UNIKOMUNIKOM
International Journal of Computer in HumanitiesInternational Journal of Computer in HumanitiesIndustri musik secara historis menggunakan maskulinitas hegemonik yang menekankan kekuatan fisik, agresi, dan dominasi untuk merepresentasikan maskulinitas. Sebaliknya, BTS menyubvers ide konvensional ini dalam video musik Boy with Luv dengan menunjukkan semacam maskulinitas lembut yang ekspresif, baik hati, dan tidak terkekang oleh stereotip gender yang ketat, sedangkan Mic Drops warna gelap, pakaian berani, dan gerakan kuat merepresentasikan maskulinitas yang lebih kasar, bergaya jalanan. Studi ini menyelidiki kedua MV tersebut yang mengatasi stereotip gender dalam budaya populer menggunakan pendekatan semiotika visual dan teori maskulinitas. Penelitian ini bertujuan untuk menutup kesenjangan antara studi gender dan estetika media dengan menerapkan analisis wacana gender dan semiotika visual. BTS memainkan peran penting sebagai figur publik dalam masyarakat, terutama bagi generasi muda yang lebih sadar diri dan mencintai diri sendiri. Tidak ada yang salah jika seorang pria memiliki maskulinitas dan feminitas. BTS tidak hanya memperluas definisi maskulinitas dalam K-pop tetapi juga berdampak pada sektor hiburan global, yang menjadi lebih menerima ekspresi gender yang lebih mudah beradaptasi dan membebaskan.
Studi ini menyimpulkan bahwa BTS secara efektif menantang norma maskulinitas hegemonik dan mempromosikan keterbukaan emosional melalui penerimaan maskulinitas lembut, yang memungkinkan mereka untuk mendefinisikan ulang maskulinitas tradisional melalui musik, penampilan, dan kehadiran publik mereka.Dengan menggunakan tanda, simbol, dan estetika visual, video musik BTS, Mic Drop dan Boy with Luv, menyampaikan penggambaran maskulinitas yang berlawanan, yang menunjukkan bahwa maskulinitas dapat mencakup kelembutan, ekspresi, dan penerimaan diri.Sebagai salah satu grup musik paling terkenal di dunia, pandangan BTS tentang maskulinitas sangat signifikan dalam budaya dan masyarakat, mendorong individu untuk merangkul keaslian dan menolak maskulinitas toksik.
Berdasarkan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat mengeksplorasi bagaimana audiens global, khususnya generasi muda, menginterpretasikan dan merespons representasi maskulinitas lembut yang ditampilkan oleh BTS dan artis K-pop lainnya. Hal ini dapat melibatkan studi kualitatif yang mendalam dengan penggemar dari berbagai latar belakang budaya untuk memahami bagaimana mereka menginternalisasi pesan-pesan ini dan bagaimana hal itu memengaruhi identitas gender mereka sendiri. Kedua, penelitian dapat menyelidiki dampak representasi maskulinitas lembut dalam K-pop terhadap industri hiburan secara lebih luas, termasuk bagaimana hal itu memengaruhi stereotip gender dan harapan dalam genre musik lainnya. Penelitian ini dapat menggunakan pendekatan kuantitatif untuk menganalisis tren dalam representasi gender di berbagai genre musik dan membandingkan dampaknya dengan K-pop. Ketiga, penelitian dapat mengeksplorasi bagaimana maskulinitas lembut dalam K-pop berinteraksi dengan konsep maskulinitas tradisional di berbagai budaya. Hal ini dapat melibatkan studi komparatif yang memeriksa bagaimana maskulinitas lembut diterima dan dinegosiasikan di berbagai masyarakat, dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti norma budaya, nilai-nilai agama, dan struktur sosial.
| File size | 533.61 KB |
| Pages | 9 |
| DMCA | Report |
Related /
ISI YogyakartaISI Yogyakarta Dengan menggabungkan Analisis Wacana Kritis Fairclough dan teori Hibriditas Bhabha, ditemukan bahwa bahasa daerah, nilai tradisional, dan peran sosialDengan menggabungkan Analisis Wacana Kritis Fairclough dan teori Hibriditas Bhabha, ditemukan bahwa bahasa daerah, nilai tradisional, dan peran sosial
UNIKOMUNIKOM Story of Seasons secara efektif berfungsi sebagai media kekuatan lunak Jepang, menyalurkan nilai-nilai moral dan budaya melalui elemen naratif dan visualnya.melaluiStory of Seasons secara efektif berfungsi sebagai media kekuatan lunak Jepang, menyalurkan nilai-nilai moral dan budaya melalui elemen naratif dan visualnya.melalui
UNIKOMUNIKOM Penggunaan bentuk ~na yang paling banyak digunakan mencapai 40 kali dalam percakapan yang terjadi dalam 1 volume, sedangkan ~gana, ~yanai, dan ~hen hanyaPenggunaan bentuk ~na yang paling banyak digunakan mencapai 40 kali dalam percakapan yang terjadi dalam 1 volume, sedangkan ~gana, ~yanai, dan ~hen hanya
UNUDUNUD Revitalisasi ritual ini sebagai strategi konservasi budaya adaptif mampu menjawab tantangan komersialisasi. Studi ini menyarankan pengembangan pariwisataRevitalisasi ritual ini sebagai strategi konservasi budaya adaptif mampu menjawab tantangan komersialisasi. Studi ini menyarankan pengembangan pariwisata
OJSOJS Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan metode studi literatur. Selain itu peneliti juga melakukan eksperimen sederhanaPenelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan metode studi literatur. Selain itu peneliti juga melakukan eksperimen sederhana
PCIJOURNALPCIJOURNAL Melalui metode kualitatif deskriptif, peneliti menginterpretasikan makna denotatif, konotatif, dan mitos yang muncul dalam adegan‑adegan film, sehinggaMelalui metode kualitatif deskriptif, peneliti menginterpretasikan makna denotatif, konotatif, dan mitos yang muncul dalam adegan‑adegan film, sehingga
MAHESA CENTERMAHESA CENTER Teori Dusta dapat dipahami dalam konteks semiotika sebagai hasil dari proses semiosis, bukan sebagai kebohongan secara harfiah. Produk budaya, seberagamTeori Dusta dapat dipahami dalam konteks semiotika sebagai hasil dari proses semiosis, bukan sebagai kebohongan secara harfiah. Produk budaya, seberagam
ISI YogyakartaISI Yogyakarta Konsep ini dapat digunakan untuk melihat bentuk-bentuk apropriasi musikal yang terjadi pada musik gamat sebagai kajian analisis dalam bentuk dan struktur,Konsep ini dapat digunakan untuk melihat bentuk-bentuk apropriasi musikal yang terjadi pada musik gamat sebagai kajian analisis dalam bentuk dan struktur,
Useful /
UNIKOMUNIKOM Penelitian menemukan bahwa resistensi karakter utama merupakan manifestasi feminisme kekuasaan yang dimulai dari individu dan menular kepada perempuanPenelitian menemukan bahwa resistensi karakter utama merupakan manifestasi feminisme kekuasaan yang dimulai dari individu dan menular kepada perempuan
UNIKOMUNIKOM ia memperkuat tema autentisitas, transformasi, dan koneksi manusia di dunia digital. Penelitian ini menegaskan bahwa onomastik menjadi instrumen naratifia memperkuat tema autentisitas, transformasi, dan koneksi manusia di dunia digital. Penelitian ini menegaskan bahwa onomastik menjadi instrumen naratif
IBSIBS Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Analisis data dilakukan dengan menggunakan metode regresi berganda. Data diolah menggunakanMetode pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Analisis data dilakukan dengan menggunakan metode regresi berganda. Data diolah menggunakan
IPDNIPDN Kesimpulan: Pemustaka merasa puas dengan penyelenggaraan perpustakaan terutama dalam dimensi sikap dan perilaku pustakawan, alat penelusuran koleksi sertaKesimpulan: Pemustaka merasa puas dengan penyelenggaraan perpustakaan terutama dalam dimensi sikap dan perilaku pustakawan, alat penelusuran koleksi serta