HAMZANWADIHAMZANWADI

Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan PendidikanFajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan

Ketika Perang Korea terjadi pada tahun 1950 sampai 1953, Amerika Serikat memberikan banyak bantuan bagi Korea Selatan, termasuk dalam bidang perfilman. Film-film Hollywood pun semakin mempengaruhi perfilman Korea, termasuk film-film karya Han Hyung-mo yang dianggap sebagai salah satu pionir dalam perfilman Korea Selatan, terutama setelah ia merilis film Madame Freedom. Oleh karena itu, rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana peran Amerika Serikat dalam perfilman Korea Selatan pada tahun 1950-an dan bagaimana pengaruh Amerika Serikat yang masuk dalam film Madame Freedom.

Langkah awal yang dilakukan Amerika Serikat untuk mengarahkan masyarakat Korea Selatan ke nilai-nilai Perang Dingin (kapitalis, demokratis, dan dunia Barat) melalui perfilman adalah dengan mengekspor film-film Hollywood ke Korea Selatan melalui American Film Export Association.Cara tersebut sukses dan bahkan para pembuat film Korea Selatan menjadikan film-film Hollywood sebagai pedoman mereka dalam berkarya.Maka, tidak heran apabila film-film pada tahun 1950-an sarat akan nilai-nilai Barat.Selanjutnya, Amerika Serikat melancarkan propagandanya melalui USIS dengan memberikan bantuan bagi keperluan pembuatan film di Korea Selatan, misalnya alat-alat produksi, studio, rekaman suara, pelatihan, dan sebagainya.USIS aktif membuat film dan juga membantu para sutradara film di Korea Selatan.UFPA juga ikut memberikan film pelatihan dan kebijakan anti-komunisme USAMGIK turut memberikan pengaruh dalam perfilman Korea Selatan.Salah satu sutradara yang kerap dibantu oleh Amerika Serikat adalah Han Hyung-mo.Madame Freedom merupakan salah satu film Han Hyung-mo yang mendapatkan banyak perhatian karena sukses menyajikan tokoh utama perempuan yang dikombinasikan dengan nilai-nilai modernitas.Dalam film tersebut, Han Hyung-mo mengkombinasikan gaya-gaya Barat dengan gaya asli.Ia juga menampilkan perubahan sikap perempuan yang telah mengenal modernitas sehingga tidak lagi terkekang nilai-nilai Konfusianisme dan menjadi perempuan yang terpengaruh kosmopolitanisme Perang Dingin yang mengenalkan modernitas.Modernitas dalam film ini juga tidak hanya ditampilkan melalui tokoh, melainkan juga melalui musik, suara, dan dialog.Han Hyung-mo menggunakan banyak musik Barat dan suara nondiegetik berlirik bahasa Inggris.Terdapat pula beberapa dialog yang menggunakan bahasa Inggris dengan gaya pengucapan orang Korea.Selain itu, penonton juga disuguhkan tarian-tarian Barat yang bernuansa kosmopolitan.Unsur-unsur Amerika ini pada intinya memberikan warna baru dalam perfilman Korea Selatan.Warna baru yang dibawa oleh Amerika Serikat itu kemudian membuat rakyat Korea Selatan merasakan pengalaman tidak langsung hidup di tengah Free World yang terlihat menyenangkan dan merasakan kedekatan dengan Amerika Serikat.Maka, dapat kita lihat bahwa perfilman Korea Selatan yang sebelumnya penuh dengan budaya Jepang sebagai upaya propaganda Jepang pada masa penjajahan kemudian menjadi bergaya Barat sekaligus kosmopolitan yang mengedepankan modernitas.Namun, tetap terlihat upaya pembuat film untuk mengindigenisasi unsur-unsur Barat yang masuk dalam film-filmnya.Hal tersebut karena unsur-unsur tersebut tidak langsung diterima begitu saja, tapi melalui proses penyesuaian dengan budaya Korea Selatan.

Berdasarkan penelitian ini, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, dapat dilakukan penelitian lebih mendalam tentang pengaruh film-film Hollywood terhadap perfilman Korea Selatan pada tahun 1950-an, khususnya dalam hal teknik-teknik pembuatan film dan gaya narasi. Kedua, dapat dilakukan studi komparatif antara film-film Korea Selatan pada tahun 1950-an dengan film-film Hollywood pada periode yang sama, untuk melihat perbedaan dan kesamaan dalam hal tema, gaya, dan pesan yang disampaikan. Ketiga, dapat dilakukan analisis lebih lanjut tentang peran USIS dalam mempromosikan nilai-nilai Perang Dingin melalui film-film yang mereka produksi atau fasilitasi di Korea Selatan, dan bagaimana hal itu mempengaruhi persepsi masyarakat Korea Selatan terhadap Amerika Serikat dan modernitas.

  1. Cold War Cosmopolitanism | University of California Press. cold war university california press skip... doi.org/10.1525/luminos.85Cold War Cosmopolitanism University of California Press cold war university california press skip doi 10 1525 luminos 85
  2. Project MUSE -- Verification required!. project muse verification required order better serve keep site... doi.org/10.1353/trh.2015.0001Project MUSE Verification required project muse verification required order better serve keep site doi 10 1353 trh 2015 0001
  3. 냉전사 재고와 영상역사 쓰기 : 주한미공보원(USIS)의 원조 선전영화를 중심으로... doi.org/10.15299/tjl.2018.04.19.187EOEC oA oAEAC e iuAua USIS yo ua EEoAoiu cUuu doi 10 15299 tjl 2018 04 19 187
  4. 0. loading online.ucpress.edu/mp/article/34/5/605/62812/The-Effects-of-Diegetic-and-Nondiegetic-Music-on0 loading online ucpress edu mp article 34 5 605 62812 The Effects of Diegetic and Nondiegetic Music on
Read online
File size513.8 KB
Pages20
DMCAReport

Related /

ads-block-test