UNDANAUNDANA

Buletin Ilmiah IMPASBuletin Ilmiah IMPAS

Penelitian ini telah dilaksanakan di Desa Letbaun Kecamatan Semau, Kabupaten Kupang, bertujuan untuk mengetahui (1) besarnya pendapatan petani dan (2) kelayakan usahatani padi di Desa Letbaun Kecamatan Semau Kabupaten Kupang. Data dan informasi yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan rata-rata pendapatan per responden dalam usahatani padi di Desa Letbaun Kecamatan Semau sebesar Rp.6.488.548,75. Sedangkan pendapatan per Ha yang diterima petani responden sebesar Rp.10.191.439. Usahatani padi di Desa Letbaun Kecamatan Semau Kabupaten Kupang layak diusahakan dengan R/C Rasio sebesar 3,64. Produksi padi lebih besar dari BEP produksi (76,697 kg > 21,080 kg) dan harga padi sebesar Rp 7.000/kg berada di atas BEP harga sebesar Rp. 1.924/kg. Dari hasil penelitian maka usahatani padi di Desa Letbaun, Kecamatan Semau, Kabupaten Kupang, layak untuk di usahakan.

Rata-rata pendapatan petani padi di Desa Letbaun adalah Rp6.Usahatani padi di daerah tersebut layak diusahakan dengan rasio R/C sebesar 3,64 yang menunjukkan keuntungan.Produksi dan harga padi berada di atas titik impas, sehingga kegiatan usahatani padi secara finansial menguntungkan dan layak dilanjutkan.

Pertama, perlu diteliti bagaimana penerapan teknologi budidaya padi berbasis digital dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas di Desa Letbaun, mengingat petani masih menggunakan alat sederhana dan metode konvensional. Kedua, layak dikaji potensi pengembangan usahatani padi organik di wilayah tersebut sebagai nilai tambah ekonomi, mengingat belum adanya inovasi pengolahan pasca panen atau pemasaran berbasis kualitas produk unggulan. Ketiga, penting untuk mengevaluasi dampak pelatihan dan pendampingan intensif oleh pemerintah atau lembaga swasta terhadap adopsi inovasi baru, karena saran dalam penelitian menyebutkan perlunya dukungan program, namun belum diuji efektivitasnya secara langsung pada perilaku dan kinerja petani. Penelitian lanjutan dapat mengukur sejauh mana intervensi pendampingan memperbaiki kelayakan usahatani, sekaligus merancang model pendampingan berkelanjutan yang sesuai karakteristik petani lokal. Studi ini dapat membuka jalan bagi kebijakan yang lebih responsif dan berbasis bukti untuk pengembangan pertanian berkelanjutan di wilayah Nusa Tenggara Timur.

Read online
File size186.86 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test