satar Mese Barat, Rahong Utara, Cibal Barat, dan Cibal menunjukkan potensi unggulan dalam komoditas ternak kerbau, sementara Satar Mese Barat, Cibal, Cibal Barat, Reok Barat, dan Rahong Utara unggul dalam ternak kambing.Pemerintah daerah perlu memberikan perhatian dan dukungan lebih kepada kecamatan dengan nilai LQ kurang dari 1, seperti Langke Rembong, Wae Rii, dan Lelak, untuk mendorong peningkatan produksi dan pemerataan potensi ternak.

Berdasarkan hasil penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dipertimbangkan. Pertama, perlu dilakukan studi lebih mendalam mengenai faktor-faktor spesifik yang mendorong tingginya nilai LQ pada kecamatan-kecamatan basis, seperti analisis kualitas pakan, sistem pengelolaan ternak, dan akses terhadap pasar. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model integrasi antara peternakan ruminansia dengan sektor pertanian lainnya, seperti tanaman pangan atau perkebunan, untuk meningkatkan efisiensi penggunaan lahan dan sumber daya. Ketiga, penting untuk mengkaji efektivitas berbagai intervensi pemerintah, seperti program bantuan ternak, pelatihan peternak, atau pembangunan infrastruktur, dalam meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan peternak di wilayah-wilayah dengan nilai LQ rendah. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang lebih komprehensif dan terarah bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan dan program pembangunan peternakan yang berkelanjutan dan berdaya saing.

  1. PERAN INSEMINASI BUATAN (IB) TERHADAP PENINGKATAN POPULASI TERNAK SAPI DI KECAMATAN IV NAGARI KABUPATEN... ejournal.uby.ac.id/index.php/tas/article/view/1816PERAN INSEMINASI BUATAN IB TERHADAP PENINGKATAN POPULASI TERNAK SAPI DI KECAMATAN IV NAGARI KABUPATEN ejournal uby ac index php tas article view 1816
  2. PEMBANGUNAN EKONOMI WILAYAH KABUPATEN CIAMIS BERBASIS KOMODITAS PETERNAKAN | Isyanto | Mimbar Agribisnis... jurnal.unigal.ac.id/index.php/mimbaragribisnis/article/view/899PEMBANGUNAN EKONOMI WILAYAH KABUPATEN CIAMIS BERBASIS KOMODITAS PETERNAKAN Isyanto Mimbar Agribisnis jurnal unigal ac index php mimbaragribisnis article view 899
Read online
File size554.64 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test