MITRAHUSADAMITRAHUSADA

Excellent Midwifery JournalExcellent Midwifery Journal

Mual pada kehamilan merupakan salah satu gejala paling awal, paling umum, dan paling menyebabkan stres yang dikaitkan dengan kehamilan. Sebanyak 90% wanita mengalami beberapa bentuk mual, mulai dari ringan hingga sedang, yang dapat sembuh sendiri dengan atau tanpa disertai muntah, hingga kondisi berat seperti hiperemesis gravidarum. Kandungan jahe yang mengandung minyak atsiri dapat menyegarkan dan mengurangi mual, serta melancarkan peredaran darah. Aroma harum jahe disebabkan oleh minyak atsiri, sedangkan oleoresin menyebabkan rasa pedas yang menghangatkan tubuh dan mengeluarkan keringat. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat efektivitas pemberian permen jahe terhadap mual pada ibu hamil trimester pertama dan sebagai bahan referensi bagi peneliti selanjutnya. Metode penelitian menggunakan desain kuasi eksperimen dengan rancangan one group pretest-posttest di Desa Lestari Dadi, Kecamatan Pegajahan, dengan 50 responden ibu hamil trimester I yang mengalami mual. Hasil menunjukkan bahwa mayoritas responden berusia 20–35 tahun (96,0%), berpendidikan SMA (68,0%), dan bekerja sebagai ibu rumah tangga (44,0%). Uji statistik menunjukkan nilai p = 0,000 < 0,05, sehingga disimpulkan bahwa pemberian permen jahe efektif dalam menurunkan rasa mual pada ibu hamil trimester I.

Pemberian permen jahe efektif dalam menurunkan rasa mual pada ibu hamil trimester I di Desa Lestari Dadi, Kecamatan Pegajahan, tahun 2024.Hal ini didukung oleh hasil uji statistik dengan nilai p = 0,000 yang lebih kecil dari 0,05.Dengan demikian, permen jahe dapat menjadi alternatif non-farmakologis yang layak digunakan untuk mengatasi mual pada kehamilan trimester pertama.

Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk menguji efektivitas variasi dosis permen jahe terhadap tingkat penurunan mual pada ibu hamil di berbagai usia kehamilan, agar dapat ditentukan dosis optimal yang paling efektif. Kedua, penting untuk meneliti pengaruh kombinasi permen jahe dengan metode non-farmakologis lain seperti akupresur atau aroma terapi terhadap kualitas hidup ibu hamil yang mengalami mual berkelanjutan. Ketiga, perlu dikaji penerimaan dan kenyamanan ibu hamil dalam mengonsumsi permen jahe jangka panjang, termasuk preferensi rasa dan efek samping potensial, untuk memastikan keberlanjutan penggunaannya sebagai intervensi alami di masyarakat. Penelitian-penelitian tersebut dapat memperdalam pemahaman tentang aplikasi jahe secara praktis dan aman selama kehamilan. Studi lanjutan juga sebaiknya dilakukan di wilayah berbeda untuk melihat pengaruh faktor sosial dan budaya terhadap efektivitas intervensi. Dengan demikian, temuan dapat lebih representatif dan dapat diadopsi secara luas dalam program kesehatan ibu. Selain itu, pendekatan kuantitatif bisa dikombinasikan dengan pendekatan kualitatif untuk memahami pengalaman subjektif ibu hamil selama penggunaan permen jahe. Hal ini penting agar intervensi tidak hanya efektif secara statistik, tetapi juga bermakna secara pribadi bagi penggunanya. Penelitian juga dapat mengeksplorasi formulasi permen jahe yang lebih inovatif dan aman bagi ibu hamil dengan kondisi kesehatan tertentu. Dengan begitu, dapat dikembangkan produk alami yang sesuai dengan kebutuhan ibu hamil secara nasional.

Read online
File size288.52 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test