DOHARADOHARA

Indonesian Scholar Journal of Nursing and Midwifery ScienceIndonesian Scholar Journal of Nursing and Midwifery Science

Anemia adalah kondisi yang ditandai dengan penurunan jumlah eritrosit atau konsentrasi hemoglobin yang tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan fisiologis. Pada wanita, kadar hemoglobin di bawah 12 g/dl diklasifikasikan sebagai anemia. Remaja putri memiliki risiko lebih tinggi karena kehilangan darah menstruasi, yang meningkatkan kebutuhan zat besi mereka hingga tiga kali lipat dibandingkan pria. Jika tidak dikelola dengan baik, anemia dapat menyebabkan kelelahan, penurunan konsentrasi, dan masalah kesehatan jangka panjang. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus pada dua remaja putri dengan kadar hemoglobin rendah. Responden 1 menerima intervensi berupa satu butir telur ayam rebus setiap hari, sedangkan responden 2 menerima 30 gram hati ayam rebus setiap hari selama tujuh hari berturut-turut. Kadar hemoglobin diukur sebelum, selama, dan setelah intervensi menggunakan meteran hemoglobin digital. Hasil awal menunjukkan kadar hemoglobin 10,6 g/dl untuk responden 1 dan 10,4 g/dl untuk responden 2. Setelah tujuh hari intervensi, kadar hemoglobin responden 1 meningkat menjadi 12,1 g/dl, sedangkan responden 2 mencapai 12,3 g/dl. Kedua intervensi efektif meningkatkan kadar hemoglobin ke rentang normal dalam waktu satu minggu.

Penelitian ini menunjukkan bahwa baik telur ayam maupun hati ayam efektif dalam meningkatkan kadar hemoglobin pada remaja putri yang mengalami anemia ringan.Selama tujuh hari intervensi, kedua responden mengalami peningkatan kadar hemoglobin yang signifikan hingga mencapai nilai normal.Responden yang mengonsumsi telur ayam rebus mengalami peningkatan kadar hemoglobin sebesar 1,5 gr/dl, sedangkan responden yang mengonsumsi hati ayam rebus mengalami peningkatan sebesar 1,9 gr/dl.Peningkatan kadar hemoglobin pada responden yang menerima intervensi hati ayam lebih tinggi dibandingkan dengan responden yang menerima telur ayam.Hal ini dapat dijelaskan karena hati ayam mengandung zat besi heme dalam jumlah lebih tinggi dan lebih mudah diserap oleh tubuh dibandingkan zat besi non-heme yang terdapat pada telur ayam.Hasil ini menunjukkan bahwa pemberian makanan tinggi zat besi seperti hati ayam maupun telur ayam dapat menjadi intervensi gizi sederhana yang efektif dan mudah diterapkan untuk membantu meningkatkan kadar hemoglobin pada remaja putri dengan anemia ringan.

Berdasarkan hasil penelitian, berikut adalah saran penelitian lanjutan: Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi efektivitas intervensi gizi berbasis telur ayam dan hati ayam dalam meningkatkan kadar hemoglobin pada remaja putri. Faktor-faktor seperti pola makan harian, aktivitas fisik, dan kondisi kesehatan umum perlu dipertimbangkan. Kedua, penelitian selanjutnya dapat fokus pada durasi optimal intervensi untuk mencapai peningkatan kadar hemoglobin yang signifikan. Penelitian ini dapat mengeksplorasi apakah intervensi yang lebih singkat atau lebih lama dapat memberikan hasil yang lebih baik. Ketiga, penting untuk mengeksplorasi preferensi dan penerimaan budaya terhadap konsumsi telur ayam dan hati ayam di kalangan remaja putri. Penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk memahami persepsi, sikap, dan hambatan yang mungkin dihadapi dalam mengadopsi intervensi gizi ini. Dengan memahami faktor-faktor ini, intervensi gizi berbasis telur ayam dan hati ayam dapat disesuaikan dan ditingkatkan untuk mencapai hasil yang lebih efektif dalam meningkatkan kadar hemoglobin pada remaja putri.

  1. Efektivitas Pemberian Telur dan Vitamin C terhadap Peningkatan Kadar Hemoglobin pada Ibu Hamil Trimester... doi.org/10.33024/mnj.v5i2.7246Efektivitas Pemberian Telur dan Vitamin C terhadap Peningkatan Kadar Hemoglobin pada Ibu Hamil Trimester doi 10 33024 mnj v5i2 7246
  2. TINGKAT PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG ANEMIA DI RS. PANTI WILASA CITARUM SEMARANG | Jurnal Kebidanan.... doi.org/10.47560/keb.v9i2.245TINGKAT PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG ANEMIA DI RS PANTI WILASA CITARUM SEMARANG Jurnal Kebidanan doi 10 47560 keb v9i2 245
  3. PENGARUH KONSUMSI TELUR TERHADAP PENINGKATAN KADAR HEMOGLOBIN PADA REMAJA PUTRI YANG MENGALAMI ANEMIA... doi.org/10.52822/jwk.v5i2.151PENGARUH KONSUMSI TELUR TERHADAP PENINGKATAN KADAR HEMOGLOBIN PADA REMAJA PUTRI YANG MENGALAMI ANEMIA doi 10 52822 jwk v5i2 151
  4. Analisis Resiko Kejadian Anemia pada Ibu Hamil | PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL. analisis resiko anemia... doi.org/10.54832/phj.v4i2.388Analisis Resiko Kejadian Anemia pada Ibu Hamil PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL analisis resiko anemia doi 10 54832 phj v4i2 388
Read online
File size321.16 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test