AACENDIKIAJOURNALAACENDIKIAJOURNAL

AACENDIKIA: Journal of NursingAACENDIKIA: Journal of Nursing

Pendahuluan: Delayed cord clamping adalah praktek penundaan pengekleman dan pemotongan tali pusat dimana tali pusat tidak dijepit atau dipotong sampai setelah denyutan berhenti, atau sampai setelah plasenta lahir seluruhnya. Berdasarkan laporan WHO menyatakan waktu yang optimal untuk menjepit tali pusat untuk semua bayi tanpa memandang usia kehamilan dan berat badan janin adalah ketika sirkulasi atau denyutan di tali pusat telah berhenti, dan tali pusat ini datar dan pulseless sekitar 3 menit atau lebih setelah lahir. Dimana Peningkatan volume sel darah merah pada transfusi plasenta ini akan mempengaruhi kadar bilirubin bayi baru lahir Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan penjepitan tali pusat lambat terhadap kejadian ikterus di Puskesmas Malunda. Metode:Penelitian Penelitian ini menggunakan jenis penelitian cross secsional study. Sampel dalam penelitian ini adalah semua bayi yang ada di Puskesmas malunda yang berjumlah 30 orang. Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa p-value=0,001 pada penundaan penjepitan tali pusat dengan kejadian ikterus. Kesimpulan: Sehingga ada hubungan penundaan penjepitan tali pusat dengan kejadian ikterus.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa penundaan penjepitan tali pusat berhubungan dengan kejadian ikterus pada bayi baru lahir.Bayi yang mengalami penundaan penjepitan tali pusat lebih dominan tidak mengalami ikterus dibandingkan yang tidak mengalami penundaan.Hasil ini mengindikasikan bahwa praktik penundaan penjepitan tali pusat dapat menjadi acuan intervensi untuk meminimalkan kejadian ikterus pada bayi baru lahir.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengkaji pengaruh durasi penundaan penjepitan tali pusat yang optimal terhadap kejadian ikterus, dengan membandingkan berbagai interval waktu penundaan, seperti 30 detik, 60 detik, dan 3 menit. Kedua, penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi peran faktor-faktor lain yang mungkin memengaruhi kejadian ikterus, seperti usia kehamilan, berat badan lahir, jenis kelamin bayi, dan riwayat ikterus pada kehamilan sebelumnya, untuk mendapatkan pemahaman yang lebih komprehensif tentang etiologi ikterus pada bayi baru lahir. Ketiga, studi intervensi prospektif perlu dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas implementasi protokol penundaan penjepitan tali pusat dalam praktik klinis, serta dampaknya terhadap morbiditas dan mortalitas bayi baru lahir. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan bukti empiris yang kuat untuk mendukung adopsi praktik penundaan penjepitan tali pusat sebagai standar perawatan yang direkomendasikan.

  1. Magnitude of Neonatal Jaundice and Its Associated Factor in Neonatal Intensive Care Units of Mekelle... doi.org/10.1155/2019/1054943Magnitude of Neonatal Jaundice and Its Associated Factor in Neonatal Intensive Care Units of Mekelle doi 10 1155 2019 1054943
Read online
File size225.31 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test