STIQ WALISONGOSTIQ WALISONGO

ALBAYANALBAYAN

Menyusui merupakan tahap awal yang esensial dalam mewujudkan kehidupan yang sehat dan sejahtera bagi anak. Namun, sebagian ibu, khususnya dari kalangan sosialita dan ibu muda generasi Z, enggan menyusui karena kekhawatiran terhadap perubahan bentuk tubuh, terutama peningkatan berat badan, sehingga memilih untuk memberhentikan penyusuan dan menjadikan susu pabrikan sebagai alternatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam perilaku ibu yang enggan menyusui dengan alasan tersebut, melalui pendekatan kitab Shafwah At-Tafāsīr terhadap ayat-ayat Al-Quran yang berkaitan dengan pemberian ASI. Artikel ini menggunakan metode tafsir maudhūī (tematik) dengan pendekatan studi pustaka (library research). Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa menyusui selama dua tahun merupakan wujud tanggung jawab dan kasih sayang ibu yang sebaiknya tidak dihentikan secara sepihak tanpa persetujuan suami serta mempertimbangkan kemaslahatan anak, terutama bukan semata-mata karena alasan estetika tubuh. Menyusui justru memberikan manfaat kesehatan bagi ibu, seperti menurunkan risiko kanker dan mempercepat proses pemulihan setelah melahirkan.

Berdasarkan penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa dalam pandangan Tafsir Shafwah At-Tafāsīr, masa menyusui dua tahun adalah wujud kasih sayang dan tanggung jawab ibu.Islam memberikan kelonggaran menyapih sebelum dua tahun jika melalui musyawarah dan demi kemaslahatan anak.Oleh karena itu, keputusan menghentikan ASI tidak boleh sepihak,apalagi hanya karena alasan bentuk tubuh, melainkan harus disepakati bersama suami.Dengan demikian, menyusui menjadi cerminan dari ketaatan, tanggung jawab spiritual, serta kontribusi nyata dalam membentuk generasi sehat dan berakhlak.

Berdasarkan temuan penelitian ini, terdapat beberapa arah penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor sosial budaya yang mempengaruhi keputusan ibu untuk menyusui, khususnya pada kalangan sosialita dan ibu muda generasi Z. Hal ini penting untuk memahami bagaimana norma dan nilai yang berlaku dapat membentuk persepsi dan perilaku menyusui. Kedua, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk menggali lebih dalam pengalaman dan motivasi ibu dalam menyusui, serta tantangan yang dihadapi dalam mempertahankan praktik menyusui eksklusif. Ketiga, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan program edukasi yang efektif untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran ibu tentang manfaat ASI bagi kesehatan ibu dan anak, serta memberikan dukungan psikologis bagi ibu yang mengalami kesulitan dalam menyusui. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat diperoleh pemahaman yang komprehensif tentang perilaku menyusui dan merumuskan intervensi yang tepat untuk meningkatkan angka menyusui eksklusif di kalangan ibu modern, sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan generasi penerus bangsa.

  1. "Kekuatan Psikologis Ibu untuk Menyusui" by Inge Wattimena, Natalia L. Susanti et al.. kekuatan... scholarhub.ui.ac.id/kesmas/vol7/iss2/2Kekuatan Psikologis Ibu untuk Menyusui by Inge Wattimena Natalia L Susanti et al kekuatan scholarhub ui ac kesmas vol7 iss2 2
Read online
File size381.11 KB
Pages19
DMCAReport

Related /

ads-block-test