UKMCUKMC

Jurnal Laboratorium PrimaJurnal Laboratorium Prima

Pemeriksaan trombosit merupakan pemeriksaan yang sering diminta oleh dokter. Homogenisasi merupakan pencampuran secara merata antara darah dengan antikoagulan dan harus dilakukan dengan baik agar tidak mempengaruhi hasil pemeriksaan. Setelah homogenisasi awal, darah perlu dihomogenisasi ulang (homogenisasi sekunder) agar homogen saat diperiksa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil pemeriksaan hitung jumlah trombosit pada teknik homogenisasi sekunder 2 dan 8 kali. Penelitian ini bersifat observasional kuantitatif dengan metode cross sectional dan total sampling. Sampel dihomogenisasi primer 10 kali dan didiamkan selama 30 menit, lalu dihomogenisasi sekunder 2 dan 8 kali. Jumlah trombosit diperiksa dengan Sysmex XP-100. Data dianalisis dengan Paired Sampel T-Test dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan nilai mean homogenisasi sekunder 2 kali adalah 297,06 x 103 / µL dan 8 kali adalah 296 x 103 / µL. Data berdistribusi normal dan uji hipotesis menunjukkan probabilitas 0,655 > 0,05, yang berarti tidak terdapat perbedaan. Kesimpulannya, tidak terdapat perbedaan jumlah trombosit pada homogenisasi sekunder teknik inversi 2 kali dan 8 kali.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada jumlah trombosit antara teknik homogenisasi sekunder inversi 2 kali dan 8 kali.Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata trombosit pada homogenisasi 2 kali adalah 297,06 x 103/µL dan pada homogenisasi 8 kali adalah 296 x 103/µL.Uji statistik Paired Sample T-Test menunjukkan nilai probabilitas 0,655 yang lebih besar dari 0,05, sehingga tidak terdapat perbedaan yang signifikan.

Penelitian lanjutan disarankan untuk memperbanyak jumlah sampel dengan variasi metode dan prinsip, volume sampel, serta perlakuan sampel yang berbeda untuk memberikan pertimbangan yang lebih komprehensif dalam penggunaan di laboratorium. Selain itu, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menginvestigasi pengaruh waktu penundaan yang lebih lama terhadap jumlah trombosit setelah homogenisasi sekunder. Penelitian juga dapat difokuskan pada perbandingan efektivitas berbagai teknik homogenisasi sekunder selain inversi, seperti penggunaan alat pengaduk otomatis atau metode vortexing, untuk menentukan metode yang paling optimal dalam menjaga integritas sampel dan akurasi hasil pemeriksaan. Terakhir, studi lebih mendalam diperlukan untuk mengeksplorasi dampak penggunaan jenis antikoagulan yang berbeda terhadap stabilitas trombosit selama penundaan pemeriksaan dan setelah homogenisasi sekunder, guna memberikan rekomendasi yang lebih spesifik terkait pemilihan antikoagulan yang sesuai.

  1. PERBANDINGAN TEKNIK HOMOGENISASI DARAH EDTA DENGAN TEKNIK INVERSI DAN TEKNIK ANGKA DELAPAN TERHADAP JUMLAH... jurnal.poltekkespalembang.ac.id/index.php/JPP/article/view/239PERBANDINGAN TEKNIK HOMOGENISASI DARAH EDTA DENGAN TEKNIK INVERSI DAN TEKNIK ANGKA DELAPAN TERHADAP JUMLAH jurnal poltekkespalembang ac index php JPP article view 239
Read online
File size276.17 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test