UIGMUIGM

Global Expert: Jurnal Bahasa dan SastraGlobal Expert: Jurnal Bahasa dan Sastra

Penelitian ini mengeksplorasi perjuangan psikologis dan krisis identitas Marco, tokoh utama dalam film The Childe (2023). Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi faktor psikologis yang berkontribusi terhadap konflik identitas Marco dan memeriksa bagaimana perjuangan ini mempengaruhi perkembangan karakternya sepanjang film. Dengan menggambarkan fenomena dan kondisi sosial serta analisis konten dalam film, penelitian ini menganalisis adegan kunci, dialog, dan simbol yang merefleksikan kegelisahan batin Marco. Temuan menunjukkan bahwa kehilangan identitas Marco berakar pada trauma yang terpendam, ketidakstabilan emosional, dan gangguan keseimbangan antara id, ego, dan superego. Memori yang terpecah-belah, perilaku impulsif, dan penolakan identitas keluarganya mencerminkan mekanisme pertahanan klasik Freud. Menganalisis Perjuangan Psikologis, seperti represi dan pergeseran. Gejala-gejala ini menunjukkan ego yang terpecah-belah yang berjuang untuk memediasi antara keinginan tidak sadar dan realitas sosial. Selain itu, kebingungan identitas Marco selaras dengan tahap psikososial Erikson yaitu identitas vs kebingungan peran, di mana trauma yang tidak terselesaikan mencegah konsep diri yang koheren. Film ini menggambarkan perjalanan psikologisnya bukan sebagai pemulihan linier, tetapi sebagai konfrontasi siklikal dengan kebenaran yang terpendam. Melalui ekspresi sinematik seperti kekerasan fisik, citra simbolis, dan keruntuhan emosional, film ini menggambarkan bagaimana trauma membentuk identitas dan perilaku. Penelitian ini menekankan relevansi teori psikoanalisis dalam menganalisis narasi sinematik dan menawarkan wawasan interdisipliner tentang trauma, maskulinitas, dan ketahanan psikologis.

Krisis identitas Marco dalam The Childe (2023) digambarkan sebagai hasil dari trauma yang tidak terselesaikan, kehilangan memori, dan pertempuran psikologis yang berkelanjutan antara id, ego, dan superego-nya.Amnesia parsialnya mencegahnya mengakses memori penting dari masa lalunya, meninggalkan dirinya dalam keadaan ketidakstabilan emosional.Kondisi ini tercermin melalui perilaku defensif dan agresifnya, penolakan berulang terhadap identitas paternalnya, dan rasa curiga yang mendalam terhadap orang lain.Kekerasan menjadi mekanisme koping utamanya, yang semakin menekankan diri yang terpecah-belahnya.Film ini memperkuat perjuangan ini melalui citra simbolis yang berulang, terutama darah dan cermin, yang berfungsi sebagai pengingat baik kekerasan yang dialaminya maupun refleksi identitasnya yang pecah.Analisis perkembangan karakter Marco menggambarkan bagaimana perjuangan ini membentuk transformasinya yang bertahap.Pada awalnya, Marco terutama bertahan hidup, didefinisikan oleh rasa curiga, defensif, dan sifat transaksional pertarungannya di bawah tanah.Dia tidak memiliki visi jangka panjang dan menolak mengakui asal-usulnya, memilih untuk hidup dari satu momen ke momen berikutnya.Namun, seiring berjalannya cerita, pertemuan berulang dengan bahaya dan kebenaran tersembunyi mendorongnya untuk menghadapi aspek masa lalunya yang telah lama dia pendam.Perkembangan ini mencapai puncaknya dalam momen kesadaran diri yang enggan, di mana ia menyadari bahwa penghindaran dan penolakan tidak lagi dapat menopang dirinya.Pada akhir film, Marco tidak mencapai resolusi atau penyembuhan yang lengkap.Sebaliknya, ia mencapai titik balik, bergeser dari penolakan tegas menuju penerimaan berhati-hati terhadap identitasnya yang terpecah-belah.Refleksi penutupnya menandakan kemungkinan untuk mendefinisikan ulang dirinya dengan caranya sendiri, meskipun bekas luka yang tersisa.Hasil ini menekankan bahwa dalam narasi yang berpusat pada trauma, pertumbuhan bukan sesuatu yang segera atau mutlak, tetapi terjadi secara bertahap melalui langkah-langkah kecil yang berarti menuju definisi diri.

Saran penelitian lanjutan dapat mencakup: 1. Menganalisis bagaimana trauma masa kecil Marco mempengaruhi perkembangan identitasnya dan bagaimana ia membentuk strategi kopingnya. 2. Menjelajahi peran gender dan maskulinitas dalam film, terutama bagaimana Marco menggunakan kekerasan sebagai mekanisme koping dan bagaimana hal itu mempengaruhi identitasnya. 3. Memeriksa bagaimana film ini merefleksikan dan membentuk pemahaman penonton tentang trauma dan ketahanan psikologis, serta bagaimana pesan-pesan ini dapat diterapkan pada kehidupan nyata.

  1. Journal of Evaluation in Clinical Practice | Health Services Research | Wiley Online Library. journal... doi.org/10.1111/jep.12768Journal of Evaluation in Clinical Practice Health Services Research Wiley Online Library journal doi 10 1111 jep 12768
  2. DOI Name 10.1037 Values. name values index type timestamp data serv crossref email doiadmin namespace... doi.org/10.1037DOI Name 10 1037 Values name values index type timestamp data serv crossref email doiadmin namespace doi 10 1037
  3. UNRESOLVED CHILDHOOD TRAUMA IN MIKE FLANAGAN’S GERALD’S GAME MOVIE | Sabila | PARADIGM: Journal... ejournal.uin-malang.ac.id/index.php/paradigm/article/view/12861UNRESOLVED CHILDHOOD TRAUMA IN MIKE FLANAGANAoS GERALDAoS GAME MOVIE Sabila PARADIGM Journal ejournal uin malang ac index php paradigm article view 12861
  4. Legal socialization: Back to the future - Tyler - 2021 - Journal of Social Issues - Wiley Online Library.... doi.org/10.1111/josi.12456Legal socialization Back to the future Tyler 2021 Journal of Social Issues Wiley Online Library doi 10 1111 josi 12456
Read online
File size309.13 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test