STIKESEUBSTIKESEUB

Jurnal Estu Utomo Health ScienceJurnal Estu Utomo Health Science

Nyeri punggung adalah nyeri yang dirasakan di bagian punggung yang berasal dari otot, persarafan, tulang, sendi dan semua struktur tersebut dapat menimbulkan rasa nyeri. Terapi komplementer dengan memperhatikan keamanan, manfaat, dan dapat dipertanggungjawabkan. Terapi komplementer dan alternatif untuk mengatasi nyeri adalah terapi Bekam merupakan cara pengobatan tradisional yang memiliki prinsip kerja mengeluarkan darah di area tertentu di punggung sehingga dapat menyembuhkan penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui . Penelitian menggunakan Skala Analog Visual (SAV) dengan total responden sebanyak 30 responden. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner tindakan terapi beka basah. Berdasarkan Hasil Uji Wilcoxon didapatkan bahwa nilai p = 0.000. Oleh karena nilai p < 0.05, maka dapat disimpulkan terdapat perubahan SAV yang signifikan antara sebelum bekam dan sesudah bekam. Pasien dengan nyeri punggung bawah tidak spesifik merasakan adanya penurunan rasa nyeri setelah diterapi bekam. Ditunjukkan uji Stastistik yang signifikan di p=0.000.

Pasien dengan nyeri punggung bawah tidak spesifik merasakan adanya penurunan rasa nyeri setelah diterapi bekam.Uji statistik menunjukkan hasil yang signifikan pada p=0.000, yang mengindikasikan adanya perubahan yang bermakna dalam skala nyeri setelah dilakukan terapi bekam.Hasil ini mendukung penggunaan terapi bekam sebagai salah satu opsi penanganan nyeri punggung bawah.

Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa arah penelitian lanjutan yang dapat dieksplorasi. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menginvestigasi mekanisme fisiologis yang mendasari efektivitas terapi bekam dalam mengurangi nyeri punggung, dengan fokus pada perubahan kadar sitokin inflamasi dan respons neurogenik. Kedua, penelitian kuantitatif dengan desain studi kohort prospektif dapat dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas jangka panjang terapi bekam dalam mengurangi kekambuhan nyeri punggung dan meningkatkan kualitas hidup pasien. Ketiga, penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dapat dilakukan untuk memahami pengalaman subjektif pasien yang menjalani terapi bekam, termasuk faktor-faktor yang memengaruhi kepuasan dan keberhasilan terapi.

Read online
File size658.22 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test