PNCPNC

Madani : Indonesian Journal of Civil SocietyMadani : Indonesian Journal of Civil Society

Kegiatan Pendampingan Penguatan Komite Pembelajaran 3 menitikberatkan pada kegiatan merancang dan memandu refleksi, merupakan bagian dari kegiatan pendampingan yang dilakukan oleh pelatih ahli pada Program Sekolah Penggerak di Kabupaten Soppeng untuk memberikan pemahaman lebih mengenai pengimplementasian kurikulum merdeka dalam proses pembelajaran. Pelatih ahli berperan sebagai fasilitator yang memfasilitasi penguatan komite pembelajaran 3 dengan peserta terdiri atas pengawas sekolah, kepala sekolah, dan perwakilan guru yang telah mengikuti pelatihan implementasi pembelajaran Sekolah Penggerak di tingkat nasional, sementara sekolah peserta merupakan sekolah dampingan dalam program tersebut, yaitu SMA Negeri 5 Soppeng, SMP Muhammadiyah Lajoa, SMP Negeri 1 Watansoppeng, dan SMP Negeri 1 Marioriwawo. Kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk lokakarya dengan agenda meliputi pembukaan, pembelajaran mandiri terbimbing, umpan balik, penyusunan rencana moderasi sesi refleksi, identifikasi tantangan dalam membangun budaya refleksi, formulasi solusi alternatif, sesi merancang dan memandu refleksi, berbagi praktik baik komite pembelajaran, refleksi komite pembelajaran, dan penutup. Kegiatan ini berdampak pada peningkatan pemahaman peserta mengenai esensi refleksi, manfaat refleksi, persiapan sebelum memfasilitasi sesi refleksi, berbagai strategi atau metode dalam refleksi, penyusunan rencana moderasi sesi refleksi, serta identifikasi tantangan dalam membangun budaya refleksi. Selain itu, peserta juga memperoleh keterampilan dalam menyusun pertanyaan kunci refleksi dalam suasana positif serta menyusun rencana moderasi sesi refleksi.

Kegiatan pendampingan penguatan komite pembelajaran berhasil meningkatkan kemampuan dan pemahaman peserta mengenai refleksi dalam pembelajaran.Indikator keberhasilan tercapai karena peserta mampu menyusun pertanyaan kunci refleksi dalam suasana positif, membuat rencana moderasi sesi refleksi, serta mengidentifikasi tantangan dalam membangun budaya refleksi.Peserta juga mampu mengimplementasikan dan mengimbaskan hasil pelatihan kepada guru-guru lain melalui pelatihan internal di sekolah masing-masing.

Pertama, perlu dikaji lebih dalam bagaimana efektivitas pelatihan merancang dan memandu refleksi berdampak pada peningkatan kualitas pembelajaran di kelas, dengan membandingkan praktik mengajar guru sebelum dan sesudah mengikuti pendampingan. Kedua, perlu dilakukan penelitian tentang hambatan spesifik yang dihadapi oleh kepala sekolah, pengawas, dan guru dalam menerapkan budaya refleksi di sekolah, serta strategi lokal yang dapat dikembangkan sesuai konteks masing-masing satuan pendidikan. Ketiga, penting untuk mengeksplorasi model pendampingan berkelanjutan yang melibatkan komunitas belajar antar sekolah dampingan agar terjadi pertukaran praktik baik secara reguler dan berjenjang, bukan hanya dalam satu kali lokakarya, guna memperkuat internalisasi budaya refleksi dalam jangka panjang.

Read online
File size687.8 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test