IMPERIUMINSTITUTEIMPERIUMINSTITUTE

SERAMBI: Jurnal Ekonomi Manajemen dan Bisnis IslamSERAMBI: Jurnal Ekonomi Manajemen dan Bisnis Islam

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik sistem bagi hasil antara pemilik kapal dan nelayan di Desa Paluh Sibaji, Kecamatan Pantai Labu, dari perspektif ekonomi Islam. Data dikumpulkan melalui observasi langsung di lapangan, wawancara mendalam dengan pemilik kapal dan awak kapal, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik ini sejalan dengan akad mudharabah dalam ekonomi Islam, di mana pemilik kapal bertindak sebagai shahibul maal dan nelayan sebagai mudharib. Nilai-nilai kunci seperti keadilan, ridha, dan musyawarah telah diterapkan dalam proses bagi hasil. Namun, ketiadaan akad tertulis dapat menimbulkan konflik atau ketidakpastian mengenai hak dan kewajiban para pihak, terutama dalam keadaan darurat atau kecelakaan kerja. Oleh karena itu, pencatatan tertulis sangat dianjurkan sebagai bentuk perlindungan hak dan transparansi, sesuai dengan prinsip-prinsip maqashid syariah, terutama dalam aspek perlindungan harta (hifzh al-mal) dan jiwa (hifzh al-nafs).

Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa sistem bagi hasil antara pemilik kapal dan nelayan di Paluh Sibaji Village sesuai dengan prinsip-prinsip keadilan dan kesediaan yang diperlukan untuk kontrak syariah.70, di mana pemilik kapal menerima 30% dan nelayan 70%, diperbolehkan dalam Islam, asalkan ada persetujuan sebelumnya dan tidak ada kerugian bagi pihak mana pun.Sistem ini dapat diklasifikasikan sebagai kontrak mudharabah, dengan pemilik kapal sebagai shahibul maal (pemilik modal) dan nelayan sebagai mudharib (pengelola bisnis).Meskipun memenuhi persyaratan syariah, meningkatkan perlindungan nelayan melalui perjanjian tertulis disarankan untuk mencegah sengketa di masa depan.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi komparatif antara berbagai sistem bagi hasil yang diterapkan di desa-desa nelayan di Indonesia, dengan mempertimbangkan aspek-aspek seperti keadilan, transparansi, dan perlindungan hak nelayan. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi dampak sistem bagi hasil terhadap kesejahteraan nelayan dan dinamika ekonomi lokal. Penelitian juga dapat dilakukan untuk menganalisis tantangan dan peluang dalam menerapkan sistem bagi hasil yang adil dan transparan, serta strategi untuk meningkatkan perlindungan hak nelayan dalam konteks ekonomi Islam.

  1. Tinjauan Hukum Islam tentang Sistem Bagi Hasil dalam Usaha Bersama | Jurnal Ekonomi Syariah dan Pariwisata... doi.org/10.70371/jseht.v1i1.37Tinjauan Hukum Islam tentang Sistem Bagi Hasil dalam Usaha Bersama Jurnal Ekonomi Syariah dan Pariwisata doi 10 70371 jseht v1i1 37
  2. KEANEKARAGAMAN JENIS IKAN HASIL TANGKAPAN NELAYAN DI PELABUHAN PERIKANAN PANTAI CAMPUREJO KABUPATEN GRESIK... doi.org/10.30587/jpp.v8i1.9471KEANEKARAGAMAN JENIS IKAN HASIL TANGKAPAN NELAYAN DI PELABUHAN PERIKANAN PANTAI CAMPUREJO KABUPATEN GRESIK doi 10 30587 jpp v8i1 9471
  3. Analisis Pembagian Nisbah Bagi Hasil terhadap Pembiayaan Syariah Akad Mudharabah | Jurnal Penelitian... doi.org/10.59059/jupiekes.v2i4.1745Analisis Pembagian Nisbah Bagi Hasil terhadap Pembiayaan Syariah Akad Mudharabah Jurnal Penelitian doi 10 59059 jupiekes v2i4 1745
  4. AKAD MUDHARABAH SEBAGAI INSTRUMEN PENDANAAN DAN PEMBIAYAAN DI LEMBAGA KEUANGAN SYARIAH | Asy-Syari'ah.... journal.uinsgd.ac.id/index.php/asy-syariah/article/view/10024AKAD MUDHARABAH SEBAGAI INSTRUMEN PENDANAAN DAN PEMBIAYAAN DI LEMBAGA KEUANGAN SYARIAH Asy Syariah journal uinsgd ac index php asy syariah article view 10024
Read online
File size1.22 MB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test