JURNALPERTANIANUNISAPALUJURNALPERTANIANUNISAPALU

Jurnal AgrotechJurnal Agrotech

Bayam merah merupakan salah satu tanaman hortikultura yang memiliki banyak manfaat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi ZPT giberelin paling efektif terhadap pertumbuhan dan hasil pada tanaman bayam merah (Amaranthus tricolor L.). Penelitian dilakukan di Lahan Percobaan milik perusahaan Percetakan Uang Republik Indonesia (PERURI) Desa Sirnabaya, Kecamatan Teluk Jambe Timur, Kabupaten Karawang pada bulan Juni – Oktober. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) faktor tunggal terdiri dari 5 perlakuan dengan 5 ulangan, diantaranya A (0 ppm), B (50 ppm), C (100 ppm), D (150 ppm) dan E (200 ppm). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian giberelin memberikan pengaruh nyata terhadap tinggi tanaman 14,21 dan 28 hst, jumlah daun 7 hst, luas daun, bobot segar per tanaman dan bobot segar per petak. Perlakuan D (150 ppm) memberikan hasil terbaik terhadap tinggi tanaman hingga 28 hst sebesar 22,73 cm, jumlah daun hingga 28 hst sebesar 19,60 helai, bobot segar per tanaman sebesar 30,42 g, dan bobot per petak sebesar 912,68 g.

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh nyata pemberian zat pengatur tumbuh giberelin terhadap tinggi tanaman 14 hst, 21 hst dan 28 hst, jumlah daun 7 hst serta bobot segar tanaman per sampel tanaman bayam merah (Amaranthus tricolor L.Perlakuan D (150 ppm) secara keseluruhan memberikan nilai tertinggi pada pertumbuhan dan hasil tanaman bayam merah (Amaranthus tricolor L.Perlakuan D (150 ppm) memberikan hasil tertinggi pada tinggi tanaman hingga 28 hst sebesar 22,73 cm, jumlah daun hingga 28 hst sebesar 19,60 helai serta bobot segar tanaman per sampel dengan nilai 30,42 gram pada tanaman bayam merah (Amaranthus tricolor L.

Penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menguji efektivitas kombinasi giberelin dengan pupuk organik untuk meningkatkan kualitas bayam merah, seperti kandungan antosianin dan nutrisi lainnya. Selain itu, studi mengenai pengaruh berbagai dosis giberelin terhadap respon fisiologis tanaman bayam merah pada berbagai kondisi lingkungan, seperti perbedaan suhu dan intensitas cahaya, perlu dilakukan untuk mengoptimalkan penggunaan ZPT ini. Terakhir, penelitian mengenai aplikasi giberelin pada varietas bayam merah lainnya, serta perbandingan efektivitasnya dengan ZPT lain, dapat memberikan informasi yang lebih komprehensif mengenai potensi peningkatan produksi bayam merah secara berkelanjutan. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai interaksi antara giberelin, tanaman bayam merah, dan lingkungan, sehingga dapat dirumuskan rekomendasi budidaya yang lebih efektif dan efisien bagi petani.

Read online
File size236.11 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test