UTSUTS

Jurnal Ekonomi dan Bisnis IndonesiaJurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketahanan pelunasan angsuran anggota koperasi simpan pinjam serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi risiko gagal bayar. Pendekatan yang digunakan adalah analisis survival dengan metode Kaplan–Meier dan regresi Cox Proportional Hazard. Data yang digunakan adalah data sekunder dari Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Tunggal Karya Semamung Moyo Hulu, Kabupaten Sumbawa, periode Januari–Oktober 2025, dengan jumlah sampel sebanyak 147 anggota koperasi. Hasil analisis Kaplan–Meier menunjukkan bahwa probabilitas ketahanan pelunasan menurun seiring bertambahnya waktu angsuran. Hasil regresi Cox menunjukkan bahwa besaran pinjaman berpengaruh positif dan signifikan terhadap risiko gagal bayar, sementara skala usaha berpengaruh negatif dan signifikan. Status pinjaman tidak berpengaruh signifikan secara statistik. Temuan ini menunjukkan bahwa faktor ekonomi, khususnya kapasitas usaha dan besaran pinjaman, memiliki peran penting dalam menentukan ketahanan pelunasan angsuran anggota koperasi. Penelitian ini memberikan implikasi kebijakan bagi koperasi dalam menetapkan plafon pinjaman dan strategi pengelolaan risiko kredit yang lebih berkelanjutan.

Analisis Kaplan–Meier menunjukkan bahwa peluang ketahanan pelunasan anggota koperasi menurun seiring bertambahnya waktu angsuran.Sebagian besar anggota masih bertahan hingga minggu ke-10, namun setelah itu probabilitas bertahan mulai menurun secara signifikan.Berdasarkan perbandingan kelompok, anggota dengan skala usaha mikro memiliki peluang ketahanan pelunasan yang lebih tinggi dibandingkan kelompok usaha rumah tangga.Selain itu, frekuensi pinjaman juga berpengaruh signifikan terhadap ketahanan pelunasan.anggota dengan pinjaman ke-4 menunjukkan risiko gagal bayar yang lebih tinggi dibandingkan pinjaman ke-2 dan ke-3.Hasil regresi Cox Proportional Hazard menunjukkan bahwa variabel besaran pinjaman dan skala usaha berpengaruh signifikan terhadap risiko gagal bayar, sedangkan variabel status pinjaman tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan.Model Cox dengan tiga variabel tersebut memiliki nilai AIC terendah (339,87) dan concordance sebesar 0,847, yang menandakan kemampuan prediksi yang baik.Interpretasi nilai Hazard Ratio (HR) menunjukkan bahwa setiap kenaikan besaran pinjaman cenderung meningkatkan risiko gagal bayar sebesar 92,5%, sedangkan peningkatan skala usaha dapat menurunkan risiko gagal bayar hingga 90,6%.Artinya, anggota dengan usaha berskala lebih besar memiliki ketahanan pelunasan yang lebih baik, sementara pinjaman yang terlalu besar berpotensi menurunkan kemampuan pelunasan.Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menegaskan bahwa faktor ekonomi yakni besar pinjaman dan kapasitas usaha lebih menentukan ketahanan pelunasan dibandingkan faktor historis seperti frekuensi pinjaman sebelumnya.

Berdasarkan hasil penelitian, berikut adalah saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan: . . 1. Melakukan analisis lebih mendalam mengenai faktor-faktor ekonomi lainnya yang dapat memengaruhi ketahanan pelunasan angsuran anggota koperasi, seperti tingkat pendapatan, akses terhadap sumber daya keuangan, dan kondisi ekonomi lokal. . . 2. Menganalisis dampak kebijakan koperasi dalam menetapkan plafon pinjaman dan strategi pengelolaan risiko kredit terhadap ketahanan pelunasan angsuran anggota. Penelitian ini dapat mengukur efektivitas kebijakan tersebut dalam mengurangi risiko gagal bayar dan meningkatkan keberlanjutan koperasi. . . 3. Meneliti pengaruh karakteristik anggota koperasi, seperti usia, pendidikan, dan pengalaman dalam mengelola usaha, terhadap ketahanan pelunasan angsuran. Pemahaman mengenai faktor-faktor ini dapat membantu koperasi dalam mengembangkan program pelatihan dan pendampingan yang lebih efektif bagi anggota.

  1. An Overview of Quantitative Research Methods. overview quantitative research methods volume issue august... ijmra.in/v6i8/52.phpAn Overview of Quantitative Research Methods overview quantitative research methods volume issue august ijmra in v6i8 52 php
  2. Analysis of Financial Distress Factors Using Survival Analysis | JURNAL AKUNTANSI DAN BISNIS : Jurnal... ojs.uma.ac.id/index.php/jurnalakundanbisnis/article/view/12144Analysis of Financial Distress Factors Using Survival Analysis JURNAL AKUNTANSI DAN BISNIS Jurnal ojs uma ac index php jurnalakundanbisnis article view 12144
  3. Aplikasi Metode Accelerated Failure Time (AFT): Analisis Risiko Prepayment pada Kredit Kendaraan Bermotor... journal.ipm2kpe.or.id/index.php/JOMB/article/view/3677Aplikasi Metode Accelerated Failure Time AFT Analisis Risiko Prepayment pada Kredit Kendaraan Bermotor journal ipm2kpe index php JOMB article view 3677
Read online
File size427.4 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test