IBRAHIMYIBRAHIMY

Samakia : Jurnal Ilmu PerikananSamakia : Jurnal Ilmu Perikanan

Aktivitas pertambangan timah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyebabkan terbentuknya kolong yang memiliki kualitas perairan yang tidak ideal bagi organisme perairan pada umumnya. Nilai pH yang asam dan cemaran logam yang tinggi pada umur kolong tertentu menyebabkan hanya sedikit spesies yang mampu hidup dengan baik di ekosistem tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui identitas ikan pioneer di kolong pascatambang timah yang berumur < 1 tahun di Pulau Bangka melalui barcoding gen COI. Ikan yang ditemukan di kolong tersebut adalah Ikan Kepala Timah dan Ikan Betok. Determinasi spesies didasarkan pada kesamaan sekuens di NCBI dan BOLD System menunjukkan bahwa Ikan Kepala Timah memiliki similaritas dengan Aplocheilus panchax dan morfologinya juga menggambarkan Ikan Kepala Timah adalah Aplocheilus panchax. Similaritas sekuens Ikan Betok di NCBI dan BOLD System menunjukkan bahwa Ikan Betok memiliki kemiripan dengan Anabas testudineusi dan morfologinya juga menggambarkan Ikan Betok adalah Anabas testudineusi. The Kimua 2 Parameters (K-2P) Neighbour-Joining (NJ) mengkonfirmasi dengan jelas bahwa Ikan Kepala Timah yang ditemukan di kolong pascatambang timah berumur < 1 tahun adalah Aplocheilus panchax, sedangkan Ikan Betok justru berada di luar clade. Hal ini menandakan bahwa Ikan Betok yang ditemukan di kolong pascatambang timah berumur < 1 tahun dapat diduga sebagai morfotipe Anabas testudineusi yang perlu dikonfirmasi lebih lanjut pada penelitian lainnya, baik secara molekuler maupun morfologi. Data sekuens dari gen COI Ikan Betok yang ditemukan di kolong pascatambang timah berumur < 1 tahun diharapkan dapat mendukung ketersediaan data sekuens Anabas testudineusi di NCBI dan BOLD System.

Penelitian ini telah berhasil mengungkapkan identitas molekuler ikan pioneer yang ditemukan di kolong pascatambang timah berumur < 1 tahun, yaitu Ikan Kepala Timah dan Ikan Betok berdasarkan gen COI.Barcoding DNA ikan Kepala Timah menunjukkan kesamaan dengan spesies Aplocheilus panchax dan dipertegas juga dengan kemiripan morfologinya.Barcoding ikan Betok menunjukkan kemiripan dengan spesies Anabas testudineusi yang juga ditunjukkan dengan kemiripan morfologi, meskipun berada tidak satu clade dengan Anabas testudineusi.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan untuk memperdalam pemahaman mengenai ekosistem kolong pascatambang timah. Pertama, perlu dilakukan studi komprehensif mengenai faktor-faktor lingkungan yang mempengaruhi distribusi dan kelimpahan ikan pioneer, termasuk analisis lebih detail mengenai kandungan logam berat dan pengaruhnya terhadap fisiologi ikan. Kedua, penelitian lebih lanjut mengenai morfotipe Anabas testudineusi yang ditemukan di kolong pascatambang timah, dengan membandingkan karakteristik genetik dan morfologi dengan populasi Anabas testudineusi dari habitat lain, dapat memberikan informasi penting mengenai adaptasi dan diversifikasi spesies. Ketiga, eksplorasi potensi penggunaan mikroorganisme yang hidup di kolong pascatambang timah sebagai agen bioremediasi logam berat dapat menjadi solusi inovatif untuk memperbaiki kualitas perairan dan mendukung keberlanjutan ekosistem.

Read online
File size333.81 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test