LMULMU

SJME KINEMATIKA : Jurnal Teknik MesinSJME KINEMATIKA : Jurnal Teknik Mesin

Aliran dua fasa merupakan fenomena penting yang dapat terjadi di berbagai bidang, salah satunya industri minyak. Dalam industri tersebut, aliran minyak-air seringkali terjadi di sumur produksi di lepas pantai. Minyak dialirkan bersama dengan air dalam proses transportasinya. Salah satu pola aliran yang membuat transportasi tersebut lebih ekonomis adalah Core Annular Flow (CAF). Penelitian ini melakukan studi CFD terhadap pola aliran minyak-air dengan rasio viskositas rendah pada pipa horizontal dengan L/d 30. Tujuannya adalah untuk mendapatkan kecepatan superfisial minyak dan air (JO dan JW) yang sesuai untuk mendapatkan pola aliran CAF serta mengetahui nilai pressure drop dan water hold up. Validasi dilakukan dengan data eksperimen penelitian sebelumnya untuk mendapatkan hasil yang akurat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola aliran yang terbentuk dari variasi JO dan JW adalah stratified flow, Core Annular Flow (CAF), dan wavy flow. Kemudian, nilai pressure drop naik secara linier seiring naiknya nilai J, mulai 0,0413499 kPa pada J 0,21 m/s hingga 0.6898102 pada J 2 m/s. Hubungan antara pressure drop dengan water hold up tidak spesifik yang dimungkinkan terjadi karena pengaruh faktor gesekan aliran dua-fasa. Terakhir, nilai pressure drop pola aliran CAF lebih rendah dari stratified flow pada nilai J yang sama. Hal tersebut mengindikasikan kesesuaian hasil dengan teori.

Beberapa kesimpulan yang bisa ditarik dari studi CFD aliran minyak-air ini adalah sebagai berikut.Pola aliran yang teramati pada aliran minyak-air studi ini adalah stratified flow, core annular flow (CAF), dan wavy flow.Nilai pressure drop naik secara linier seiring naiknya nilai J.Hubungan antara pressure drop dengan water hold up tidak spesifik yang dimungkinkan terjadi karena pengaruh faktor gesekan aliran dua-fasa.Nilai pressure drop pola aliran CAF lebih rendah dari stratified flow pada nilai J yang sama.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan adalah: 1. Melakukan studi eksperimental untuk mengvalidasi hasil simulasi CFD dan membandingkan dengan hasil penelitian sebelumnya. 2. Menganalisis pengaruh faktor gesekan aliran dua-fasa pada hubungan antara pressure drop dan water hold up, serta mencari cara untuk mengendalikan atau mengurangi gesekan tersebut. 3. Meneliti lebih lanjut tentang pola aliran CAF dan strategi optimalisasi untuk meningkatkan efisiensi transportasi minyak-air di pipa horizontal dengan rasio viskositas rendah.

  1. SJME KINEMATIKA : Jurnal Teknik Mesin. low viscosity ratio oil water flow horizontal pipe cfd scientific... kinematika.ulm.ac.id/index.php/kinematika/article/view/324SJME KINEMATIKA Jurnal Teknik Mesin low viscosity ratio oil water flow horizontal pipe cfd scientific kinematika ulm ac index php kinematika article view 324
  2. Login. contact us managing director akademia publishing jalan puteri 5a bandar bangi kajang selangor... akademiabaru.com/submit/index.php/arfmts/article/view/1086Login contact us managing director akademia publishing jalan puteri 5a bandar bangi kajang selangor akademiabaru submit index php arfmts article view 1086
Read online
File size605.83 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test