IBRAHIMYIBRAHIMY

Samakia : Jurnal Ilmu PerikananSamakia : Jurnal Ilmu Perikanan

Patin merupakan komoditas andalan yang ada di Indonesia. Secara ekonomi patin cukup menjanjikan untuk dikembangkan sebagai komoditas ekspor. Pembenihan ikan patin dilakukan di Dinas Kelautan dan Perikanan Subang. Tujuan dari penelitian ini yaitu dapat merangsang kemantangan gonad ikan patin secara cepat dengan menggunakan ovaprim dan HCG. Analisa data yang digunakan yaitu analisa deskriptif kuantitatif dan analisa deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ikan patin dapat mengeluarkan telur 323.500 butir telur per induk dengan bobot telur yang dikeluarkan masing – masing indukan adalah 300 gr. Produktivitas telur ikan patin siam dapat mencapai 5.176.000 butir telur dengan HR sebesar 99,6%. Survival Rate pada penelitian ini sebesar 85%. Analisa usaha pembenihan patin setelah di analisis R/C ratio menghasilkan nilai 2,9 dimana usaha ini dapat memberikan penerimaan yang besar dalam siklus 1 bulan.

Ikan patin dapat mengeluarkan telur sebanyak 323.500 butir per induk dengan bobot telur 300 gram per induk, sehingga produktivitas telur mencapai 5.Hasil tersebut menunjukkan tingkat produksi telur yang tinggi dalam satu siklus pembenihan.Analisis usaha pembenihan menunjukkan rasio R/C sebesar 2,9, yang berarti usaha ini layak secara ekonomi dan memberikan penerimaan besar dalam siklus satu bulan.

Pertama, perlu diteliti efektivitas kombinasi dosis HCG dan Ovaprim yang lebih presisi terhadap kematangan gonad induk ikan patin dalam waktu yang lebih singkat, untuk menemukan titik optimal yang mengurangi stres pada induk dan meningkatkan kualitas telur. Kedua, sebaiknya dilakukan penelitian tentang pengaruh faktor lingkungan seperti suhu air, pH, dan ketersediaan oksigen terhadap kelangsungan hidup larva pasca-hatching di unit pembenihan, guna memahami batasan optimal bagi skala produksi yang lebih besar. Ketiga, diperlukan studi lanjutan mengenai perbandingan efisiensi produksi dan kelayakan ekonomi antara sistem pembenihan intensif yang ada dengan sistem semi-intensif atau ekstensif yang lebih rendah biayanya, khususnya untuk petani kecil yang tergabung dalam kelompok pembudidaya seperti Kampung Patin, sehingga dapat dikembangkan model usaha yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Read online
File size166.11 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test