APPIHIAPPIHI
Amandemen: Jurnal Ilmu pertahanan, Politik dan Hukum IndonesiaAmandemen: Jurnal Ilmu pertahanan, Politik dan Hukum IndonesiaPemikiran ini berfokus untuk melihat secara hakiki dan komprehensif konsep kewarganegaraan dari sudut pandang hukum sakral dan hukum Islam. Kewarganegaraan dapat menjadi status hukum yang mencirikan hak dan kewajiban individu di dalam suatu negara. Dalam tatanan hukum sakral, kewarganegaraan diatur melalui konstitusi dan undang-undang kewarganegaraan yang memuat perspektif-perspektif khas seperti tolok ukur kewarganegaraan (ius soli, ius sanguinis), hak asasi manusia, dan kewajiban sadar. Hukum sakral juga mempertimbangkan ukuran-ukuran kerangka kerja berbasis suara, nilai, dan penyesuaian dalam memilih status kewarganegaraan. Di sisi lain, dari sudut pandang hukum Islam, konsep kewarganegaraan tidak hanya dilihat dari sudut pandang legal-formal tetapi juga memuat estimasi moral dan etika. Hukum Islam memberikan arahan tentang kewajiban dan hak individu sebagai bagian dari ummah (komunitas Muslim), berdasarkan ukuran-ukuran Syariah seperti nilai (adl), kesejahteraan umum (maslahah), dan penegasan hak asasi manusia yang fundamental. Selain itu, hukum Islam mempertimbangkan hak-hak non-Muslim di dalam negara Islam melalui konsep ahl al-dhimmah (orang-orang yang terjamin) dan tolok ukur keamanan hak-hak minoritas. Kajian ini menangkap pendekatan pemeriksaan yang esensial dan komparatif untuk mengevaluasi persamaan dan perbedaan antara kedua perspektif ini. Temuan-temuan tersebut menggambarkan bahwa meskipun terdapat perbedaan yang sangat mencolok dalam dasar filosofis dan metodologisnya, baik hukum yang terjamin maupun hukum Islam memiliki tujuan yang sama, khususnya penegasan hak asasi manusia dan nilai sosial. Namun, perbedaan dalam penafsiran konsep-konsep ini dapat memengaruhi pelaksanaan pendekatan kewarganegaraan di beberapa negara. Pemikiran tersebut juga menyoroti tantangan dan peluang dalam mengoordinasikan tolok ukur hukum Islam ke dalam kerangka hukum sakral yang berlaku, khususnya di negara-negara mayoritas Muslim. Akhirnya, kajian ini mengusulkan perlunya diskusi yang lebih mendalam untuk mewujudkan energi yang selaras dan menyenangkan antara hukum yang terjamin dan hukum Islam dalam mengatur kewarganegaraan secara bijaksana dan komprehensif.
Kewarganegaraan dalam perspektif hukum tata negara dan hukum Islam memiliki dasar filosofis dan metodologis yang berbeda, tetapi keduanya bertujuan untuk menegakkan keadilan, perlindungan hak asasi manusia, dan kesejahteraan sosial.Perbedaan penafsiran terhadap hak individu dan hubungan antara agama dengan negara menjadi tantangan utama dalam integrasi kedua sistem hukum, terutama di negara-negara mayoritas Muslim.Namun, prinsip-prinsip hukum Islam seperti adl, maslahah, dan hifz al-haqq dapat menjadi fondasi untuk membangun model kewarganegaraan yang inklusif, adil, dan selaras dengan norma internasional jika ditafsirkan secara kontekstual dan melalui dialog interdisipliner.
Penelitian selanjutnya dapat menggali bagaimana prinsip-prinsip hukum Islam seperti keadilan (adl), kesejahteraan umum (maslahah), dan perlindungan hak dasar (hifz al-haqq) dapat dirumuskan sebagai kerangka hukum alternatif dalam penyusunan undang-undang kewarganegaraan di negara-negara Muslim, tanpa mengabaikan standar hak asasi manusia internasional. Selain itu, perlu dikaji secara mendalam bagaimana interpretasi kontekstual hukum Islam melalui metode ijtihad dapat dipadukan dengan sistem hukum konstitusional modern untuk menciptakan kebijakan kewarganegaraan yang lebih inklusif terhadap minoritas non-Muslim, khususnya dalam konteks keberagaman budaya dan sosial di Indonesia atau Malaysia. Terakhir, studi longitudinal dapat dilakukan untuk memahami bagaimana dialog antara ahli hukum tata negara dan ulama memengaruhi perubahan persepsi masyarakat terhadap kewarganegaraan, dengan fokus pada dampak pendidikan hukum dan sosialisasi kebijakan terhadap sikap inklusif dan kesadaran hak sipil di kalangan warga negara dari berbagai latar belakang agama, sehingga dapat membangun dasar sosial yang kuat bagi harmonisasi hukum yang berkelanjutan.
| File size | 1.21 MB |
| Pages | 12 |
| DMCA | Report |
Related /
ULUMUNAULUMUNA Artikel ini menyelidiki bencana Lumpur Lapindo di Jawa Timur yang menimbulkan perubahan religius dan sosial selama dua dekade terakhir. Puluhan ribu wargaArtikel ini menyelidiki bencana Lumpur Lapindo di Jawa Timur yang menimbulkan perubahan religius dan sosial selama dua dekade terakhir. Puluhan ribu warga
IRPIIRPI Pengelolaan stok di gudang sering menghadapi tantangan seperti kesalahan pencatatan, inefisiensi proses, dan kurangnya transparansi data. Untuk mengatasinya,Pengelolaan stok di gudang sering menghadapi tantangan seperti kesalahan pencatatan, inefisiensi proses, dan kurangnya transparansi data. Untuk mengatasinya,
IAINPTKIAINPTK Akurasi adalah kebenaran mutlak dalam hal implementasinya, maka disesuaikan dengan konteks sosial masyarakat. Pendekatan dalam tulisan ini adalah kualitatifAkurasi adalah kebenaran mutlak dalam hal implementasinya, maka disesuaikan dengan konteks sosial masyarakat. Pendekatan dalam tulisan ini adalah kualitatif
UNISRIUNISRI Bahan hukum yang digunakan adalah bahan hukum primer dan sekunder. Teknik pengumpulan bahan hukum adalah studi pustaka. Teknik analisis bahan hukum adalahBahan hukum yang digunakan adalah bahan hukum primer dan sekunder. Teknik pengumpulan bahan hukum adalah studi pustaka. Teknik analisis bahan hukum adalah
UINSATUUINSATU Ketiga aspek inilah yang menjadi kendala konvergensi Syiah dan Sunni di Indonesia. Namun, kita juga dapat menyaksikan upaya konvergensi Syiah dan SunniKetiga aspek inilah yang menjadi kendala konvergensi Syiah dan Sunni di Indonesia. Namun, kita juga dapat menyaksikan upaya konvergensi Syiah dan Sunni
STIE DEWANTARASTIE DEWANTARA STIE PGRI Dewantara sebagai pergeruan tinggi terkemuka di Jombang ikut berperan serta guna membantu memberikan bekal ketrampilan kepada warga binaan berupaSTIE PGRI Dewantara sebagai pergeruan tinggi terkemuka di Jombang ikut berperan serta guna membantu memberikan bekal ketrampilan kepada warga binaan berupa
STAINSTAIN Untuk menegakkan hak perempuan yang sejatinya dijamin Al-Quran, perlu penafsiran ulang teks agama yang lebih adil tanpa dipengaruhi bias patriarki. DekonstruksiUntuk menegakkan hak perempuan yang sejatinya dijamin Al-Quran, perlu penafsiran ulang teks agama yang lebih adil tanpa dipengaruhi bias patriarki. Dekonstruksi
STAINSTAIN Sistem Kewarisan di Indonesia secara umum menggunakan beberapa landasan hukum diantaranya berdasarkan hukum perdata dan hukum Islam serta hukum adat. MelihatSistem Kewarisan di Indonesia secara umum menggunakan beberapa landasan hukum diantaranya berdasarkan hukum perdata dan hukum Islam serta hukum adat. Melihat
Useful /
PTTIPTTI Kegiatan layanan masyarakat mengenai konseling hipertensi dan pemeriksaan tekanan darah telah berhasil dilakukan. Hasil konseling menunjukkan peningkatanKegiatan layanan masyarakat mengenai konseling hipertensi dan pemeriksaan tekanan darah telah berhasil dilakukan. Hasil konseling menunjukkan peningkatan
POLNAMPOLNAM Sifat ingin tahu akan suatu hal yang baru inilah yang akan mengubah minat belajar mereka, sehingga hasil belajar mereka juga akan semakin meningkat. DenganSifat ingin tahu akan suatu hal yang baru inilah yang akan mengubah minat belajar mereka, sehingga hasil belajar mereka juga akan semakin meningkat. Dengan
IRPIIRPI Pendidikan yang berkualitas sangat dipengaruhi oleh ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kinerjaPendidikan yang berkualitas sangat dipengaruhi oleh ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kinerja
UNISRIUNISRI Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari ukuran perusahaan, profitabilitas dan likuiditas terhadap harga saham. Untuk pengambilan sampelPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari ukuran perusahaan, profitabilitas dan likuiditas terhadap harga saham. Untuk pengambilan sampel