TRISAKTITRISAKTI

International Journal on Livable SpaceInternational Journal on Livable Space

Transfer pengetahuan memainkan peran vital dalam menjaga kualitas proyek konstruksi, terutama dalam rehabilitasi bangunan bersejarah, yang menuntut keahlian kontekstual dan pemahaman mendalam tentang nilai-nilai sejarah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi dan menganalisis implementasi strategi transfer pengetahuan oleh perusahaan konstruksi dalam proyek konservasi bangunan bersejarah. Pendekatan kualitatif digunakan, dengan data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan analisis dokumen proyek terpilih. Temuan menunjukkan bahwa transfer pengetahuan dalam proyek ini sebagian besar bersifat informal dan bergantung pada pengalaman individu, jaringan interpersonal, dan komunikasi lintas generasi. Pengetahuan taktis, termasuk teknik konservasi tradisional dan penilaian bahan yang menua, tetap tidak terdokumentasi dan tidak terintegrasi ke dalam sistem manajemen pengetahuan formal. Kesimpulan penelitian ini adalah identifikasi strategi efektif yang mencakup bimbingan berdasarkan pengalaman, kolaborasi lintas generasi, insentif tim, dan alat digital terdokumentasi. Studi ini merekomendasikan pengembangan sistem manajemen pengetahuan adaptif dan partisipatif untuk meningkatkan keberlanjutan praktik konservasi dan melestarikan nilai-nilai sejarah lintas generasi.

Penelitian ini mengidentifikasi strategi kunci yang digunakan oleh perusahaan konstruksi untuk menjaga pengetahuan.Strategi-strategi ini mencakup bimbingan berdasarkan pengalaman, dokumentasi visual dan digitalisasi informasi, kolaborasi lintas generasi dan lintas budaya, pelatihan lintas budaya, penggunaan teknologi kolaborasi sederhana, evaluasi reflektif, serta pengakuan formal terhadap kontribusi pekerja lapangan.Studi ini merekomendasikan penguatan sistem dokumentasi berdasarkan pengalaman, pengakuan formal terhadap kontribusi lapangan, dan integrasi teknologi kolaboratif sebagai langkah kritis menuju sistem manajemen pengetahuan yang lebih kontekstual dan berkelanjutan dalam proyek rehabilitasi bangunan bersejarah.

Berdasarkan temuan penelitian ini, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan. Pertama, penting untuk mengeksplorasi lebih lanjut bagaimana strategi transfer pengetahuan yang efektif dapat diterapkan dalam proyek konservasi bangunan bersejarah di negara-negara berkembang, seperti Indonesia. Penelitian ini dapat berfokus pada pengembangan sistem manajemen pengetahuan adaptif yang dapat mengakomodasi praktik-praktik sosial dan budaya lokal. Kedua, studi lanjutan dapat menyelidiki peran teknologi dalam transfer pengetahuan, terutama dalam konteks proyek konservasi. Bagaimana teknologi dapat digunakan untuk mendokumentasikan dan berbagi pengetahuan taktis secara efektif? Dan bagaimana teknologi dapat membantu dalam melestarikan nilai-nilai sejarah? Terakhir, penelitian dapat menyelidiki bagaimana strategi transfer pengetahuan dapat ditingkatkan melalui kolaborasi lintas disiplin dan lintas generasi. Bagaimana kolaborasi ini dapat meningkatkan pemahaman dan penerapan praktik konservasi yang berkelanjutan?.

  1. Project Management Best Practices | Wiley Online Books. project management best practices wiley books... doi.org/10.1002/9781118835531Project Management Best Practices Wiley Online Books project management best practices wiley books doi 10 1002 9781118835531
Read online
File size686.46 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test