ISI DPSISI DPS

Prabangkara : Jurnal Seni Rupa dan DesainPrabangkara : Jurnal Seni Rupa dan Desain

Novel merupakan karya sastra yang menjadi wadah berkreasi untuk menuturkan sebuah kisah bagi pengarangnya. Novel dibangun dengan berbagai unsur yang salah satunya adalah gaya bahasa. Gaya bahasa menjadikan seorang pengarang memiliki ciri khas yang membuatnya berbeda dengan pengarang lainnya. Salah satu gaya bahasa adalah personifikasi yang diartikan sebagai jenis gaya bahasa yang melekatkan sifat-sifat insani kepada benda yang tidak bernyawa dan ide yang abstrak. Andrea Hirata dalam novel Sirkus Pohon menggunakan banyak gaya bahasa personifikasi dalam menutur ceritanya. Kajian ini bertujuan untuk mendeskripsikan . Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan metode pengumpulan data berupa dokumentasi dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan gaya bahasa personifikasi diterapkan terhadap berbagai macam bentuk, mulai dari pohon, binatang, dapur, senja, dan lain sebagainya. Gaya bahasa personifikasi dapat memberikan gambaran yang sesuai antara apa yang ingin disampaikan pengarang dan apa yang dibayangkan pembaca, menambah kesan dramatis sekaligus menambah nilai keindahan dalam bertutur.

Gaya bahasa personifikasi banyak digunakan dalam novel Sirkus Pohon karya Andrea Hirata, dari awal hingga akhir penceritaan.Gaya bahasa ini diterapkan pada berbagai bentuk seperti pohon, binatang, dapur, dan senja.Penggunaan gaya bahasa personifikasi bertujuan untuk memberikan gambaran yang sesuai antara maksud pengarang dan imajinasi pembaca, serta menambah kesan dramatis dan keindahan dalam bercerita.Andrea Hirata berhasil menggunakan gaya bahasa personifikasi untuk membantu pembaca memahami dan membayangkan cerita yang dituturkan.

Penelitian lanjutan dapat dilakukan dengan menganalisis penggunaan gaya bahasa lain dalam novel Sirkus Pohon, seperti metafora atau simile, untuk memahami kompleksitas gaya bertutur Andrea Hirata secara lebih mendalam. Selain itu, studi komparatif dapat dilakukan dengan membandingkan penggunaan gaya bahasa personifikasi dalam novel Sirkus Pohon dengan karya-karya Andrea Hirata lainnya, atau dengan novel-novel lain yang mengangkat tema serupa, untuk mengidentifikasi ciri khas gaya bahasa penulis. Terakhir, penelitian dapat difokuskan pada dampak penggunaan gaya bahasa personifikasi terhadap interpretasi pembaca terhadap karakter dan tema dalam novel, dengan menggunakan metode seperti wawancara atau analisis resepsi pembaca, untuk memahami bagaimana gaya bahasa tersebut memengaruhi pengalaman membaca dan pemahaman pembaca terhadap karya sastra.

Read online
File size224.81 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test