UNSIKAUNSIKA

BAROMETERBAROMETER

Perancangan pasif merupakan cara penghematan energi melalui pemanfaatan energi matahari secara pasif, yaitu tanpa mengonversikan energi matahari menjadi energi listrik. Rancangan bangunan dengan sendirinya mampu mengantisipasi permasalahan iklim luar. Di Indonesia sebagai daerah tropis, sistem pendingin dan sistem pencahayaan merupakan kontributor terbesar dalam konsumsi energi bangunan yang mengambil bagian 24,7% dan 16% masing-masingnya dari total konsumsi energi bangunan. Tujuan penelitian ini adalah melakukan pemodelan penyimpanan menggunakan metode pasif energi. Prosedur dilakukan dengan kombinasi perhitungan energi sekitar storage dan CAD. Software CAD digunakan untuk membuat gambar permukaan dan bentuk gambar solid 3D. Kemudian dilakukan pembuatan gambar beberapa opsi untuk bukaan udara yang akan digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan pada bulan pengamatan, nilai energi panas yang terjadi pada penyimpanan gabah kering panen dan beras dengan bangunan pasif energi lebih rendah dan energi panas pada bulan Juni lebih tinggi. Oleh karena itu, solusi pemilihan jenis bukaan pada bulan Januari diperlukan dengan persentase bukaan 25% dan untuk bulan Juni diperlukan bukaan dengan persentase 50%.

Berdasarkan pengamatan bulan Januari dan Juni, terjadi perbedaan nilai perpindahan panas total akibat perubahan suhu dan kondisi musim, dengan nilai perpindahan panas lebih tinggi pada bulan Juni (494,933 W) dibanding Januari (326,612 W).Difusivitas massa air menurun dari 0,097 kg air/kg benda pada Januari menjadi 0,0935 kg air/kg benda pada Juni, sementara suhu akhir meningkat dari 30,3°C menjadi 33,2°C.Persentase udara terkondensasi juga meningkat dari 0,75% pada Januari menjadi 1,25% pada Juni, menunjukkan risiko lebih tinggi terhadap kerusakan gabah dan beras akibat kelembapan.

Pertama, perlu diteliti bagaimana desain bukaan adaptif yang dapat secara otomatis mengatur persentase bukaan berdasarkan fluktuasi suhu dan kelembapan harian untuk menjaga stabilitas kondisi dalam gudang penyimpanan sepanjang tahun. Kedua, penting untuk mengkaji efektivitas penggunaan material isolasi termal tambahan pada atap dan dinding bangunan pasif dalam konteks iklim tropis lembap, guna menekan laju perpindahan panas konduksi yang tinggi. Ketiga, perlu dikembangkan penelitian tentang integrasi sistem penyerap kelembapan alami atau ventilasi selektif dalam desain gudang, untuk mengurangi kondensasi udara dan mencegah difusi uap air ke dalam gabah dan beras selama musim dengan kelembapan ekstrem. Penelitian-penelitian ini akan membantu menciptakan sistem penyimpanan pangan yang lebih efisien, tahan iklim, dan mampu menjaga kualitas hasil pertanian dalam jangka panjang tanpa ketergantungan pada energi aktif.

  1. BAROMETER. storage design harvested dry grain rice passive energy building abstract barometer authors... doi.org/10.35261/barometer.v9i2.11233BAROMETER storage design harvested dry grain rice passive energy building abstract barometer authors doi 10 35261 barometer v9i2 11233
Read online
File size545.14 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test