UIN SUSKAUIN SUSKA
Jurnal AgroteknologiJurnal AgroteknologiPenelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Bioteknologi Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Islam Riau Pekanbaru selama tiga bulan dari Oktober hingga Desember 2013. Rancangan yang digunakan adalah percobaan faktorial dalam rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari dua faktor dan tiga ulangan. Faktor pertama adalah pemberian Myoinositol: A0 (0 mg/l), A1 (25 mg/l), A2 (50 mg/l), dan A3 (75 mg/l). Faktor kedua adalah pemberian arang aktif: B0 (0 g/l), B1 (1 g/l), B2 (2 g/l), dan B3 (3 g/l). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian myoinositol secara tunggal memberikan pengaruh nyata terhadap semua parameter pengamatan dengan perlakuan terbaik A2 (pemberian myoinositol 50 mg/l) yang menghasilkan umur muncul tunas (20,25 hari), jumlah tunas (2,11 buah), tinggi tunas (2,32 cm), jumlah akar (3,00 buah), dan berat basah akar (26,39 mg). Pemberian arang aktif secara tunggal memberikan pengaruh nyata terhadap semua parameter pengamatan dengan perlakuan terbaik B0 (tanpa pemberian arang aktif) yang menghasilkan umur muncul tunas (23,92 hari), jumlah tunas (2,06 buah), tinggi tunas (2,01 cm), jumlah akar (2,67 buah), dan berat basah akar (25,59 mg). Interaksi pemberian myoinositol dan arang aktif memberikan pengaruh nyata terhadap parameter umur muncul tunas dengan perlakuan terbaik pada kombinasi A2B0 (16,33 hari), dan berat basah akar dengan perlakuan terbaik A2B0 (47,47 mg).
Pemberian myoinositol secara tunggal pada konsentrasi 50 mg/l memberikan pengaruh nyata terhadap semua parameter pertumbuhan jaringan anggrek, mencakup umur muncul tunas, jumlah tunas, tinggi tunas, jumlah akar, dan berat basah akar.Pemberian arang aktif secara tunggal menunjukkan hasil terbaik pada perlakuan tanpa arang aktif (0 g/l) yang memberikan pengaruh nyata terhadap parameter pengamatan, mengindikasikan bahwa penambahan arang aktif justru dapat menghambat pertumbuhan melalui mekanisme penyerapan nutrisi dan hormon.Interaksi antara myoinositol 50 mg/l dan tanpa arang aktif (A2B0) menghasilkan pengaruh nyata terbaik terhadap umur muncul tunas (16,33 hari) dan berat basah akar (47,47 mg), menunjukkan sinergi negatif arang aktif terhadap efektivitas myoinositol.
Penelitian lanjutan disarankan untuk menguji konsentrasi myoinositol yang melebihi 75 mg/l atau dalam rentang dosis yang lebih spesifik antara 25-50 mg/l guna menemukan takaran optimal yang lebih presisi dalam merangsang pertumbuhan eksplan anggrek secara maksimal sekaligus mengurangi waktu sub kultur secara signifikan. Selanjutnya, perlu dilakukan penelitian yang mengkaji interaksi sinergis antara myoinositol dengan zat pengatur tumbuh seperti auksin atau sitokinin dalam berbagai perbandingan konsentrasi untuk memahami mekanisme hormonal yang lebih kompleks dalam proses morfogenesis dan pendewasaan planlet anggrek secara in vitro serta menentukan formula media yang paling efektif. Penelitian juga dapat diarahkan pada pengujian efektivitas pemberian myoinositol terhadap spesies anggrek lain selain Dendrobium sp serta mengkaji mekanisme molekuler pada tingkat selular mengenai peran senyawa tersebut dalam pengangkutan dan penyimpanan hormon auksin menggunakan pendekatan biokimia molekuler dan analisis ekspresi gen untuk memberikan pemahaman fundamental yang lebih mendalam tentang regulasi pertumbuhan tanaman secara keseluruhan.
| File size | 279.8 KB |
| Pages | 9 |
| DMCA | Report |
Related /
UNTADUNTAD Komposisi arang hasil pirolisis menunjukkan bahwa komponen terbesar penyusun arang adalah karbon dengan persentase 45,4-56 %, kalsium sebesar 10-15,2%,Komposisi arang hasil pirolisis menunjukkan bahwa komponen terbesar penyusun arang adalah karbon dengan persentase 45,4-56 %, kalsium sebesar 10-15,2%,
RADEN FATAHRADEN FATAH Hasil menunjukkan bahwa ECG menunjukkan afinitas pengikatan terkuat (-9,5 kcal/mol) dan memenuhi aturan Lipinski. Prediksi toksisitas mengklasifikasikanHasil menunjukkan bahwa ECG menunjukkan afinitas pengikatan terkuat (-9,5 kcal/mol) dan memenuhi aturan Lipinski. Prediksi toksisitas mengklasifikasikan
UNIVERSITAS BTHUNIVERSITAS BTH Peningkatan konsumsi obat-obatan dan aktivitas industri farmasi telah menyebabkan akumulasi limbah farmasi yang signifikan, yang berpotensi mencemari lingkunganPeningkatan konsumsi obat-obatan dan aktivitas industri farmasi telah menyebabkan akumulasi limbah farmasi yang signifikan, yang berpotensi mencemari lingkungan
NURSCIENCEINSTITUTENURSCIENCEINSTITUTE Sebaliknya, peningkatan CAR pada peristiwa 2 dan 5 menunjukkan bahwa pasar menilai aksi M&A tersebut memiliki potensi keuntungan jangka panjang. DenganSebaliknya, peningkatan CAR pada peristiwa 2 dan 5 menunjukkan bahwa pasar menilai aksi M&A tersebut memiliki potensi keuntungan jangka panjang. Dengan
POLTEKKES PADANGPOLTEKKES PADANG 069 mg/L. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas berbagai ketebalan media arang aktif sekam padi dan tempurung kelapa dalam penurunan kadar069 mg/L. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas berbagai ketebalan media arang aktif sekam padi dan tempurung kelapa dalam penurunan kadar
POLITANI KOEPOLITANI KOE Semakin tinggi suhu karbonasi arang, dapat menurunkan pH ekskreta pada ketiga jenis aktivator. Arang aktif biji kelor yang diaktivasi HCl merupakan adsorbenSemakin tinggi suhu karbonasi arang, dapat menurunkan pH ekskreta pada ketiga jenis aktivator. Arang aktif biji kelor yang diaktivasi HCl merupakan adsorben
UINUIN Sebaliknya, terdapat enam senyawa ligan uji cassumunarin A (-7,7 kkal/mol), cassumunarin B (-7,5 kkal/mol), cassumunarin C (-8,0 kkal/mol), cassumuninSebaliknya, terdapat enam senyawa ligan uji cassumunarin A (-7,7 kkal/mol), cassumunarin B (-7,5 kkal/mol), cassumunarin C (-8,0 kkal/mol), cassumunin
PNLPNL Proses adsorpsi optimal tercapai pada ukuran partikel 160 mesh dan waktu adsorpsi 7 jam, seiring dengan peningkatan waktu kontak. Hasil ini menunjukkanProses adsorpsi optimal tercapai pada ukuran partikel 160 mesh dan waktu adsorpsi 7 jam, seiring dengan peningkatan waktu kontak. Hasil ini menunjukkan
Useful /
RADEN FATAHRADEN FATAH Analisis FTIR dan ¹H‑NMR memverifikasi keberadaan gugus ester dan mentil, sehingga produk teridentifikasi sebagai mentil vanilat. Uji organoleptik menunjukkanAnalisis FTIR dan ¹H‑NMR memverifikasi keberadaan gugus ester dan mentil, sehingga produk teridentifikasi sebagai mentil vanilat. Uji organoleptik menunjukkan
RADEN FATAHRADEN FATAH Mg/Al-Fe Hydrotalcite disintesis dengan cara mereaksikan larutan FeCl2. 6H2O dan FeSO4. 7H2O (1:1) dengan Mg(NO3)2. 6H2O dan Al(NO3)3. 9H2O (2:1) menggunakanMg/Al-Fe Hydrotalcite disintesis dengan cara mereaksikan larutan FeCl2. 6H2O dan FeSO4. 7H2O (1:1) dengan Mg(NO3)2. 6H2O dan Al(NO3)3. 9H2O (2:1) menggunakan
RADEN FATAHRADEN FATAH Beton bertulang adalah campuran beton yang diperkuat dengan baja untuk memperkuat struktur beton dalam konstruksi bangunan. Salah satu masalah utama bajaBeton bertulang adalah campuran beton yang diperkuat dengan baja untuk memperkuat struktur beton dalam konstruksi bangunan. Salah satu masalah utama baja
POLITANI KOEPOLITANI KOE Variabel yang digunakan dalam penelitian in yaitu faktor modal (X1), faktor luas lahan (X2), dan tingkat pendapatan (Y). Adapun metode analisis yang digunakanVariabel yang digunakan dalam penelitian in yaitu faktor modal (X1), faktor luas lahan (X2), dan tingkat pendapatan (Y). Adapun metode analisis yang digunakan