UWHSUWHS

Jurnal Fisioterapi dan RehabilitasiJurnal Fisioterapi dan Rehabilitasi

Stroke pada pasien Diabetes Melitus (DM) sering menimbulkan gangguan fungsi motorik yang lebih berat akibat penurunan kapasitas neuronal plasticity. Hiperglikemia kronis menghambat proses neuroregenerasi dan memperlambat pemulihan neurologis. Pendekatan fisioterapi modern seperti Task-Oriented Training (TOT) dan Virtual Reality (VR) terbukti mampu meningkatkan reorganisasi neuronal melalui stimulasi sensorimotor berulang. Literatur review ini bertujuan menganalisis pengaruh fisioterapi TOT dan VR terhadap neuronal plasticity pada pasien stroke dengan DM berdasarkan bukti ilmiah terkini periode tahun 2020–2025. Pencarian literatur dilakukan melalui PubMed, ScienceDirect, SpringerLink, dan Garuda (SINTA) menggunakan kata kunci TOT, VR, Neuronal Plasticity, Stroke, dan Diabetes Mellitus. Artikel yang diinklusi adalah penelitian eksperimental, quasi-eksperimental, dan RCT yang menilai efek TOT dan VR terhadap fungsi motorik dan biomarker neuroplastisitas. Sepuluh artikel memenuhi kriteria inklusi. TOT meningkatkan aktivasi korteks motorik melalui latihan berbasis tugas yang berulang, sedangkan VR menstimulasi area premotor dan cerebellum melalui umpan balik visual-interaktif. Kombinasi keduanya meningkatkan kadar Brain-Derived Neurotrophic Factor (BDNF), aktivasi kortikal pada fMRI, serta skor Fugl-Meyer Assessment. Fisioterapi berbasis TOT dan VR berpengaruh positif terhadap peningkatan neuronal plasticity pada pasien stroke dengan Diabetes Melitus, sehingga keduanya dapat dijadikan pendekatan rehabilitasi efektif dan berbasis bukti.

Kombinasi Task-Oriented Training dan Virtual Reality secara signifikan meningkatkan neuronal plasticity serta fungsi motorik pada pasien stroke dengan Diabetes Mellitus.TOT meningkatkan eksitabilitas kortikal dan reorganisasi sinaptik melalui latihan berbasis tugas yang berulang, sementara VR memperkuat multisensory stimulation dan memicu peningkatan kadar BDNF.Pendekatan ini menjanjikan strategi rehabilitasi yang efektif dan berbasis bukti bagi pasien stroke dengan komorbiditas Diabetes Mellitus.

Pertama, diperlukan uji coba randomised controlled trial berskala besar untuk menilai efektivitas kombinasi TOT dan VR dibandingkan intervensi konvensional, dengan pengukuran objektif seperti fMRI, EEG, dan biomarker BDNF serum sehingga dapat memvalidasi hasil preliminar. Kedua, dikembangkan prototipe Virtual Reality yang menyerupai aktivitas budaya lokal Indonesia, seperti permainan tradisional atau simulasi perambalan pasar, guna meningkatkan keterlibatan pasien dan menilai apakah konteks lokal mempercepat adaptasi motorik. Terakhir, lakukan studi longitudinal lebih dari tiga bulan yang memantau perubahan fungsi motorik, kualitas hidup, dan neuroplastisitas guna menilai durabilitas efek terapi dan menentukan interval retensi optimal bagi pasien stroke dengan Diabetes Mellitus.

Read online
File size666.28 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test